Smart Farming Jadi Masa Depan: Sumenep Siap Masuki Era Pertanian Presisi

Selasa, 20 Januari 2026 - 08:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Bupati Sumenep kunjungi Smart Farming Hortikultura di desa Kasengan Manding

Foto. Bupati Sumenep kunjungi Smart Farming Hortikultura di desa Kasengan Manding

SUMENEP, nusainsider.com Pertanian modern berbasis teknologi kini bukan lagi wacana di Kabupaten Sumenep. Pemerintah daerah menunjukkan keseriusannya mendorong transformasi sektor pertanian dengan meninjau langsung kawasan smart farming hortikultura di Desa Kasengan, Kecamatan Manding, Senin (19/1/2026).

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, turun langsung ke lapangan untuk melihat pengembangan budidaya melon yang dikelola oleh Khalik, seorang petani milenial yang sukses menerapkan metode Machida, teknologi pertanian modern asal Jepang.

Kunjungan tersebut turut didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid.

Di lokasi, Bupati Fauzi meninjau green house yang menjadi pusat budidaya melon presisi.

Metode Machida yang diterapkan terbukti mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan. Jika pada pertanian konvensional satu batang tanaman melon hanya menghasilkan beberapa buah, dengan teknologi ini satu batang mampu menghasilkan hingga 20–30 buah melon dengan ukuran dan kualitas yang seragam.

Baca Juga :  Inilah Daftar Pemenang Lomba Mewarnai Sketsa Bung Karno di Sumenep 2025

Bahkan dalam kesempatan tersebut, Bupati Fauzi ikut memanen sekaligus mencicipi langsung hasil panen melon yang dinilai telah memenuhi standar pasar modern.

“Ini bukan sekadar panen melon, tetapi panen harapan bagi masa depan pertanian Sumenep. Kualitasnya sangat baik, layak bersaing di pasar modern, dan yang terpenting membuka peluang ekonomi baru bagi petani,” ujar Achmad Fauzi Wongsojudo.

Menurut Fauzi, keberhasilan budidaya melon berbasis teknologi ini menjadi bukti bahwa sektor pertanian mampu bertransformasi jika dikelola dengan pendekatan modern, inovatif, dan melibatkan generasi muda.

Ia menegaskan, Desa Kasengan bersama Dusun Oro memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat pelatihan smart farming bagi petani milenial di Sumenep.

“Lahan yang sebelumnya kurang produktif kini berubah menjadi laboratorium hidup. Ini bukan hanya tempat bertani, tapi juga ruang belajar, ruang usaha, dan pusat inovasi pertanian,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Sumenep, lanjut Fauzi, akan mendorong replikasi model pertanian presisi ini ke wilayah lain, terutama untuk menarik minat generasi muda agar kembali melihat pertanian sebagai sektor yang menjanjikan dan bermartabat.

Baca Juga :  Bersama Afridha Ginting, DPC KPNI Kota Medan Sukses Laksanakan Dialog Publik

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI, Dewo Ringgih, yang turut hadir dalam kunjungan tersebut, menilai metode Machida sebagai salah satu contoh konkret modernisasi pertanian di Indonesia.

“Metode Machida menekankan efisiensi, kualitas hasil, serta pengendalian yang presisi. Inilah wajah baru pertanian yang harus dikembangkan. Generasi muda yang adaptif terhadap teknologi menjadi kunci utama transformasi sektor pertanian,” ungkap Dewo.

Ia menambahkan, pertanian modern tidak hanya berbicara tentang peningkatan hasil panen, tetapi juga keberlanjutan lingkungan, efisiensi biaya produksi, serta peningkatan kesejahteraan petani.

Baca Juga :  Mengejutkan ! Pasien PKM Legung Membludak, Berikut Rahasianya

Dengan pengembangan smart farming hortikultura ini, Sumenep dinilai telah melangkah ke era baru pertanian presisi.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, petani milenial, dan dukungan pemerintah pusat menjadi fondasi kuat dalam menjawab tantangan klasik pertanian tradisional, mulai dari rendahnya produktivitas hingga minimnya regenerasi petani.

Transformasi ini diharapkan mampu menjadikan Sumenep sebagai salah satu daerah percontohan pertanian modern di Madura, sekaligus membuktikan bahwa pertanian dan teknologi dapat berjalan seiring demi masa depan pangan dan ekonomi daerah.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Perkuat Literasi Energi, SKK Migas–MedcoEnergi Ajak Insan Media Madura Bedah Industri Hulu Migas
Pesan H Her ditengah Situasi Bangsa yang Rumit, Uang Triliunan Diharapkan Sampai ke Petani Tembakau
Dari Sumenep hingga Malang, Ali Zainal Abidin Teguhkan Gerakan Fastabiqul Khairat untuk Negeri
Founder BIP Tegaskan Bantuan Rp2 Miliar Tetap Sesuai Rencana, Ali: Fokus Kami Kemanusiaan
Dunia E-Bike Bumi Putra, Pusat Sepeda dan Motor Listrik Terlengkap di Sumenep
Petani Pulau Sapeken Keluhkan Pupuk Telat Datang, DPRD Minta Jalur Distribusi Dibenahi
Ucapan Harkopnas Bupati Sumenep Diduga Sarat Sinyal Politik, GPPD Bocorkan Hal Ini
Diduga Langgar Perda, Stand UMKM di depan MAN Sumenep Diminta Segera Ditertibkan

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 14:26 WIB

Perkuat Literasi Energi, SKK Migas–MedcoEnergi Ajak Insan Media Madura Bedah Industri Hulu Migas

Senin, 13 Juli 2026 - 02:51 WIB

Pesan H Her ditengah Situasi Bangsa yang Rumit, Uang Triliunan Diharapkan Sampai ke Petani Tembakau

Senin, 13 Juli 2026 - 00:28 WIB

Dari Sumenep hingga Malang, Ali Zainal Abidin Teguhkan Gerakan Fastabiqul Khairat untuk Negeri

Minggu, 12 Juli 2026 - 22:06 WIB

Founder BIP Tegaskan Bantuan Rp2 Miliar Tetap Sesuai Rencana, Ali: Fokus Kami Kemanusiaan

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:39 WIB

Dunia E-Bike Bumi Putra, Pusat Sepeda dan Motor Listrik Terlengkap di Sumenep

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:34 WIB

Ucapan Harkopnas Bupati Sumenep Diduga Sarat Sinyal Politik, GPPD Bocorkan Hal Ini

Minggu, 12 Juli 2026 - 06:02 WIB

Diduga Langgar Perda, Stand UMKM di depan MAN Sumenep Diminta Segera Ditertibkan

Minggu, 12 Juli 2026 - 05:39 WIB

Proyek Rp374 Juta Disorot, Jalan Tamidung–Gapura Tengah Mulai Mengelupas Sebelum Selesai

Berita Terbaru