Pertengahan 2026 Belum Beroperasi, KNMP Dapenda Senilai Rp10 Miliar Jadi Sorotan Aktivis

Minggu, 7 Juni 2026 - 08:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Pintu Masuk Pembangunan KNMP Desa Dapenda kecamatan Batang-batang Sumenep Madura Jatim

Foto. Pintu Masuk Pembangunan KNMP Desa Dapenda kecamatan Batang-batang Sumenep Madura Jatim

SUMENEP, nusainsider.com — Pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahap I yang berlokasi di Desa Dapenda, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, diduga belum selesai 100 persen hingga pertengahan tahun 2026 atau hingga per-tanggal 7 Juni 2026.

Indikasi belum tuntasnya pekerjaan tersebut mencuat karena hingga saat ini belum dilakukan proses serah terima dari pihak kontraktor pelaksana kepada pengelola koperasi yang telah ditunjuk oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia.

Sementara, Pelatihan usaha Bengkel dan Docking kapal serta alat penangkapan ikan telah diselenggarakan hari ini bertempat di balai desa bersama para nelayan.

Berdasarkan data yang dihimpun, proyek tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp10.252.411.000 dengan Nomor Kontrak 6754/DJPT.PL420/PPK/IX/2025. Pekerjaan dilaksanakan oleh CV Cendana Indah asal Kabupaten Sampang dengan pengawasan dari CV Reskindo Wasa.

Baca Juga :  Dukung Ketahanan Energi, skkmigas - Searah ketapang II Ltd Siapkan Pengeboran Baru di Bukit Tua Sampang

Di kawasan KNMP tersebut tersedia berbagai fasilitas penunjang sektor perikanan dan nelayan, mulai dari pabrik es, tempat pelelangan ikan (TPI), sentra kuliner, hingga bantuan alat tangkap dan mesin yang diperuntukkan bagi nelayan setempat.

Aktivis Aliansi Pemuda Reformasi Melawan (ALARM), Andriyadi, kepada Nusainsider.com mengaku menerima berbagai informasi dari masyarakat terkait belum optimalnya pemanfaatan fasilitas yang telah dibangun melalui anggaran negara tersebut.

Menurutnya, hingga saat ini masyarakat masih mempertanyakan status penyelesaian proyek karena belum ada informasi resmi mengenai proses serah terima kepada koperasi pengelola yang telah ditetapkan.

Baca Juga :  Momentum 1 Muharram 1448 H, Bappeda Sumenep Serukan Semangat Hijrah dan Pembangunan Daerah

Ia mengaku kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait agar fasilitas yang dibangun untuk mendukung kesejahteraan nelayan tidak terbengkalai dan dapat segera dimanfaatkan sesuai tujuan awal pembangunan.

Pihaknya juga mengaku akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek strategis yang bersumber dari anggaran pemerintah guna memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi dan ketentuan kontrak yang berlaku.

“Kami berharap instansi terkait, baik dari pemerintah pusat maupun daerah, dapat memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat mengenai progres pembangunan KNMP ini. Jika memang masih terdapat pekerjaan yang belum selesai, maka harus segera dituntaskan agar manfaatnya bisa segera dirasakan oleh nelayan,” ujar Andriyadi.

Ia berharap proses evaluasi dan penyelesaian pekerjaan dapat dilakukan secara transparan sehingga tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat, sekaligus memastikan seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat berfungsi optimal dalam meningkatkan perekonomian nelayan di wilayah pesisir Kabupaten Sumenep.

Baca Juga :  Kuatkan Jaringan Dakwah, Silaturahmi Alumni FOKSAGITA Aqidah Usymuni Digelar di Kepulauan

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor pelaksana maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai status penyelesaian pembangunan dan rencana serah terima Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahap I di Desa Dapenda tersebut.

Sejak diberitakan di media nusainsider.com, Pihak Kontraktor CV Cendana Indah belum pernah melakukan Hal Jawab dan pihak pewarta juga tidak punya akses guna konfirmasi ke pihak kontraktor.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

330 Desa di Gresik Berstatus Mandiri, Pemkab Dorong Pembentukan Kawasan Ekonomi Pedesaan
Tekan Aksi Balap Liar, Tim Gabungan Polres Pamekasan Sisir Jalanan Kota
119 Pelajar Adu Kompetensi di Olimpiade Ekonomi MGMP Sumenep, Ini Daftar Juaranya
Media Expo 2026 Digelar 10 Hari, KlikTimes.id dan Nusainsider.com Siapkan Pesta Rakyat dan Pemberdayaan UMKM Madura
Viral di TikTok! Usai di Sebut Bupati Tong-tong, Kini Achmad Fauzi di Sebut Bupati Bola
SKK Migas-KEI Serahkan Handtraktor, Perkuat Pertanian dan Ketahanan Pangan di Kepulauan Sapeken
Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang
Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:25 WIB

330 Desa di Gresik Berstatus Mandiri, Pemkab Dorong Pembentukan Kawasan Ekonomi Pedesaan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:12 WIB

Tekan Aksi Balap Liar, Tim Gabungan Polres Pamekasan Sisir Jalanan Kota

Minggu, 11 Oktober 2026 - 06:26 WIB

119 Pelajar Adu Kompetensi di Olimpiade Ekonomi MGMP Sumenep, Ini Daftar Juaranya

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:26 WIB

Media Expo 2026 Digelar 10 Hari, KlikTimes.id dan Nusainsider.com Siapkan Pesta Rakyat dan Pemberdayaan UMKM Madura

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:48 WIB

Viral di TikTok! Usai di Sebut Bupati Tong-tong, Kini Achmad Fauzi di Sebut Bupati Bola

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026

Berita Terbaru