Wow ! Para Pemimpin ASEAN Kecam Serangan Terhadap Konvoi Diplomat Yang Membawa Bantuan Di Myanmar

Senin, 15 Mei 2023 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Junta Myanmar dilaporkan membakar hidup-hidup 19 warga sipil, termasuk delapan anak, pada Rabu pekan lalu, ketika KTT ASEAN digelar di Labuan Bajo.

Ilustrasi. Junta Myanmar dilaporkan membakar hidup-hidup 19 warga sipil, termasuk delapan anak, pada Rabu pekan lalu, ketika KTT ASEAN digelar di Labuan Bajo.

JAKARTA, Nusainsider.com Pasukan junta Myanmar dilaporkan membakar hidup-hidup 19 warga sipil, termasuk delapan anak-anak, pada Rabu pekan lalu, ketika konferensi tingkat tinggi (KTT) ASEAN digelar di Labuan Bajo.

Sejumlah warga mengatakan bahwa pasukan junta menahan beberapa orang yang tinggal di Desa Nyaung Pin Thar di kawasan Bago pada 10 Mei lalu. Pasukan kemudian membakar para warga sekitar pukul 17.00.

Bappeda Sumenep

Lima di antara 19 orang yang dibakar itu merupakan satu keluarga. Salah satunya adalah anak-anak yang baru berusia 6 tahun.

“Pasukan junta militer membunuh mereka begitu saja,” ucap salah satu sumber kepada Radio Free Asia (RFA), menjelang akhir pekan lalu.

Pembakaran itu terjadi di kawasan Bago, di mana pertempuran pecah antara tentara junta dan dua kelompok pemberontak Karen, yaitu Pasukan Pertahanan Rakyat (PDF) dan Tentara Pembebasan Nasional Karen (KNLA).

Baca Juga :  Catatan Buku Putih ; 1,5 Milyar Uang Diantar Kerumah 'ADP'

Beberapa jam sebelum pembakaran itu, pemberontak melancarkan serangan ke salah satu situs tambang di kawasan Bago.

“Kami meledakkan tambang sekitar 15 kali dan sekitar 30 tentara junta tewas. Setelah itu, tentara junta ke Desa Nyaung Pin Thar. Pertempuran juga pecah di sana,” ucap salah satu pemberontak.

Ia kemudian berkata, “Kami baru tahu semalam, setelah pertempuran berakhir, bahwa mereka membunuh warga-warga di desa itu. Kami baru menemukan jasad mereka pagi ini.”

Hingga kini, junta militer Myanmar belum memberikan keterangan resmi mengenai insiden ini.

Pembakaran ini sendiri terjadi ketika KTT ASEAN digelar di Labuan Bajo. Konflik Myanmar merupakan salah satu momok yang menjadi sorotan para pemimpin negara blok Asia Tenggara tersebut.

Baca Juga :  Kapolres Minahasa Utara AKBP.Dandung Putut Wibowo,SIK,SH,MH Percayakan Iptu Riska Angkol, S.Sos Jabat Kapolsek Kema

Para pemimpin ASEAN bahkan merilis satu deklarasi khusus untuk mengecam serangan terhadap konvoi diplomat yang membawa bantuan di Myanmar. Konvoi tersebut juga mencakup diplomat Indonesia.

Selama acara berlangsung, sejumlah pemimpin negara, termasuk Presiden Joko Widodo, juga terus memperingatkan Myanmar agar segera menghentikan konflik.

Myanmar memang masih terus didera konflik usai militer menggulingkan pemerintah yang sah pada 1 Februari 2021 lalu. Warga merespons kudeta itu dengan menggelar demonstrasi di berbagai penjuru.

Namun, junta menanggapi dengan kekuatan berlebih. Mereka bahkan tak segan membunuh yang menentang kekuasaannya.

Dua bulan setelah kudeta, ASEAN turun tangan. Organisasi ini menggelar pertemuan khusus yang menghadirkan kepala negara anggota, termasuk junta militer Myanmar, Min Aung Hlaing, pada April 2021 di Jakarta.

Baca Juga :  Presiden RI, Joko Widodo Sarankan Menteri Maju Capres Ajukan Cuti

Pertemuan itu menghasilkan lima poin konsensus. Poin-poin itu di antaranya kekerasan di Myanmar harus segera dihentikan, dan harus ada dialog konstruktif mencari solusi damai.

Dua tahun berlalu, Myanmar tak kunjung memenuhi kelima poin konsensus itu. ASEAN pun tak pernah lagi mengundang Myanmar dalam pertemuan-pertemuan blok tersebut.

Jokowi mendesak Myanmar agar patuh. Ia juga mengaku siap bicara dengan junta Myanmar.

“Indonesia siap berbicara dengan siapa pun, termasuk dengan junta dan seluruh stakeholder [pihak terkait] di Myanmar, untuk kepentingan kemanusiaan,” ujar Jokowi.

Namun, ia menegaskan bahwa pendekatan terhadap Myanmar ini bukan berarti Indonesia mengakui junta militer sebagai pemerintahan sah negara itu.

“Dan yang penting untuk saya tegaskan bahwa engagement, bukan recognition. Melakukan pendekatan bukan berarti memberikan pengakuan,” tuturnya.

Loading

Berita Terkait

Sinergi Destinasi Nasional, Labuan Bajo dan Jawa Timur Diusulkan Satu Paket
RDP DPD RI–Kemenhaj: Formula Kuota Haji Berbasis Antrian Dinilai Lebih Adil
Lia Istifhama Sebut Sumber Energi dari Madura, Peluang Kerja ke Luar Daerah
Belanja Online Harus Transparan, Lia Istifhama: Jangan Sampai Jadi Rojali-Rohana Digital
Inovasi Digital Tak Harus dari Kota, Rumah Desa Hebat Tuai Pujian Ning Lia
P2G Kritik Perpres MBG: Pengangkatan Pegawai Gizi Dinilai Abaikan Nasib Guru
7 Piala Sekaligus! Valen Akbar Buktikan Dirinya Juara Versi Rakyat
Perkuat Layanan Pendidikan, Yayasan Khadijah Serap Wawasan Manajemen dari DPD RI
banner 325x300

Berita Terkait

Kamis, 29 Januari 2026 - 13:42 WIB

Sinergi Destinasi Nasional, Labuan Bajo dan Jawa Timur Diusulkan Satu Paket

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:38 WIB

RDP DPD RI–Kemenhaj: Formula Kuota Haji Berbasis Antrian Dinilai Lebih Adil

Sabtu, 24 Januari 2026 - 02:43 WIB

Lia Istifhama Sebut Sumber Energi dari Madura, Peluang Kerja ke Luar Daerah

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:39 WIB

Belanja Online Harus Transparan, Lia Istifhama: Jangan Sampai Jadi Rojali-Rohana Digital

Senin, 19 Januari 2026 - 09:26 WIB

Inovasi Digital Tak Harus dari Kota, Rumah Desa Hebat Tuai Pujian Ning Lia

Jumat, 16 Januari 2026 - 06:43 WIB

P2G Kritik Perpres MBG: Pengangkatan Pegawai Gizi Dinilai Abaikan Nasib Guru

Jumat, 16 Januari 2026 - 01:59 WIB

7 Piala Sekaligus! Valen Akbar Buktikan Dirinya Juara Versi Rakyat

Kamis, 15 Januari 2026 - 21:37 WIB

Perkuat Layanan Pendidikan, Yayasan Khadijah Serap Wawasan Manajemen dari DPD RI

Berita Terbaru