Petik Laut Masalembu: Tradisi Syukur dan Seruan Jaga Ekosistem

Selasa, 15 Juli 2025 - 10:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kemeriahan Petik Laut Kepulauan Masalembu Sumenep, Madura Jawa Timur

Foto. Kemeriahan Petik Laut Kepulauan Masalembu Sumenep, Madura Jawa Timur

MASALEMBU, nusainsider.com Organisasi nelayan Rawatan Samudra di Kecamatan Masalembu kembali menggelar tradisi petik laut atau rokatan sebagai bentuk syukur atas limpahan hasil laut.

Acara ini digelar Minggu (14/7/2025) dengan mengusung tema pelestarian dan keberlanjutan laut.

Mengangkat tema “Laut adalah anugerah, sumber kehidupan dan penentu keberlangsungan bangsa Indonesia, laut adalah masa depan yang harus kita jaga,” rokatan berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan, dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat pesisir Masalembu.

Ketua Rawatan Samudra, Sunarto, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud syukur atas kekayaan laut yang menopang kehidupan masyarakat.

Ia menyebut kegiatan tersebut murni hasil swadaya dan kekompakan para nelayan.

“Petik laut ini bukan sekadar tradisi, tapi juga bentuk kepedulian dan komitmen kami dalam menjaga laut. Karena laut yang terawat akan menguatkan nelayan, dan menjaga tradisi berarti juga merawat negeri,” ujar Sunarto.

Rangkaian acara yang turut menyemarakkan rokatan antara lain ceramah agama, yang disampaikan oleh Ustadz Moh. Abrar, S.Ag. Dalam tausiyahnya, ia mengajak masyarakat menjaga kekayaan laut Masalembu sebagai warisan untuk generasi mendatang.

“Laut ini adalah warisan nenek moyang kita yang harus dijaga dan dilestarikan. Kita harus bersatu menolak segala bentuk perusakan, baik itu penggunaan cantrang, bom ikan, maupun potasium,” tegas Ustadz Abrar.

Acara tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh penting, seperti Anggota DPRD Sumenep dari Fraksi NasDem Ahmad Jauhari, pejabat Polsek dan Kecamatan Masalembu, serta sejumlah perwakilan dari LBH Surabaya, Trend Asia, Walhi Jatim, dan kelompok organisasi nelayan setempat.

Baca Juga :  Bappeda Sumenep Dorong Transparansi Pembangunan melalui Aplikasi SIPD-RI E-Dalev

Dalam suasana penuh semangat itu, para nelayan juga menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah kabupaten maupun provinsi.

Salah satu aspirasi yang mengemuka adalah kebutuhan akan pos pengamanan laut di kawasan perairan Masalembu.

“Masalah laut Masalembu semakin kompleks. Selain penangkapan ikan ilegal, wilayah ini juga sering dijadikan jalur penyelundupan. Baru-baru ini ada penemuan barang haram seberat puluhan kilo di perairan kami,” ungkap Abd. Wahid, anggota Rawatan Samudra.

Ia menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam menjaga perairan Masalembu agar masyarakat pesisir merasa aman dan nelayan bisa melaut tanpa rasa khawatir.

Baca Juga :  GEN Eco Action Ajak Masyarakat Sumenep Peduli Lingkungan Melalui Seruan Aksi

Tradisi petik laut atau rokatan ini menjadi momentum penting untuk merekatkan kembali hubungan sosial antarwarga sekaligus mempertegas komitmen kolektif dalam menjaga laut sebagai penopang utama kehidupan masyarakat kepulauan.

Selain nilai spiritual dan budaya, kegiatan ini juga memuat pesan kuat tentang pentingnya keberlanjutan ekosistem laut dan perlunya perhatian serius dari pemerintah dalam perlindungan wilayah pesisir dan maritim Masalembu.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Buntut Flyer Konferensi Pers, Disbudporapar dan FKPPI Sumenep Klarifikasi Polemik Penilaian Festival Musik Tong-Tong
JSI Sumenep Apresiasi Hadirnya Mujahid Lingkungan dalam berbagai Gelaran Event
Klaim PAN sebagai “Partai Anak Nahdliyin” Disorot, GP Ansor Singgung Nasib Pendamping Desa
OPINI : Angin Ribut yang Seolah Tak Berani Ribut
Malik Effendi Dukung Gagasan Bupati Sumenep: Kabupaten Kepulauan Sudah Saya Gagas Sejak di DPRD
Blunder! Disbudporapar dan FKPPI Didesak Klarifikasi kejanggalan pelaksanaan KEN 2026 di Sumenep
Sengit dan Meriah! Ini Daftar Juara Festival Musik Tong-Tong se-Madura 2026
Di Balik Gemuruh Festival Tongtong, Petugas DLH Sumenep Berjibaku Bersihkan Sampah hingga Pagi

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 19:43 WIB

Buntut Flyer Konferensi Pers, Disbudporapar dan FKPPI Sumenep Klarifikasi Polemik Penilaian Festival Musik Tong-Tong

Senin, 7 September 2026 - 06:27 WIB

JSI Sumenep Apresiasi Hadirnya Mujahid Lingkungan dalam berbagai Gelaran Event

Senin, 7 September 2026 - 05:33 WIB

Klaim PAN sebagai “Partai Anak Nahdliyin” Disorot, GP Ansor Singgung Nasib Pendamping Desa

Minggu, 6 September 2026 - 14:13 WIB

OPINI : Angin Ribut yang Seolah Tak Berani Ribut

Minggu, 6 September 2026 - 13:43 WIB

Malik Effendi Dukung Gagasan Bupati Sumenep: Kabupaten Kepulauan Sudah Saya Gagas Sejak di DPRD

Minggu, 6 September 2026 - 07:59 WIB

Sengit dan Meriah! Ini Daftar Juara Festival Musik Tong-Tong se-Madura 2026

Minggu, 6 September 2026 - 06:16 WIB

Di Balik Gemuruh Festival Tongtong, Petugas DLH Sumenep Berjibaku Bersihkan Sampah hingga Pagi

Sabtu, 5 September 2026 - 22:50 WIB

Gemuruh Tongtong Kembali Kuasai Sumenep, 27 Grup Se-Madura Tampil Spektakuler

Berita Terbaru

Foto. Grup Musik tong-tong Angin Ribut Tadi Malam, Sabtu 5 September 2026

Lifestyle

OPINI : Angin Ribut yang Seolah Tak Berani Ribut

Minggu, 6 Sep 2026 - 14:13 WIB