SUMENEP, nusainsider.com — Semangat kolaborasi lintas sektor kembali ditunjukkan dalam aksi bersih-bersih bertajuk “Jumat Berkah” yang digelar di Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Pemerintah Desa Legung Timur hingga masyarakat setempat.
Aksi gotong royong itu menjadi bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan desa yang bersih, sehat, dan asri, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Pantauan media nusainsider.com di lokasi, kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala DLH Sumenep Anwar Syahroni Yusuf, Kapolsek Batang-Batang AKP Ratman Desianto, Camat Batang-Batang Mujib, Sekretaris Desa Legung Timur Imam Sofyan, serta masyarakat setempat yang antusias mengikuti kegiatan.
Sekretaris Desa Legung Timur, Imam Sofyan, menegaskan bahwa aksi bersih-bersih tersebut bukan sekadar menyingkirkan sampah, melainkan upaya membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya lingkungan sehat.
“Aksi ini bukan hanya soal membersihkan sampah, tetapi bagaimana menanamkan kesadaran bahwa lingkungan sehat adalah tanggung jawab bersama. Gotong royong menjadi cara paling efektif untuk mencapainya,” ujarnya.
Menurutnya, melalui gerakan kolaboratif tersebut, Pemerintah Desa Legung Timur berharap dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain, khususnya di Kecamatan Batang-Batang dan Kabupaten Sumenep secara umum.
Ia menilai persoalan sampah dan pencemaran lingkungan, termasuk di wilayah pesisir, dapat diatasi apabila seluruh elemen masyarakat bergerak bersama dengan semangat kepedulian dan kerja sama nyata.
“Kegiatan ini tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antara warga, aparat desa, dan berbagai elemen masyarakat. Harapannya, budaya menjaga kebersihan bisa terus tumbuh dan dijaga bersama,” tambahnya.
Imam sapaan akrabnya juga menyebut, aksi sederhana tersebut membawa dampak besar bagi lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat.
“Desa Legung Timur dan sekitarnya kini menjadi simbol lingkungan sehat, kolaboratif, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, menekankan bahwa lingkungan yang bersih mencerminkan masyarakat yang peduli terhadap masa depan.
“Pendidikan lingkungan dimulai dari tindakan sederhana sehari-hari. Kegiatan gotong royong seperti ini harus menjadi teladan bagi generasi muda dan dimulai dari pemerintah desa,” tegasnya.
![]()
Penulis : Wafa
















