Modus Pita Cukai Rokok MBS, Bani dan Papa Muda Rugikan Negara Miliaran. BC Madura Tutup Mata

Senin, 30 Juni 2025 - 10:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Rokok Merk MBS, Papa Muda dan Bani (Ist/nusainsider.com)

Foto. Rokok Merk MBS, Papa Muda dan Bani (Ist/nusainsider.com)

SUMENEP, nusainsider.com Dugaan praktik penyimpangan dalam peredaran rokok ilegal di Kabupaten Sumenep kembali mencuat.

Kali ini, Aktivis Aliansi Pemuda Reformasi Melawan (ALARM) menemukan modus baru yang dinilai merugikan negara dalam jumlah besar.

Menurut investigasi ALARM, sejumlah produk rokok yang seharusnya dikemas dengan isi 10 batang, justru beredar dalam bungkus isi 20 batang. Ironisnya, pita cukai yang digunakan tetap untuk kemasan isi 10 batang.

“Ini bukan sekadar mengelabui Bea Cukai Madura, tapi sudah menipu negara dan Kementerian Keuangan,” tegas Andriyadi, aktivis ALARM kepada nusainsider.com, Sabtu (28/6/2025).

Ia menambahkan, dugaan penyimpangan ini sangat serius dan berpotensi masuk dalam kategori Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Sebab praktik tersebut telah menyebabkan potensi kebocoran penerimaan negara dalam jumlah signifikan.

“Kalau dibiarkan, ini akan menjadi preseden buruk. Negara tidak hanya kehilangan pemasukan, tapi juga dikhianati oleh oknum yang memanfaatkan celah,” imbuhnya.

Yang lebih mengkhawatirkan, kata Andriyadi, hingga kini belum terlihat adanya langkah konkret dari Bea Cukai Madura. Bahkan, menurutnya, institusi tersebut terkesan diam, seolah membiarkan praktik tersebut terus berlangsung.

“Padahal fungsi Bea Cukai adalah sebagai pengawas dan pelindung kepentingan negara. Tapi sekarang publik justru mempertanyakan keberpihakannya,” ujarnya.

Ia menduga sikap diam ini terjadi karena institusi Bea Cukai hanya melihat aspek penerimaan semata, tanpa mempertimbangkan integritas dan legalitas dalam prosesnya.

“Jangan karena dianggap menyumbang pajak, lalu pelanggaran semacam ini dibiarkan. Ini justru menodai tujuan dari kebijakan fiskal dan penegakan hukum,” ucap Andriyadi.

Atas dasar itu, ALARM memastikan akan segera melayangkan laporan resmi kepada Bea Cukai Madura. Jika tak kunjung ditindaklanjuti, laporan akan dilanjutkan ke Dirjen Bea Cukai Pusat, Kementerian Keuangan, bahkan Presiden RI.

“Praktik semacam ini bukan hanya merugikan negara, tapi juga mencederai kepercayaan publik. Kami akan terus mengawal kasus ini hingga ada tindakan nyata,” pungkasnya.

Sampai berita ini diterbitkan, belum ada respons resmi dari pihak Bea Cukai Madura. Meskipun pesan WhatsApp pewarta telah ada tanda centang dua, tak ada balasan yang diberikan.

Baca Juga :  Duka Cita, PN Jaktim Tunda Kasus Pencemaran Nama Baik Karena Alasan Ini

Situasi ini semakin mempertegas kekhawatiran publik mengenai lemahnya pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal di Sumenep. ALARM berharap aparat penegak hukum dan otoritas negara segera turun tangan.

Bahkan, dicoba konfirmasi ke yang bersangkutan melalui pesan Whatsappnya, Owner Bani Group sekaligus Owner Brand MBS (Millenial Breakshot) yang memiliki bisnis MBS Billiard & Cafe dan MBS Water di Sumenep Ali Zaenal Abidin belum Memberikan respon meski chat pewarta terlihat centang dua sejak Minggu 29 Juni 2025 Pukul 17.09 Wib Hingga Berita ini dinaikkan.

Baca Juga :  Dukung Swasembada Pangan 2025, Kapolres Sumenep Bersama Forpimda Tanam Jagung Serentak Kuartal IV

Ditelfon via akun Whatsapp-nya juga tidak merespon meski terlihat berdering pada tanggal 30 Juni 2025 pukul 10.44 Wib

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dunia E-Bike Bumi Putra, Pusat Sepeda dan Motor Listrik Terlengkap di Sumenep
Petani Pulau Sapeken Keluhkan Pupuk Telat Datang, DPRD Minta Jalur Distribusi Dibenahi
Ucapan Harkopnas Bupati Sumenep Diduga Sarat Sinyal Politik, GPPD Bocorkan Hal Ini
Diduga Langgar Perda, Stand UMKM di depan MAN Sumenep Diminta Segera Ditertibkan
Proyek Rp374 Juta Disorot, Jalan Tamidung–Gapura Tengah Mulai Mengelupas Sebelum Selesai
Fatayat NU Masalembu Konsisten Berbagi, Santunan Anak Yatim Jadi Ikhtiar Raih Keberkahan
Saat Rekam Jejak Bertemu Integritas: Mengapa EMILIA Mencuri Perhatian dan Perbincangan Publik?
Muktamar NU Kembali ke Jombang, Lia Istifhama: Meneguhkan Warisan Ulama dan Komitmen Kebangsaan

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:39 WIB

Dunia E-Bike Bumi Putra, Pusat Sepeda dan Motor Listrik Terlengkap di Sumenep

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:18 WIB

Petani Pulau Sapeken Keluhkan Pupuk Telat Datang, DPRD Minta Jalur Distribusi Dibenahi

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:34 WIB

Ucapan Harkopnas Bupati Sumenep Diduga Sarat Sinyal Politik, GPPD Bocorkan Hal Ini

Minggu, 12 Juli 2026 - 06:02 WIB

Diduga Langgar Perda, Stand UMKM di depan MAN Sumenep Diminta Segera Ditertibkan

Minggu, 12 Juli 2026 - 05:39 WIB

Proyek Rp374 Juta Disorot, Jalan Tamidung–Gapura Tengah Mulai Mengelupas Sebelum Selesai

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:11 WIB

Saat Rekam Jejak Bertemu Integritas: Mengapa EMILIA Mencuri Perhatian dan Perbincangan Publik?

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:43 WIB

Muktamar NU Kembali ke Jombang, Lia Istifhama: Meneguhkan Warisan Ulama dan Komitmen Kebangsaan

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:53 WIB

Dua Kali Demo ke PLN, Warga Kini Dukung Polsek Batang-Batang Usut Tuntas Kasus Penebangan Pohon

Berita Terbaru