SKK Migas Unggul di ASRRAT 2025, Inisiatif CCS/CCUS Jadi Sorotan

Rabu, 3 Desember 2025 - 07:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Apresiasi Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menerima pernghargaan dalam ajang ASRRAT 2025, Jumat (28/11) lalu

Foto. Apresiasi Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menerima pernghargaan dalam ajang ASRRAT 2025, Jumat (28/11) lalu

JATIM, nusainsider.com Laporan Keberlanjutan atau Sustainability Report SKK Migas kembali meraih peringkat Gold Rank pada ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025.

Prestasi ini memperkuat komitmen SKK Migas dan industri hulu migas dalam memperjuangkan isu keberlanjutan di tengah upaya peningkatan produksi serta lifting minyak dan gas nasional.

Bappeda Sumenep

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan bahwa upaya peningkatan produksi migas tidak mengurangi fokus lembaganya dalam menjalankan agenda keberlanjutan.

“SKK Migas dan Kontraktor KKS sedang berjuang keras untuk meningkatkan produksi dan lifting migas nasional. Namun upaya-upaya keberlanjutan tetap menjadi prioritas karena Rencana Strategis kita tidak hanya memuat peningkatan produksi, tetapi juga mendukung komitmen Indonesia menuju net zero emission,” ujarnya seusai menerima penghargaan ASRRAT 2025.

Menurut Djoko, penghargaan ini diharapkan memacu semangat seluruh pemangku kepentingan di industri hulu migas untuk terus melakukan terobosan demi memperkuat agenda keberlanjutan dalam kerangka operasional sektor migas.

Baca Juga :  Percepat Pembangunan Ekonomi Daerah, Bank BPRS Bhakti Sumekar Manfaatkan Layanan Keuangan Berbasis Syariah

Sustainability Report sendiri merupakan dokumen yang merangkum kebijakan dan langkah organisasi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Penyusunan laporan tersebut mengacu pada standar internasional Global Reporting Initiative (GRI).

ASRRAT merupakan penilaian tahunan terhadap laporan keberlanjutan yang diterbitkan berbagai instansi, diselenggarakan oleh lembaga independen National Center for Corporate Reporting (NCCR).

Gelaran ASRRAT bertujuan mendorong percepatan pelaporan keberlanjutan melalui apresiasi terhadap praktik terbaik dalam mengkomunikasikan kinerja ekonomi, sosial, lingkungan, dan tata kelola.

Pada tahun 2025, ajang ini diikuti 82 peserta yang terdiri dari 78 perusahaan Indonesia, 1 dari Bangladesh, dan 3 dari Filipina. Penjurian melibatkan akademisi tersertifikasi di bidang sustainability reporting.

SKK Migas mengikuti ajang ini secara rutin dan telah meraih Gold Rank sebanyak tujuh kali.

Baca Juga :  Viral Penolakan Masyarakat Bawean Atas Tudingan Budaya Thok Thok Sapi, Senator Jatim: Wajib Sebagai Pembelajaran

Djoko menegaskan bahwa penanganan isu keberlanjutan, termasuk pengurangan emisi, merupakan pekerjaan jangka panjang yang harus dimulai dari langkah-langkah nyata dan realistis dalam waktu dekat.

Industri hulu migas saat ini telah menjalankan berbagai inisiatif pengurangan emisi, seperti peningkatan efisiensi energi, pengurangan emisi metana, minimisasi flare gas hingga menuju zero flaring, serta pengembangan teknologi carbon capture, utilization, and storage (CCUS).

Beberapa proyek CCUS tengah menunjukkan progres, seperti Ubadari di Tangguh dan Abadi Masela. Sektor hulu migas Indonesia sebenarnya telah lama menerapkan teknologi serupa, misalnya pada proyek EOR CO₂ flooding di Lapangan Sukowati serta pemeliharaan tekanan di Lapangan Banyu Urip ExxonMobil Cepu.

Baca Juga :  Survei ARCI, Elektabilitas Bupati Sumenep Tertinggi Kedua di Posisi Cawagub Jatim 2024

Indonesia juga memiliki potensi penyimpanan karbon yang sangat besar, didukung oleh regulasi yang semakin kondusif.

“SKK Migas telah menerbitkan Pedoman Tata Kerja (PTK) yang memberikan panduan jelas bagi proyek CCS dan CCUS di sektor hulu migas. Dokumen ini menjadi acuan bagi Kontraktor KKS dalam perencanaan, evaluasi, pelaksanaan, pemantauan, dan pelaporan, serta memberi kewenangan bagi SKK Migas untuk mengevaluasi dan mengawasi proyek agar berjalan efisien, aman, dan akuntabel,” papar Djoko.

Ia menekankan bahwa industri hulu migas tidak dapat bekerja sendirian dalam memaksimalkan potensi yang ada.

“Meski iklim regulasi sudah sangat mendukung, mewujudkan proyek CCS/CCUS yang nyata tetap membutuhkan kolaborasi kuat antar seluruh pemangku kepentingan,” tandasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dari 35 ke 50 Persen, Pemkab Sumenep Pasang Target Baru Penebusan Pupuk Bersubsidi
HIMPASS Bongkar Dugaan Penyelewengan PKH di Sapeken, Kartu Bantuan Diduga Ditahan Agen
PKL Sapudi Siap Direlokasi, Pemda Bangun Pasar UMKM demi Ketertiban Kota
Belanja Online Harus Transparan, Lia Istifhama: Jangan Sampai Jadi Rojali-Rohana Digital
Ruang Kota Kian Bobrok, Abdul Mahmud Desak Bupati Evaluasi OPD Terkait
Isu Maladministrasi Seleksi Sekda Dipatahkan Surat Resmi BKN, Begini
Pembatasan Pita Cukai Rokok Sebabkan PR di Sumenep Tertekan dan Kehilangan Pasar
Dari Bencana Menuju Harapan, BAZNAS Sumenep Perbaiki Rumah Warga Pabian
banner 325x300

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:53 WIB

Dari 35 ke 50 Persen, Pemkab Sumenep Pasang Target Baru Penebusan Pupuk Bersubsidi

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:21 WIB

HIMPASS Bongkar Dugaan Penyelewengan PKH di Sapeken, Kartu Bantuan Diduga Ditahan Agen

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:31 WIB

PKL Sapudi Siap Direlokasi, Pemda Bangun Pasar UMKM demi Ketertiban Kota

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:39 WIB

Belanja Online Harus Transparan, Lia Istifhama: Jangan Sampai Jadi Rojali-Rohana Digital

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:29 WIB

Ruang Kota Kian Bobrok, Abdul Mahmud Desak Bupati Evaluasi OPD Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:46 WIB

Pembatasan Pita Cukai Rokok Sebabkan PR di Sumenep Tertekan dan Kehilangan Pasar

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:47 WIB

Dari Bencana Menuju Harapan, BAZNAS Sumenep Perbaiki Rumah Warga Pabian

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:06 WIB

Mundurnya Syahwan Efendi dari Ketua Pansel Sekda Sumenep: Manuver Politik atau Langkah Etis?

Berita Terbaru