Belanja Iklan dan Pemotretan Rp18 Juta di Puskesmas Guluk-Guluk Jadi Sorotan

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kepala Puskesmas Guluk-Guluk, dr. Sari Yuli Yarti, M.Kes.,

Foto. Kepala Puskesmas Guluk-Guluk, dr. Sari Yuli Yarti, M.Kes.,

SUMENEP, nusainsider.com — Puskesmas Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, mengalokasikan anggaran sebesar Rp18 juta untuk belanja jasa iklan, reklame, film, dan pemotretan pada Tahun Anggaran 2026.

Anggaran tersebut tercantum dalam dokumen Rencana Umum Pengadaan (RUP) yang bersumber dari dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Kabupaten Sumenep.
Berdasarkan penelusuran, alokasi dana itu disiapkan untuk mendukung kebutuhan publikasi berbagai program dan kegiatan pelayanan kesehatan yang dijalankan oleh Puskesmas Guluk-Guluk.

Saat dikonfirmasi pada Rabu (17/6/2026), Kepala Puskesmas Guluk-Guluk, dr. Sari Yuli Yarti, M.Kes., membenarkan adanya anggaran tersebut.

“Memang kami siapkan anggaran untuk publikasi sesuai kebutuhan,” ujar dr. Sari melalui pesan WhatsApp.

Namun demikian, ketika dimintai penjelasan lebih lanjut mengenai bentuk kegiatan yang dipublikasikan, media yang digunakan, maupun realisasi penggunaan anggaran tersebut, pihak puskesmas belum memberikan keterangan tambahan.

Baca Juga :  Cooling System Jelang Pilkada 2024, Kapolres Sumenep Silaturahmi dan Minta Doa ke Para Ulama, Berjalan Damai dan Sejuk

Padahal, informasi mengenai realisasi anggaran menjadi bagian penting dalam pengelolaan dana publik. Terlebih lagi, sumber pendanaan berasal dari BLUD yang tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas dan keterbukaan kepada masyarakat.

Belum adanya penjelasan rinci terkait penggunaan anggaran tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan publik. Hingga saat ini, belum terlihat secara jelas bentuk publikasi yang dimaksud, baik berupa iklan layanan kesehatan, kerja sama dengan media, dokumentasi kegiatan, maupun produk publikasi lainnya yang dapat diakses masyarakat. Sorotan terhadap anggaran itu datang dari aktivis Sumenep, Alzam.

Menurutnya, keberadaan anggaran publikasi pada fasilitas pelayanan kesehatan merupakan hal yang wajar selama penggunaannya benar-benar mendukung kebutuhan pelayanan dan edukasi masyarakat.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa transparansi harus tetap menjadi perhatian utama.

“Publik berhak mengetahui anggaran itu digunakan untuk apa saja. Jangan sampai ada anggaran publikasi, tetapi output-nya tidak terlihat atau manfaatnya tidak bisa dirasakan masyarakat,” kata Alzam.

Ia menjelaskan, publikasi di sektor kesehatan memiliki fungsi strategis dalam menyampaikan informasi layanan kesehatan, kampanye pencegahan penyakit, program kesehatan masyarakat, hingga edukasi yang dibutuhkan warga.

Baca Juga :  Enam Agenda Strategis Pemkab Sumenep di 2026, Dorong Kemandirian dan Daya Saing Daerah

Karena itu, penggunaan anggaran publikasi seharusnya dapat ditelusuri dan dibuktikan melalui hasil yang nyata.

“Kalau memang digunakan untuk sosialisasi program kesehatan, tentu harus ada jejak publikasinya. Misalnya berupa informasi layanan kesehatan, kampanye pencegahan penyakit, dokumentasi kegiatan, atau kerja sama publikasi dengan media. Itu bisa dilihat dan diukur manfaatnya,” ujarnya.

Alzam menambahkan, keterbukaan informasi bukan hanya sekadar memenuhi kewajiban administratif, tetapi juga menjadi upaya membangun kepercayaan publik terhadap lembaga pelayanan kesehatan.

Baca Juga :  Awali Hari Pertama Kerja, BAPPEDA Sumenep Gelar Halal Bihalal Penuh Kehangatan

Menurutnya, minimnya informasi mengenai realisasi anggaran berpotensi menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Transparansi bukan hanya soal angka. Yang lebih penting adalah masyarakat mengetahui manfaat dari anggaran yang dibelanjakan. Karena itu, pihak puskesmas perlu menjelaskan realisasinya agar tidak menimbulkan tanda tanya,” tegasnya.

Ia berharap Puskesmas Guluk-Guluk dapat membuka rincian penggunaan anggaran tersebut kepada masyarakat, mulai dari kegiatan yang dibiayai, media yang digunakan, hingga capaian yang dihasilkan dari belanja jasa iklan, reklame, film, dan pemotretan.

“Kalau semuanya jelas dan bisa dipertanggungjawabkan, tentu tidak akan menjadi polemik. Justru transparansi akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

SKK Migas-KEI Serahkan Handtraktor, Perkuat Pertanian dan Ketahanan Pangan di Kepulauan Sapeken
Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang
Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP
Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026
Jalan Desa Banyak Dikeluhkan, DPRKPP Pamekasan Siapkan Penanganan hingga Desember
100 Kamar, 6 Tipe, Fasilitas Lengkap, Grand Miami Hotel Siap Manjakan Tamu di Malang
Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat
Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:49 WIB

SKK Migas-KEI Serahkan Handtraktor, Perkuat Pertanian dan Ketahanan Pangan di Kepulauan Sapeken

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:25 WIB

100 Kamar, 6 Tipe, Fasilitas Lengkap, Grand Miami Hotel Siap Manjakan Tamu di Malang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Berita Terbaru