Prosesi Arya Wiraraja, Simbol Kebesaran Sejarah Warnai Hari Jadi ke-756 Sumenep

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 22:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Tampak Bupati Sumenep saat berada di Sela-sela Prosesi Arya Wiraraja sebagai Bagian Dari Gelaran Hari Jadi kabupaten Sumenep ke-756

Foto. Tampak Bupati Sumenep saat berada di Sela-sela Prosesi Arya Wiraraja sebagai Bagian Dari Gelaran Hari Jadi kabupaten Sumenep ke-756

SUMENEP, nusainsider.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar prosesi Arya Wiraraja sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi ke-756 Kabupaten Sumenep. Tradisi sakral ini menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa besar pendiri Sumenep, Raden Arya Wiraraja.

Acara berlangsung penuh khidmat di depan Labang Mesem Keraton Sumenep, Sabtu (25/10/2025), dengan dihadiri ribuan warga, jajaran Forkopimda, serta tokoh masyarakat. Prosesi ini menjadi momentum tahunan yang selalu dinanti oleh masyarakat setempat.

Tradisi Arya Wiraraja bukan sekadar seremoni adat, melainkan refleksi nilai kepemimpinan, kebijaksanaan, dan pengabdian yang diwariskan oleh tokoh besar pendiri pemerintahan Sumenep di masa lampau. Nilai-nilai tersebut menjadi dasar pembentukan karakter masyarakat Sumenep hingga kini.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memimpin langsung jalannya prosesi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peringatan ini bukan hanya perayaan simbolik, melainkan momen untuk memperkuat semangat kebersamaan dan cinta terhadap tanah kelahiran.

“Prosesi ini sejatinya bukan hanya ritual mengenang sejarah, tetapi momentum untuk meneguhkan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap tanah kelahiran, dalam rangka meneruskan pembangunan yang lebih baik,” ujar Bupati Fauzi di sela kegiatan.

Menurutnya, di tengah derasnya arus modernisasi dan tantangan global, masyarakat harus tetap berpijak pada akar sejarah dan nilai budaya yang menjadi identitas daerah.

Baca Juga :  Rayakan Ulang Tahun dengan Berbagi, Ali Zainal Abidin Bantu Warga hingga Panti Yatim Senilai Ratusan Juta

Dengan begitu, pembangunan daerah tidak kehilangan ruh kebudayaan yang menjadi ciri khas Sumenep.

“Tradisi seperti prosesi Arya Wiraraja menjadi sarana penting untuk meneguhkan nilai gotong royong, kebersamaan, dan cinta tanah kelahiran,” tambahnya.

Bupati Fauzi menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan dan pelestarian budaya. Menurutnya, kemajuan tidak boleh menjauhkan masyarakat dari akar identitas yang telah diwariskan leluhur.

“Kemajuan tidak boleh membuat kita kehilangan jati diri. Justru dengan melestarikan budaya, kita memperkuat karakter dan nilai kemanusiaan,” ungkapnya dengan tegas.

Foto. Tarian Topeng Dalam Gelaran Hari Jadi kabupaten Sumenep ke-756

Ia juga mengingatkan bahwa Raden Arya Wiraraja telah memberikan teladan tentang kepemimpinan yang jujur, berwibawa, dan berpihak kepada rakyat. Nilai-nilai luhur itu, kata Bupati, harus terus menjadi pedoman dalam kehidupan sosial dan pemerintahan.

“Semangat dan nilai kepemimpinan yang diwariskan Arya Wiraraja harus menjadi pedoman bagi kita semua dalam menjalani kehidupan sosial di era modern ini,” tuturnya.

Prosesi Arya Wiraraja sendiri memiliki nilai simbolik tinggi dalam perjalanan sejarah Sumenep. Upacara ini menggambarkan penghormatan atas awal mula berdirinya pemerintahan Sumenep yang dikenal sebagai kerajaan maritim berpengaruh di masa lampau.

Baca Juga :  Puskesmas Batang-Batang Raih Juara I Kostum Terbaik dalam Acara Hari Kesehatan Nasional 2024

Ritual tersebut dimulai dengan pembacaan sejarah singkat Arya Wiraraja, diikuti arak-arakan tokoh simbolik mengenakan pakaian kerajaan, serta tabuhan musik tradisional yang menambah suasana sakral di halaman Keraton Sumenep.

Masyarakat yang hadir tampak antusias menyaksikan jalannya prosesi. Bagi sebagian warga, kegiatan ini bukan hanya tontonan budaya, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang daerah mereka.

Salah satu warga, Halimah, mengaku bangga bisa menyaksikan langsung prosesi tahunan tersebut.

“Setiap tahun saya selalu datang. Ini warisan budaya kita, dan anak-anak harus tahu siapa pendiri Sumenep,” ujarnya dengan bangga.

Tahun ini, peringatan Hari Jadi ke-756 Kabupaten Sumenep mengusung tema “Ngopene Soengenep”, yang berarti menjaga dan merawat warisan budaya luhur. Tema ini menjadi pengingat penting agar masyarakat tetap memelihara tradisi di tengah derasnya modernisasi.

Baca Juga :  Wow! Kepala Bappeda Sumenep Tampil Memukau Pada Grand Final Festival Batik 2024

Bupati Fauzi menilai, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana banyak nilai budaya mulai tergerus oleh perkembangan teknologi dan gaya hidup global.

“Dengan semangat Ngopene Soengenep, tumbuh rasa kepedulian untuk melestarikan, menghidupkan, dan menjaga tradisi di tengah modernisme. Budaya adalah lentera yang menuntun kemakmuran dan memberi kehidupan,” pungkasnya.

Melalui peringatan Hari Jadi ini, Pemkab Sumenep ingin menegaskan bahwa pembangunan daerah harus berlandaskan nilai-nilai budaya. Pembangunan tidak hanya berarti kemajuan fisik, tetapi juga penguatan karakter masyarakat melalui pelestarian tradisi.

Tradisi prosesi Arya Wiraraja pun kini menjadi simbol kebanggaan masyarakat Sumenep. Ia mencerminkan keteguhan masyarakat dalam menjaga warisan leluhur sebagai fondasi menuju daerah yang berkarakter, berbudaya, dan berkemajuan.

Dengan semangat Ngopene Soengenep, masyarakat Sumenep diharapkan terus bersatu menjaga nilai-nilai luhur pendiri daerahnya, serta menjadikan budaya sebagai kekuatan utama dalam membangun masa depan yang lebih gemilang.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Buntut Flyer Konferensi Pers, Disbudporapar dan FKPPI Sumenep Klarifikasi Polemik Penilaian Festival Musik Tong-Tong
JSI Sumenep Apresiasi Hadirnya Mujahid Lingkungan dalam berbagai Gelaran Event
Klaim PAN sebagai “Partai Anak Nahdliyin” Disorot, GP Ansor Singgung Nasib Pendamping Desa
OPINI : Angin Ribut yang Seolah Tak Berani Ribut
Malik Effendi Dukung Gagasan Bupati Sumenep: Kabupaten Kepulauan Sudah Saya Gagas Sejak di DPRD
Blunder! Disbudporapar dan FKPPI Didesak Klarifikasi kejanggalan pelaksanaan KEN 2026 di Sumenep
Sengit dan Meriah! Ini Daftar Juara Festival Musik Tong-Tong se-Madura 2026
Di Balik Gemuruh Festival Tongtong, Petugas DLH Sumenep Berjibaku Bersihkan Sampah hingga Pagi

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 19:43 WIB

Buntut Flyer Konferensi Pers, Disbudporapar dan FKPPI Sumenep Klarifikasi Polemik Penilaian Festival Musik Tong-Tong

Senin, 7 September 2026 - 06:27 WIB

JSI Sumenep Apresiasi Hadirnya Mujahid Lingkungan dalam berbagai Gelaran Event

Senin, 7 September 2026 - 05:33 WIB

Klaim PAN sebagai “Partai Anak Nahdliyin” Disorot, GP Ansor Singgung Nasib Pendamping Desa

Minggu, 6 September 2026 - 14:13 WIB

OPINI : Angin Ribut yang Seolah Tak Berani Ribut

Minggu, 6 September 2026 - 13:43 WIB

Malik Effendi Dukung Gagasan Bupati Sumenep: Kabupaten Kepulauan Sudah Saya Gagas Sejak di DPRD

Minggu, 6 September 2026 - 07:59 WIB

Sengit dan Meriah! Ini Daftar Juara Festival Musik Tong-Tong se-Madura 2026

Minggu, 6 September 2026 - 06:16 WIB

Di Balik Gemuruh Festival Tongtong, Petugas DLH Sumenep Berjibaku Bersihkan Sampah hingga Pagi

Sabtu, 5 September 2026 - 22:50 WIB

Gemuruh Tongtong Kembali Kuasai Sumenep, 27 Grup Se-Madura Tampil Spektakuler

Berita Terbaru

Foto. Grup Musik tong-tong Angin Ribut Tadi Malam, Sabtu 5 September 2026

Lifestyle

OPINI : Angin Ribut yang Seolah Tak Berani Ribut

Minggu, 6 Sep 2026 - 14:13 WIB