SDN Dapenda I Laksanakan IKM; Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Dengan Cara Ini

Kamis, 22 Juni 2023 - 12:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Tahun 2023 ini, SDN Dapenda I Kecamatan Batang Batang Kabupaten Sumenep melaksanakan Kurikulum Merdeka mandiri –Mandiri Berubah, Kamis 22 Juni 2023.

Salah satu kegiatannya adalah Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Tema yang diangkat adalah Kearifan Lokal dan Dimensi yang dipilih adalah Beriman serta Bertaqwa Kepada Tuhan Yang maha Esa, Berakhlak Mulia dan Bergotong-Royong Dengan elemen Berakhlak Kepada Alam dan Kolaborasi, “Ungkapnya Subaidi, Guru Kelas IV SDN Dapenda kecamatan batang di akun facebook resmi Disdik Sumenep, Kamis 22/6/2023.

Pada kegiatan proyek ini, kegiatan yang dipilih adalah membuat cangkang ketupat (red. Orong Madura) dan hiasan untuk kegiatan-kegiatan adat dari janur kuning.

Baca Juga :  SDN Kaloang 1 Rayakan Kelulusan Dengan Pisah Kenang dan Tasyakuran

Dua kerajinan ini sangat kental dengan masyarakat Batang-Batang, namun murid SDN Dapenda I banyak yang tidak bisa membuatnya. Disamping itu, banyak pelajaran yang dapat dipetik dari filosofi janur kuning, atau pohon kelapa pada umumnya, “Jelasnya.

Semisal bagaimana menghargai alam sebagai ciptaan Tuhan yang maha esa serta nilai-nilai kebersamaan dan gotong-royong yang memberikan kebermanfaatan bagi kehidupan manusia.

Untuk pembuatan cangkang ketupat, kami meminta bantuan Nenek Tija sebagai narasumber sebab beliau Tiap hari membuat lontong kalau tidak ketupat sebagai salah satu bahan utama rujak yang dijualnya.

Berikut Video Lengkapnya

Beliau sangat ahli dalam membuat cangkang ketupat karena hampir setiap hari, utamanya pada hari-hari besar selalu membuat ketupat, “Ceritanya.

Sementara itu, Agus Dwi Saputra menyampaikan bahwa, pelaksanaan IKM di Kabupaten Sumenep di tahun ajaran 2022/2023 masih memakai beberapa opsi.

“Kalau yang sudah memakai IKM bagi sekolah penggerak,” kata Kadisdik sumenep dilansir Suarabangsa.com 25/7/2022.

Baca Juga :  Tampilkan Tarian Adat, Perpisahan Kelas VI Berlangsung Meriah

Penerapan IKM ini telah tertuang dalam Permendikbud tentang pedoman penerapan kurikulum dalam rangka pemulihan pembelajaran, pasca Pandemi Covid-19.

Jadi, satuan pendidikan masih diberi kesempatan mau ikut mandiri belajar. maksudnya sekolah bisa memakai kurikulum yang lama seperti K13 atau yang disempurnakan, dengan isian kurikulum Merdeka, “imbuhnya.

Sedangkan Opsi yang kedua yaitu, kurikulum berubah dengan penerapan kurikulum Merdeka yang menggunakan perangkat ajar yang telah disediakan di Platform merdeka mengajar.

“Kalau yang sudah mandiri berbagi sepenuhnya memakai kurikulum Merdeka,” terang Agus

Disebutkan oleh Agus, di kabupaten Sumenep tingkat SD ada 53 sekolah penggerak sedangkan, untuk tingkat SMP sebanyak 23 sekolah.

Baca Juga :  Usai Deklarasi ; Tiga Syarat Fauzi Maju Sebagai Calon Gubernur Jatim

“Sekolah penggerak, nantinya akan jadi pioner bagi sekolah yang lain, bisa dijadikan tutor, narasumber, dengan begitu sekolah yang belum menjadi sekolah penggerak mengadakan workshop yang narasumbernya teman temannya sendiri,” ucapnya.

Kadis visioner tersebut menjelaskan bahwa kurikulum Merdeka mempunyai tujuan mewujudkan profil pelajar Pancasila.

Kurikulum Merdeka dalam rangka pengembangan siswa dalam mewujudkan profil pelajar Pancasila yang terdiri dari, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa serta berakhlak, kreatifitas, gotong royong, kebhennekaan global,bernalar kritis dan kemandirian.

“Intinya memberikan penguatan proyek profil Pancasila, dengan memberikan kegiatan terhadap siswa,” pungkasnya.

Loading

Berita Terkait

Diduga Hendak Sentuh Penumpang Perempuan, Oknum Petugas Pelabuhan Kalianget Dipersoalkan
Luka Dunia Pers Belum Sembuh, SMSI Sumenep Pilih Boikot Agenda Kapolresta
Ketua DPRD Sumenep Singgung Kedisiplinan Sekda Baru, Agus Dwi Syahputra Beri Tanggapan Tenang
Kontroversi Pelarangan Liputan, Ratusan Massa Siap Kepung Mapolresta Sumenep
Taretan Sumenep, Inovasi Baru Disdik Sumenep Bangun Kolaborasi Kampus dan Sekolah Hadapi Defisit Guru
PBB-P2 Jadi Instrumen Penguatan PAD, Bapenda Sumenep Gelar Sosialisasi di Giligenting
Madrasah Aliyah di Pamekasan Perkuat Tata Kelola dan Pembelajaran Lewat Rakor KKMA 02
Ucapan Hotman Paris kepada Jurnalis Berbuntut Panjang, PWI Pamekasan Minta Proses Hukum Tetap Berjalan

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:59 WIB

Diduga Hendak Sentuh Penumpang Perempuan, Oknum Petugas Pelabuhan Kalianget Dipersoalkan

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:42 WIB

Luka Dunia Pers Belum Sembuh, SMSI Sumenep Pilih Boikot Agenda Kapolresta

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:39 WIB

Ketua DPRD Sumenep Singgung Kedisiplinan Sekda Baru, Agus Dwi Syahputra Beri Tanggapan Tenang

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:39 WIB

Kontroversi Pelarangan Liputan, Ratusan Massa Siap Kepung Mapolresta Sumenep

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:59 WIB

Taretan Sumenep, Inovasi Baru Disdik Sumenep Bangun Kolaborasi Kampus dan Sekolah Hadapi Defisit Guru

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:24 WIB

Madrasah Aliyah di Pamekasan Perkuat Tata Kelola dan Pembelajaran Lewat Rakor KKMA 02

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:42 WIB

Ucapan Hotman Paris kepada Jurnalis Berbuntut Panjang, PWI Pamekasan Minta Proses Hukum Tetap Berjalan

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:34 WIB

Kolaborasi UNESA dan Disdik Sumenep Perkuat Pembelajaran Berbasis Budaya Keris dan Literasi Ekologi

Berita Terbaru