R4 Bergerak: Tenaga Non-ASN Sumenep Tuntut Kepastian di Ibu Kota

Minggu, 20 Juli 2025 - 14:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Rombongan Tenaga Honorer Kabupaten Sumenep

Foto. Rombongan Tenaga Honorer Kabupaten Sumenep

JAKARTA, nusainsider.comRatusan massa aksi damai dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Sumenep, Madura, mendatangi ibu kota untuk menyuarakan nasib tenaga non-ASN yang puluhan tahun belum mendapat kejelasan status.

Aksi ini merupakan bagian dari gerakan R4 (Revolusi Rakyat Relawan Reformasi) yang menuntut perhatian langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar memberikan solusi konkret atas ketidakpastian nasib para tenaga honorer di seluruh tanah air.

Dari ujung timur Pulau Madura, perwakilan tenaga non-ASN Kabupaten Sumenep turut hadir dalam aksi ini. Mereka dipimpin langsung oleh Iskandar, atau akrab disapa Mas Praja, yang bertindak sebagai Koordinator Lapangan Daerah (Korlapda) Sumenep.

Baca Juga :  Sumenep Punya Wisata Baru: Petik Melon Gratis Sekaligus Belajar Bertani

Kepada awak media, Mas Praja mengungkapkan keresahan dan keprihatinan mendalam atas nasib ribuan tenaga non-ASN di Sumenep yang hingga kini belum mendapatkan kejelasan status kepegawaian.

“Kami terpaksa turun ke jalan dan menempuh perjalanan panjang dari Madura ke Jakarta demi menyuarakan nasib kami. Kami ini sudah puluhan tahun mengabdi sebagai honorer. Memberikan tenaga, pikiran, bahkan jiwa untuk bangsa ini,” tegasnya, Minggu (20/7/2025).

Menurutnya, para tenaga non-ASN ini telah banyak berperan dalam mendukung jalannya pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, dan sektor penting lainnya.

Namun hingga kini, pengabdian mereka belum juga diakui secara resmi sebagai bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN), baik sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Baca Juga :  Diduga Keracunan ; Keluarga Korban akan segera selesaikan Kasus kematian Adellia di Meja Hijau

Iskandar menegaskan bahwa aksi damai ini dilakukan bukan hanya untuk mencari perhatian, tapi sebagai bentuk aspirasi tulus agar pemerintah pusat memberikan kepastian hukum dan status bagi para tenaga honorer.

“Kami ingin menjadi bagian dari abdi negara secara sah. Kami bukan hanya menuntut hak, tapi juga mengingatkan negara untuk tidak melupakan pengabdian kami,” tambahnya.

Ia berharap, kehadiran mereka di ibu kota bisa membuka hati pemerintah, terutama Presiden Prabowo, untuk segera membuat kebijakan yang berpihak pada tenaga non-ASN di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Mudik Hemat dan Cepat! Express Bahari Buka 5.000 Kuota Gratis, Rute Kangean-Sapeken Segera Tancap Gas

Aksi ini digelar secara damai dan tertib. Massa membawa spanduk, poster, dan mengenakan atribut yang mencerminkan identitas masing-masing daerah.

Selain menyampaikan orasi, mereka juga melakukan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan kemajuan Indonesia.

Para peserta aksi menegaskan bahwa mereka akan terus memperjuangkan hak-haknya melalui jalur konstitusional dan damai, tanpa kekerasan dan tanpa mengganggu ketertiban umum.

Mereka berharap aspirasi ini tidak hanya menjadi seruan yang menggema di jalanan ibu kota, tetapi juga ditindaklanjuti dengan kebijakan nyata oleh pemerintah pusat.

Loading

Penulis : Dre

Berita Terkait

Kasus Nenek Ngatini Jadi Alarm Nasional, Senator Jatim Minta Regulasi Perlindungan Debitur Diperketat
66 Rumah Tak Layak Huni Disulap Jadi Hunian Nyaman, Pemkab-Baznas Sumenep Perkuat Pengentasan Kemiskinan
Menuju Harkop ke-79 Jatim, Dekopinda Sumenep Perkuat Koordinasi dan Pemantapan Kepanitiaan
FPR Soroti Dugaan Monopoli BBM di Raas, Pemkab Sumenep Diminta Bertindak Cepat
Bahaya! Kasus BSPS Sumenep Menuju Putusan, Sidang Tuntutan Digelar di Tipikor Surabaya
Dana PKH Sumenep Tembus Rp119,7 Miliar, Penerima yang Mampu Siap Graduasi
Video Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi Dikantongi Aktivis, BPH Migas dan Ombudsman RI Diminta Turun ke Ganding
Silaturahim ke PCNU, GP Ansor Sumenep Perkuat Persiapan Ansor Bershalawat 2026

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 15:25 WIB

Kasus Nenek Ngatini Jadi Alarm Nasional, Senator Jatim Minta Regulasi Perlindungan Debitur Diperketat

Senin, 6 Juli 2026 - 15:02 WIB

66 Rumah Tak Layak Huni Disulap Jadi Hunian Nyaman, Pemkab-Baznas Sumenep Perkuat Pengentasan Kemiskinan

Senin, 6 Juli 2026 - 14:14 WIB

Menuju Harkop ke-79 Jatim, Dekopinda Sumenep Perkuat Koordinasi dan Pemantapan Kepanitiaan

Senin, 6 Juli 2026 - 11:53 WIB

FPR Soroti Dugaan Monopoli BBM di Raas, Pemkab Sumenep Diminta Bertindak Cepat

Senin, 6 Juli 2026 - 10:21 WIB

Bahaya! Kasus BSPS Sumenep Menuju Putusan, Sidang Tuntutan Digelar di Tipikor Surabaya

Senin, 6 Juli 2026 - 07:14 WIB

Video Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi Dikantongi Aktivis, BPH Migas dan Ombudsman RI Diminta Turun ke Ganding

Senin, 6 Juli 2026 - 06:49 WIB

Silaturahim ke PCNU, GP Ansor Sumenep Perkuat Persiapan Ansor Bershalawat 2026

Senin, 6 Juli 2026 - 06:45 WIB

Meriah! 48 Pasang Sapi Adu Cepat di Sumenep, HUT ke-60 Korem 084 Jadi Pesta Budaya Madura

Berita Terbaru