PR Bahagia Incar 700 Ton Tembakau 2025, Komitmen Beli Tanpa Sampel Jadi Angin Segar Petani Sumenep

Jumat, 29 Agustus 2025 - 08:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Pemilik PR Bahagia, H Mukmin saat melihat Sampel Tembakau milik petani yang Hendak Dibeli

Foto. Pemilik PR Bahagia, H Mukmin saat melihat Sampel Tembakau milik petani yang Hendak Dibeli

SUMENEP, nusainsider.com  Musim tanam tembakau 2025 kembali menggeliat di Kabupaten Sumenep. Perusahaan Rokok (PR) Bahagia, milik pengusaha lokal H. Mukmin atau akrab disapa Bos HM, resmi membuka gudang pembelian sejak awal Agustus. Perusahaan ini memasang target ambisius, yakni menyerap 600 hingga 700 ton tembakau hingga akhir September mendatang.

Langkah tersebut tidak semata-mata berorientasi pada kuantitas. PR Bahagia juga telah melaporkan rencana pembelian kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, sebagai bentuk transparansi usaha sekaligus komitmen nyata dalam meningkatkan kesejahteraan ribuan petani tembakau.

Bappeda Sumenep

“Alhamdulillah, pembelian sudah berjalan tiga hari. Rata-rata per hari masuk 200–250 bal, kalau ditotal sekitar 10 ton,” ujar Bos HM saat ditemui awak media, Kamis (28/8/2025).

Sejak dua tahun terakhir, PR Bahagia menerapkan kebijakan pembelian tembakau tanpa sampel. Seluruh hasil panen ditimbang utuh tanpa ada potongan.

Baca Juga :  Sambutan Bupati Sumenep Achmad Fauzi, Ajak Wisudawan Unmer Malang Tunjukkan Hard Skill dan Soft Skill

Kebijakan ini sejalan dengan anjuran Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, yang menekankan agar tata niaga tembakau berjalan adil dan transparan.

“Kami tetap komitmen, tidak mengambil sampel sama sekali. Itu bentuk penghargaan terhadap jerih payah petani,” tegas Bos HM.

Kebijakan tanpa sampel menjadi pembeda, karena praktik pengambilan sampel di sejumlah tempat selama ini sering dianggap merugikan petani.

Dengan sistem baru, petani merasa lebih aman karena hasil panennya dibayar penuh sesuai timbangan.

Untuk musim 2025, PR Bahagia mematok harga daun bawah pada kisaran Rp45 ribu–Rp65 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Dinilai Buang-buang Anggaran, ALARM Sumenep Berjanji Kawal Proyek Penggantian Jembatan Braji

Sementara daun tengah dihargai lebih tinggi, hingga Rp76 ribu per kilogram, terutama untuk tembakau dari kawasan pegunungan.

“Yang mahal ya daun tengah dan daun atas. Tapi saat ini masih musimnya daun bawah,” jelasnya.

Meski cuaca menjadi tantangan, kualitas tembakau tahun ini dinilai cukup baik. PR Bahagia memastikan harga tetap stabil agar petani tidak dirugikan oleh fluktuasi pasar.

Target pembelian hingga 700 ton diperkirakan mampu menggerakkan roda perekonomian Sumenep secara signifikan.

Ribuan petani dari Ganding, Pragaan, Lenteng, Rubaru, hingga berbagai kecamatan lain diyakini akan merasakan manfaatnya.

Tidak hanya petani, ratusan tenaga kerja lokal juga ikut terserap. Mulai dari buruh harian di gudang, sopir angkutan, hingga pekerja bongkar muat, semua ikut mendapatkan imbas positif dari geliat industri tembakau ini.

“Semoga semua pihak mendapat manfaat. Petani senang, perusahaan tetap berjalan, dan pemerintah melihat perekonomian masyarakat bergerak,” ungkap Bos HM penuh harap.

PR Bahagia menilai musim tanam 2025 bukan sekadar transaksi bisnis, melainkan momentum memperkuat industri rokok lokal.

Baca Juga :  Sumenep Pusat Kebudayaan, Tapi Pendataan Seni Masih Bolong Tim Riset Usulkan Regulasi Baru

Dengan prinsip transparansi, harga kompetitif, serta dukungan Pemkab, Bos HM optimistis ekosistem tembakau di Sumenep akan semakin sehat dan berkelanjutan.

“Harapan kami, upaya ini memberi dampak jangka panjang bagi kesejahteraan petani sekaligus mendorong pertumbuhan industri rokok Madura,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

ProASN Dikebut, Pemkab Sumenep Mantapkan Manajemen Talenta ASN
Soroti Nasib Pedagang Buah, Lia Istifhama Tekankan Kebijakan yang Lebih Berpihak
Sigap dan Humanis, Polwan Sumenep Atur Lalin Saat Ibadah Jumat
Menuju Pemerintahan Akuntabel, Sumenep Perkuat Implementasi SAKIP 2025
Akun WhatsApp ‘CV Sumber Jaya Barokah’ Lenyap, Alumni Ponpes Aqidah Usymuni Desak Polda Jatim Usut Pemilik Jasa
Edukasi Lalu Lintas Masuk Kampus, Satlantas Sumenep Perkuat Kesadaran Mahasiswa Uniba
Abaikan Pemanggilan, Travel Umrah di Malang Diduga Pasang Reklame Tanpa Izin
Mahameru Lantas: Satlantas Sumenep Lakukan Rumchek Ketat di Terminal Arya Wiraraja
banner 325x300

Berita Terkait

Jumat, 12 Desember 2025 - 20:53 WIB

ProASN Dikebut, Pemkab Sumenep Mantapkan Manajemen Talenta ASN

Jumat, 12 Desember 2025 - 14:52 WIB

Soroti Nasib Pedagang Buah, Lia Istifhama Tekankan Kebijakan yang Lebih Berpihak

Jumat, 12 Desember 2025 - 13:55 WIB

Sigap dan Humanis, Polwan Sumenep Atur Lalin Saat Ibadah Jumat

Jumat, 12 Desember 2025 - 12:30 WIB

Menuju Pemerintahan Akuntabel, Sumenep Perkuat Implementasi SAKIP 2025

Jumat, 12 Desember 2025 - 10:55 WIB

Akun WhatsApp ‘CV Sumber Jaya Barokah’ Lenyap, Alumni Ponpes Aqidah Usymuni Desak Polda Jatim Usut Pemilik Jasa

Kamis, 11 Desember 2025 - 21:54 WIB

Abaikan Pemanggilan, Travel Umrah di Malang Diduga Pasang Reklame Tanpa Izin

Kamis, 11 Desember 2025 - 16:55 WIB

Mahameru Lantas: Satlantas Sumenep Lakukan Rumchek Ketat di Terminal Arya Wiraraja

Kamis, 11 Desember 2025 - 15:45 WIB

Ning Lia Menginspirasi: Kisah Hidup, Nilai Perjuangan, dan Gagasan Besar untuk Negeri

Berita Terbaru