SUMENEP, nusainsider.com — Kabupaten Jember, Jawa Timur, turut memeriahkan perhelatan Madura Culture Festival (MCF) #3 yang digelar di Gor A Yani, Sumenep, Sabtu (30/8/2025).
Jember menampilkan tarian khas berjudul “Tari Putri Jembersari” yang memukau ribuan penonton.

Tarian ini merupakan salah satu warisan budaya dari Kabupaten Jember yang sarat dengan makna sejarah.
Tari Putri Jembersari terinspirasi dari sosok legendaris Putri Jembersari, seorang pemimpin bijaksana yang dikenal karena kebaikan hati serta keberaniannya dalam menjaga desanya dari serangan musuh.
Sejarah menyebutkan, nama Jember diyakini berasal dari Putri Jembersari. Kehadirannya dikenang sebagai tokoh yang berani mengorbankan diri demi rakyatnya.
Karena jasa dan kepemimpinannya, masyarakat kemudian mengabadikan namanya sebagai sebutan daerah yang kini dikenal sebagai Jember.
Dalam penampilannya di MCF #3, tarian tersebut tidak hanya menampilkan keindahan gerak, tetapi juga menyampaikan pesan moral. Makna Tari Putri Jembersari antara lain:
- Melambangkan kepemimpinan yang bijaksana, kebaikan hati, serta kesetiaan.
- Menjadi bentuk penghormatan atas sejarah dan legenda awal mula nama Jember.
- Merepresentasikan kebudayaan lokal yang terus dijaga dan ditampilkan dalam berbagai acara seni.
Legenda tentang Putri Jembersari cukup terkenal di tanah Jawa. Dikisahkan, di sebuah desa kecil dekat Pantai Payangan, Jember, sang putri tumbuh menjadi sosok tangguh yang mampu memimpin rakyatnya.
Saat desanya diserang perampok ketika para lelaki pergi melaut, Putri Jembersari tampil sebagai pelindung.
Keberanian dan pengorbanannya menjadi kisah yang terus dikenang hingga kini. Meski gugur dalam serangan, namanya tetap hidup dalam ingatan masyarakat sebagai simbol keteguhan hati seorang pemimpin perempuan.
Kini, melalui Tari Putri Jembersari, legenda tersebut kembali dihidupkan dan dipersembahkan tidak hanya untuk masyarakat Jember, tetapi juga bagi khalayak luas di Madura Culture Festival.
Penampilan ini sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan pertukaran budaya antar daerah di Jawa Timur dan Madura.
Pagelaran MCF #3 sendiri menjadi wadah besar yang menampilkan beragam seni dan budaya dari kabupaten/kota se-Madura dan Tapal Kuda.
Kehadiran Kabupaten Jember dengan tarian khasnya memperkaya khazanah pertunjukan sekaligus menambah daya tarik festival tahunan ini.
![]()
Penulis : Wafa

















