SUMENEP, nusainsider.com — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep berhasil meraih penghargaan Stand Terbaik kategori Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam ajang Madura Culture Festival (MCF) 2025.
Festival budaya bergengsi yang berlangsung sejak 28 Agustus hingga 3 September 2025 itu turut menobatkan tiga OPD lainnya, yakni stand gabungan Bappeda dan BKPSDM, Disdukcapil, serta RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep, sebagai pemenang kategori serupa.

Stand Dinkes P2KB tampil menonjol dengan menampilkan berbagai capaian dan inovasi unggulan.
Di antaranya pelaksanaan bantuan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak, program inovasi Siap Lahir, hingga program pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) bagi anak sekolah 2025.
Tak hanya itu, keberhasilan Sumenep meraih Universal Health Coverage (UHC) Award 2024 juga menjadi salah satu sorotan yang memperkuat citra Dinkes P2KB sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.
Lebih dari sekadar pamer prestasi, stand Dinkes P2KB juga difungsikan sebagai ruang edukasi kesehatan. Berbagai kegiatan interaktif menghadirkan duta kesehatan remaja dan kader posyandu aktif yang menyampaikan informasi penting seputar pola hidup sehat kepada pengunjung.
Masyarakat yang hadir di stand juga dapat berkonsultasi langsung mengenai layanan UHC maupun informasi terkait penyakit campak. Kehadiran layanan ini membuat stand terasa hidup sekaligus mendidik.
Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes, menegaskan bahwa momentum pameran pembangunan ini sangat penting untuk menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan kesehatan berkualitas.

“Pameran Pembangunan 2025 menjadi kesempatan bagi kami untuk menunjukkan komitmen Dinkes P2KB dalam menghadirkan layanan kesehatan inovatif. Keberhasilan meraih UHC Award 2024, program PKG anak sekolah, dan bantuan ORI Campak adalah bukti nyata kerja keras kami untuk masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, edukasi kesehatan yang disampaikan langsung melalui duta kesehatan remaja dan kader posyandu merupakan strategi yang efektif.
“Kami ingin kesehatan tidak hanya dapat diakses, tetapi juga dipahami dan dijalankan oleh seluruh lapisan masyarakat Sumenep,” tambah Ellya.
Melalui perpaduan antara prestasi, inovasi, dan edukasi langsung, stand Dinkes P2KB di MCF 2025 menjadi lebih dari sekadar ajang pamer. Kehadirannya benar-benar menghadirkan ruang interaksi dan pembelajaran kesehatan bagi masyarakat.
Penghargaan ini menegaskan komitmen Dinkes P2KB untuk terus meningkatkan kualitas hidup warga Sumenep. Upaya tersebut sekaligus mendukung terciptanya pelayanan kesehatan yang merata, berkelanjutan, dan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.
![]()
Penulis : Wafa

















