Program Kementerian di Korupsi, FAMS Sumenep tuding Korkab PKH Intervensi

Jumat, 29 Maret 2024 - 22:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Rumah KPM PKH Kecamatan Dasuk

Foto. Rumah KPM PKH Kecamatan Dasuk

SUMENEP, nusainsider.com — Lima puluh Persen Proses Labelisasi penerima Program keluarga Harapan (PKH) sudah hampir selesai dilakukan diberbagai wilayah kecamatan daratan dan Kepulauan kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur.

Diketahui, Pelabelan tersebut di lakukan terhadap penerima PKH untuk memastikan bahwa orang tersebut benar-benar layak menerima bantuan PKH serta menghindari terjadinya pemberian bantuan. Ada kurang lebih 46.921 titik yang akan dilakukan labelisasi.

Kementerian Sosial (Kemensos) mengeluarkan kebijakan agar rumah penerima bantuan program keluarga harapan (PKH) diberi label. Sehingga, Jika dalam proses labelisasi itu ditemukan rumah penerima yang dianggap mampu, labelisasi tetap dipasang. Namun, penerima akan dicatat untuk kemudian dilaporkan kepada Kemensos.

”PKH adalah program dari kementerian. Jadi, temuan di lapangan akan dilaporkan langsung ke kementerian,” singkatnya Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos P2A Sumenep Erwien Hendra Laksmono kepada media nusainsider.com.

Baca Juga :  Selaraskan Visi-Misi dan Arah Pembangunan, Pemkab Sumenep Gelar Musrenbangkab

Sementara itu, Aktivis Sumenep, Fairus Abadi menjelaskan bahwa Labelisasi itu dilakukan untuk meminimalisir terjadinya ketidaktepat sasaran penerima manfaat.

Dari beberapa bukti yang kemudian menjadi tandatanya, mengapa labelisasi baru dipasang? dikarenakan ada intervensi dari korkab pendamping PKH agar tidak dilaksanakan pemasangan labelisasi.

Rencana dinsos itu mau berkolaborasi dengan PKH untuk pemasangan labelisasi, tapi fakta yang terjadi, justru TAGANA dan beberapa relawan yang membantu melakukan pemasangan. Kenapa PKH tidak mau terlibat? Ini menjadi tanda tanya kalangan aktivis, “Kata Aktivis Front Aksi Mahasiswa Sumenep (FAMS) kepada media nusainsider.com melalui telepohone sellulernya, Jumat, 29 Maret 2024.

Ditanya soal viralnya Rumah megah penerima PKH minggu lalu, pihaknya menyampaikan, Ya itu harusnya PKH juga jangan melakukan pembiaran dari banyak hal yang terjadi.

Misalnya ketika ada yang tidak layak menerima, bahkan seperti adanya rumah megah milik penerima manfaat, PKH juga wajib bertanggung jawab untuk mendiskualifikasi keluarga penerima manfaat (KPM) dan digantikan ke yang lebih layak.

Makanya dengan adanya labelisasi ini, seharusnya pendamping PKH juga berperan aktif guna meminimalisir adanya ketidaktepat sasarannya program, “Imbuhnya.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Kriminalisasi Lansia, Tipidter Polres Pamekasan Dipanggil Polda

Fairus sapaan akrabnya menilai, ketidaksiapan Pendamping PKH guna meletakkan Labelisasi PKH diduga kuat akibat adanya ketidaktepat sasarannya bantuan. Terbukti, minggu lalu Viral Rumah Megah di kecamatan dasuk tertempel Labelisasi.

“Dugaan sementara, kejadian itu adalah Ulah pendamping PKH yang terlibat langsung dalam pesanan Bantuan Mas. Masih kami telusuri kebenarannya dan akan ada Aksi Besar-besaran nantinya ke Dinsos dari Aktivis Mahasiswa se-kabupaten sumenep perihal itu, Tunggu saja”, Kecamnya.

Lebihlanjut, pihak pewarta sudah berupaya konfirmasi ke Korkab PKH Sumenep sejak Senin 25/3/2024 hingga dikonfirmasi ulang pada Jumat 29/3/2024 pukul 20.48 Wib Akun Whatsappnya sudah tidak aktif. (*)

Loading

Penulis : Mif

Berita Terkait

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK
Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan
LUKW Unitomo dan IJTI Dorong Profesionalisme Wartawan Lewat Uji Kompetensi di Surabaya
Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah
Hadapi Era Digital, Ning Lia Dorong Mahasiswa Miliki Karakter dan Integritas
Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND
Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi
Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:07 WIB

LUKW Unitomo dan IJTI Dorong Profesionalisme Wartawan Lewat Uji Kompetensi di Surabaya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Hadapi Era Digital, Ning Lia Dorong Mahasiswa Miliki Karakter dan Integritas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:37 WIB

Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan

Berita Terbaru