Tari Trajeng, Pesan Kebersamaan Pasuruan di Madura Culture Festival #3

Minggu, 31 Agustus 2025 - 02:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Tari Trajeng asal kota pasuruan saat tampil di Ajang Madura Culture Festival #3

Foto. Tari Trajeng asal kota pasuruan saat tampil di Ajang Madura Culture Festival #3

SUMENEP, nusainsider.com Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, yang dikenal sebagai Kota Santri karena banyaknya pondok pesantren di wilayahnya, turut memeriahkan Madura Culture Festival (MCF) #3 tahun 2025 di Kabupaten Sumenep.

Kehadiran Kabupaten Pasuruan di Sumenep tidak hanya dalam bentuk seni pertunjukan, tetapi juga ikut serta dalam Pameran Pembangunan yang menjadi bagian dari rangkaian Madura Night Vaganza dan MCF #3, yang digelar sejak 28 Agustus hingga 3 September 2025.

Salah satu penampilan utama yang disuguhkan adalah tari bertajuk “Trajeng”, karya seniman Kota Pasuruan. Tarian ini merupakan rekonstruksi kisah relasi Jawa–Tionghoa pada masa lalu yang menekankan nilai pembauran, kebersamaan, serta sikap saling menghargai dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga :  Momentum Hari Jadi Sumenep ke-756, Gergaji Harapkan 8 Program Berikut ini

“Trajeng” sendiri merupakan akronim dari “Trah Kinjeng”, yang berarti silsilah kerabat Nyai Roro Kinjeng. Kisah yang diangkat dalam tarian ini menggambarkan kesetiaan seorang perempuan dan jiwa patriotik dalam perjuangan.

Pada masanya, relasi Jawa–Tionghoa digambarkan hidup berdampingan, bahu-membahu, serta bersatu dalam meraih kedamaian.

Sosok Nyai Roro Kinjeng menjadi simbol kebersamaan tersebut. Ia adalah puteri Kyai Tumenggung Onggojoyo, Bupati Pasuruan yang memimpin pada tahun 1739–1793.

Baca Juga :  Belanja Online Harus Transparan, Lia Istifhama: Jangan Sampai Jadi Rojali-Rohana Digital

Kehadiran sosok ini memperkuat pesan bahwa kebersamaan dan keberagaman sejak dahulu kala telah menjadi fondasi masyarakat Pasuruan.

Sutradara sekaligus penata tari dan musik pertunjukan ini, Parrisca, menjelaskan bahwa kedatangan orang Tionghoa di Indonesia sudah berlangsung lama.

Mereka membawa budaya dari tanah asalnya dan kemudian beradaptasi dengan kebudayaan lokal.

“Inilah yang terjadi di Pasuruan dan beberapa kota lainnya di Jawa Timur,” ungkapnya.

Selain tarian “Trajeng” sebagai pembuka, duta seni Kota Pasuruan juga mempersembahkan tari “Takruk Maru”. Tidak hanya itu, sejumlah penyanyi turut tampil membawakan lagu-lagu daerah yang mengiringi peragaan busana batik khas Pasuruan.

Baca Juga :  Akibat Dugaan Korupsi Kasus BSPS, P-APBD Sumenep 2025 Terancam Tak Ditandatangani

Sebagai penutup, rombongan seni Kabupaten Pasuruan mempersembahkan drama tari bertajuk “Untung Suropati Merdika”.

Pertunjukan ini menegaskan kembali bahwa perjuangan masyarakat Jawa Timur dalam merebut kemerdekaan melampaui batas suku dan agama, dengan tujuan yang sama: memperjuangkan hak sebagai manusia merdeka.

Kehadiran Kabupaten Pasuruan di MCF #3 tahun ini semakin memperkaya ragam budaya yang ditampilkan, sekaligus meneguhkan bahwa perbedaan dapat menjadi perekat yang menguatkan kebersamaan dalam kehidupan berbangsa.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Ziarah Jelang Ramadan, Lia Istifhama Tegaskan Makna Cinta Lewat Doa untuk Leluhur
Jelang Libur Panjang, Sipropam Polres Sumenep Sisir Tempat Hiburan Malam
Jaga Stabilitas Harga, Bupati Fauzi Dialog Langsung dengan Pedagang dan Pembeli
Wujudkan Lingkungan Sehat, Pemdes Pinggirpapas Turun Langsung Bersih-Bersih
Budaya Gotong Royong Terjaga, Aparatur Kecamatan Batang-Batang Bersihkan Area Perbatasan
Tokoh Muda Sumenep Naghfir Sowan ke KHR. Azaim Ibrahimy, Teguhkan Warisan Sanad Keilmuan
Bayi Terluka Ditemukan di Gang Trunojoyo, Polisi Selidiki Kasus Secara Humanis
Pengukuhan DEKOPINDA Sumenep Jadi Tonggak Penguatan UMKM dan Ekonomi Pesisir

Berita Terkait

Minggu, 15 Februari 2026 - 14:00 WIB

Ziarah Jelang Ramadan, Lia Istifhama Tegaskan Makna Cinta Lewat Doa untuk Leluhur

Sabtu, 14 Februari 2026 - 22:43 WIB

Jelang Libur Panjang, Sipropam Polres Sumenep Sisir Tempat Hiburan Malam

Jumat, 13 Februari 2026 - 22:35 WIB

Jaga Stabilitas Harga, Bupati Fauzi Dialog Langsung dengan Pedagang dan Pembeli

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:39 WIB

Budaya Gotong Royong Terjaga, Aparatur Kecamatan Batang-Batang Bersihkan Area Perbatasan

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:47 WIB

Tokoh Muda Sumenep Naghfir Sowan ke KHR. Azaim Ibrahimy, Teguhkan Warisan Sanad Keilmuan

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:26 WIB

Bayi Terluka Ditemukan di Gang Trunojoyo, Polisi Selidiki Kasus Secara Humanis

Kamis, 12 Februari 2026 - 10:57 WIB

Pengukuhan DEKOPINDA Sumenep Jadi Tonggak Penguatan UMKM dan Ekonomi Pesisir

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:52 WIB

Kolaborasi KEI dan Pemkab Sumenep Perkuat Pendidikan Guru Kepulauan

Berita Terbaru