SUMENEP, nusainsider.com — Di bawah langit Ramadan yang sarat makna, Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar buka puasa bersama alim ulama, sebuah momentum simbolik yang mempertemukan kekuasaan, hukum, dan spiritualitas dalam satu meja kebersamaan.
Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat itu menjadi penanda bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada kebijakan administratif semata, tetapi juga pada restu doa serta nilai-nilai keimanan yang menjadi fondasi moral dalam menjalankan roda pemerintahan.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, bersama Wakil Bupati Sumenep, jajaran DPRD Kabupaten Sumenep, unsur TNI–Polri, aparat penegak hukum, serta jajaran strategis pemerintahan daerah.
Turut hadir Komandan Kodim 0827 Sumenep, Kapolres Sumenep, Kepala Kejaksaan Negeri Sumenep, Ketua Pengadilan Negeri Sumenep, Ketua Pengadilan Agama Sumenep, Pj. Sekretaris Daerah, para Asisten Sekda, Plt. Inspektur Daerah, Kepala Satpol PP, seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Sekretaris DPRD, Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar, hingga para alim ulama dari berbagai penjuru Kabupaten Sumenep.
Dalam sambutannya, Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan ruang refleksi kolektif bagi para pemimpin untuk menata ulang niat, membersihkan hati, serta memperkuat tanggung jawab moral terhadap rakyat.
“Buka puasa bersama ini bukan sekadar kebersamaan seremonial. Ini adalah ikhtiar batin agar setiap kebijakan, setiap keputusan, dan setiap langkah pemerintahan selalu berada dalam koridor keadilan, kejujuran, dan keberkahan,” ujar Fauzi.
Ia menekankan bahwa sinergi antara ulama dan umara merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas sosial, ketenteraman daerah, serta keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Sumenep.
“Tanpa doa para ulama, kekuasaan akan kering. Tanpa kebijakan yang adil, doa tidak akan menemukan jalannya. Karena itu, keduanya harus berjalan seiring,” tegasnya.
Menurutnya, kekuatan pemerintahan tidak hanya diukur dari program kerja dan capaian fisik pembangunan, tetapi juga dari ketulusan niat dan keberpihakan kepada nilai-nilai kebenaran.
Ramadan, lanjutnya, menjadi momentum strategis untuk mempererat solidaritas antar-lembaga sekaligus memperkuat komitmen moral dalam menjalankan amanah jabatan.
Bupati juga berharap agar momentum suci ini menjadi pengingat bahwa jabatan adalah titipan yang kelak dipertanggungjawabkan, tidak hanya di hadapan hukum dan masyarakat, tetapi juga di hadapan Allah SWT.
Acara buka puasa bersama tersebut ditutup dengan doa bersama, memohon agar Kabupaten Sumenep senantiasa dijauhkan dari perpecahan, diberi pemimpin yang amanah, serta dianugerahi keberkahan dalam setiap langkah pembangunan.
Di bulan suci ketika doa menggema lebih dekat ke langit, Sumenep seakan mengikat janji: membangun daerah dengan iman, menjaga kekuasaan dengan nurani.
![]()
Penulis : Wafa
















