Rokok MBS Diduga Gunakan Pita Cukai Salah: ALARM Desak Bea Cukai Bertindak

Kamis, 26 Juni 2025 - 20:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. 5 (Lima) Varian Rokok MBS Salah Peletakkan Pita Cukai.

Foto. 5 (Lima) Varian Rokok MBS Salah Peletakkan Pita Cukai.

SUMENEP, nusainsider.com — Aktivis Aliansi Pemuda Reformasi Melawan (ALARM) Kabupaten Sumenep menyoroti dugaan praktik ilegal dalam industri rokok kecil di Madura, khususnya yang melibatkan produk rokok bermerek MBS.

Andriyadi, salah satu aktivis ALARM, menegaskan bahwa seluruh pihak di lingkaran industri rokok kecil di Madura tahu bahwa rokok MBS adalah milik Ali Zainal Abidin.

“Basis produksinya juga ada di wilayah Sumenep,” katanya, Kamis, 26 Juni 2025.

Menurut Andriyadi, dugaan keterlibatan aparat Bea Cukai Madura dalam pembiaran praktik tersebut sangat kuat. Ia bahkan menyebut adanya permainan antara produsen rokok MBS dan pihak Bea Cukai.

“Iya mas, saya sudah punya bukti produknya. Akan kami konsultasikan ke Bea Cukai,” ujar Andriyadi kepada media ini.

Ia membeberkan, praktik yang dilakukan MBS diduga kuat menyalahi aturan, karena rokok tersebut beredar dengan isi 20 batang tetapi hanya dilekati pita cukai yang seharusnya untuk 10 batang.

“Ini jelas melanggar Pasal 29 dan Pasal 54 UU No. 39 Tahun 2007 tentang Cukai, yang mengatur kesesuaian antara jumlah batang rokok dengan pita cukainya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Andriyadi menjelaskan bahwa rokok ilegal maupun tidak sesuai ketentuan legal memiliki beberapa ciri. Di antaranya, rokok tanpa pita cukai (polos), pita cukai palsu, salah peruntukan, pita cukai bekas, hingga kesalahan personalisasi.

“Dalam kasus MBS, pita cukai 10 batang digunakan pada produk berisi 20 batang. Ini bukan salah cetak, tapi niat curang,” ungkapnya.

Ia juga mempertanyakan bagaimana produksi dalam skala besar bisa bebas dari pengawasan aparat. Menurutnya, sangat tidak masuk akal jika tidak ada kongkalikong antara pihak produsen dan aparat terkait.

“Tidak mungkin produksi sebesar itu bisa lolos tanpa pengawasan. Pasti ada permainan di hulu antara produsen dan aparat,” kata Andriyadi dengan nada kecewa.

Ia meminta Bea Cukai Madura agar tidak bersikap masa bodoh terhadap praktik yang mencederai regulasi dan merugikan negara dari segi pendapatan cukai.

“Kami mendesak Bea Cukai untuk segera menindaklanjuti temuan ini. Jangan sampai rakyat kehilangan kepercayaan terhadap institusi negara,” tandasnya.

ALARM Sumenep juga berencana membawa kasus ini ke jalur hukum jika tidak ada tindakan tegas dari instansi terkait dalam waktu dekat.

“Kami akan bersurat resmi, bahkan bila perlu kami ajukan gugatan ke PTUN agar praktik ini tidak terus dibiarkan,” tutup Andriyadi.

Loading

Baca Juga :  Pemuda Harus Jadi Motor Perubahan, Bukan Penonton Zaman – Pesan Khairul Umam di Hari Sumpah Pemuda

Penulis : Ali

Berita Terkait

Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND
Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi
Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa
Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan
KEN 2026, Sumenep Padukan Kemegahan Musik Tongtong dengan Sejarah Arya Wiraraja
Dinkes Sumenep Perluas Edukasi Kesehatan, Kasus ISPA Dilaporkan Turun 70 Persen
Dua Jawara Kerapan Sapi Sumenep Melaju ke Piala Presiden, Target Haji Udik Jelas: Juara!
FIKOM Unitomo Siapkan Mahasiswa Hadapi Krisis Informasi melalui Kolaborasi dengan PERHUMAS

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:22 WIB

Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:37 WIB

Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:53 WIB

KEN 2026, Sumenep Padukan Kemegahan Musik Tongtong dengan Sejarah Arya Wiraraja

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Dua Jawara Kerapan Sapi Sumenep Melaju ke Piala Presiden, Target Haji Udik Jelas: Juara!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:43 WIB

FIKOM Unitomo Siapkan Mahasiswa Hadapi Krisis Informasi melalui Kolaborasi dengan PERHUMAS

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Dorong Pelayanan Posyandu Berkualitas, Kader di Pragaan Laok Ikuti Supervisi Fasilitatif

Berita Terbaru