Sumenep Temukan Varietas Kacang Hijau Kuning Unik, Pemerintah Bergerak Amankan Hak Paten

Senin, 15 Juni 2026 - 09:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Chainur Rasyid, M.Si Kepala DKPP Sumenep saat berada di salah satu stand

Foto. Chainur Rasyid, M.Si Kepala DKPP Sumenep saat berada di salah satu stand

SUMENEP, nusainsider.com Kabupaten Sumenep kembali menorehkan potensi baru di sektor pertanian melalui ditemukannya varietas kacang hijau berwarna kuning murni di wilayah Kecamatan Ambunten dan Kecamatan Pasongsongan.

Temuan tersebut dinilai sebagai kekayaan hayati lokal yang berpotensi menjadi identitas baru pertanian daerah sekaligus memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep memberikan perhatian serius terhadap keberadaan varietas unik tersebut. Bahkan, pemerintah daerah mulai menyiapkan langkah perlindungan hukum melalui proses pendaftaran varietas dan pengajuan hak paten guna menghindari klaim dari pihak lain.

Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan bahwa varietas kacang hijau tersebut tergolong langka karena memiliki karakter warna yang berbeda dibandingkan kacang hijau pada umumnya. Hingga saat ini, pihaknya belum menemukan varietas serupa di daerah lain.

“Ini bukan sekadar tanaman biasa, tetapi bagian dari kekayaan genetik lokal yang dimiliki Kabupaten Sumenep. Karena itu, perlu dijaga dan dilindungi sejak sekarang,” ujar Chainur.

Menurutnya, perlindungan hukum terhadap varietas lokal menjadi langkah strategis di tengah perkembangan industri pertanian modern yang semakin kompetitif. Tanpa legalisasi resmi, kekayaan hayati daerah berpotensi diambil atau diklaim oleh pihak luar.

“Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton ketika varietas lokal ini berkembang dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Negara harus hadir melindungi hak masyarakat dan petani lokal,” tegasnya.

Saat ini, DKPP Sumenep tengah melakukan pendataan, identifikasi, serta penyusunan administrasi sebagai bagian dari proses pendaftaran varietas ke kementerian terkait.

Baca Juga :  Batik dan Wayang Curi Perhatian Pengunjung Edu Kampus School 2026 di Surabaya

Langkah tersebut tidak hanya bertujuan memberikan perlindungan hukum, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis pangan lokal.

Di tengah masyarakat, kacang hijau kuning itu dikenal dengan nama “Artak”. Selama ini, warga memanfaatkannya sebagai bahan pangan tradisional, seperti bubur kacang hijau, es kacang hijau, hingga campuran kaldu khas Madura yang disajikan bersama lontong dan kikil sapi.

Baca Juga :  Dukungan dan Doa Mengalir di Perayaan Ultah ke-39 Pimred detikzone.id

Keunggulan utama varietas ini terletak pada warna kuning alaminya yang menarik serta cita rasa khas yang berbeda. Kondisi tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk pangan olahan bernilai tambah yang mampu menembus pasar regional maupun nasional.

Inong sapaan akrabnya menambahkan, temuan varietas baru tersebut semakin memperkuat posisi Kabupaten Sumenep sebagai daerah yang kaya akan sumber daya pertanian lokal. Sebelumnya, Sumenep juga dikenal memiliki bawang merah khas Rubaru yang telah menjadi salah satu komoditas unggulan daerah.

Baca Juga :  Mudik Gratis Pakai KMP DBS III, DPRD Warning Oknum Calo

“Ini menunjukkan bahwa sektor pertanian Sumenep memiliki potensi besar jika dikelola secara serius, mulai dari perlindungan varietas, pengembangan produk, hingga pemasaran,” katanya.

Sebagai bagian dari proses legalisasi, DKPP Kabupaten Sumenep telah mengusulkan tiga nama varietas yang akan didaftarkan secara resmi, yakni Arta Potre Koneng, Arta Potre Raddin, dan Arta Potre Rato.

Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap keberadaan kacang hijau kuning khas Ambunten dan Pasongsongan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat lokal, tetapi juga mampu berkembang menjadi identitas pertanian daerah yang memiliki daya saing di tingkat nasional serta memberikan manfaat ekonomi bagi para petani di masa mendatang.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Detikzone.id Buktikan Peran Media Lewat Aksi Nyata, Bantuan Terus Mengalir hingga Hari ke-26
HM Cafe & Billiard Dibuka, Sumenep Miliki Arena Biliar Modern Berstandar dan Kafe Estetik
Kelangkaan BBM Sumenep Picu Sorotan, Dugaan Praktik Pengisian Jerigen di SPBU Paberasan Diselidiki Publik
DRT The Big Family Gelar Kampung Semarak DRT, Perkuat UMKM Lewat Panggung Hiburan Rakyat
Kirab Pusaka Keraton Sumenep Jadi Momentum Pelestarian Budaya dan Pengembangan Wisata
Tangis Haru dan Doa Menggema, H. Bambang Wujudkan Santunan untuk 1.000 Anak Yatim
BBM Langka, Harga Bensin Eceran di Sumenep Tembus Rp15 Ribu per Liter
BBM Diserbu Warga, Antrean Panjang Lumpuhkan Sejumlah Ruas Jalan di Madura

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:49 WIB

Detikzone.id Buktikan Peran Media Lewat Aksi Nyata, Bantuan Terus Mengalir hingga Hari ke-26

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:49 WIB

HM Cafe & Billiard Dibuka, Sumenep Miliki Arena Biliar Modern Berstandar dan Kafe Estetik

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:29 WIB

Kelangkaan BBM Sumenep Picu Sorotan, Dugaan Praktik Pengisian Jerigen di SPBU Paberasan Diselidiki Publik

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:57 WIB

DRT The Big Family Gelar Kampung Semarak DRT, Perkuat UMKM Lewat Panggung Hiburan Rakyat

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:36 WIB

Kirab Pusaka Keraton Sumenep Jadi Momentum Pelestarian Budaya dan Pengembangan Wisata

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:53 WIB

BBM Langka, Harga Bensin Eceran di Sumenep Tembus Rp15 Ribu per Liter

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:53 WIB

BBM Diserbu Warga, Antrean Panjang Lumpuhkan Sejumlah Ruas Jalan di Madura

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:56 WIB

Capacity Building e-PBB 2026, Bapenda Sumenep Genjot Kepatuhan Pajak dan PAD

Berita Terbaru