Buntut Flyer Konferensi Pers, Disbudporapar dan FKPPI Sumenep Klarifikasi Polemik Penilaian Festival Musik Tong-Tong

Senin, 7 September 2026 - 19:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com — Polemik terkait hasil penilaian dalam gelaran Festival Musik Tong-Tong se-Madura 2026 memasuki babak klarifikasi. Hal itu terjadi setelah beredarnya flyer konferensi pers yang dilayangkan media nusainsider.com bersama Detikzone.id.

Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep bersama Panitia Pelaksana Festival Musik Tong-Tong dari Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI-POLRI (FKPPI) Sumenep memanggil pemilik media untuk memberikan klarifikasi.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Disbudporapar dan panitia menegaskan bahwa hasil penilaian Festival Musik Tong-Tong telah sesuai dengan keputusan dewan juri serta mekanisme yang sebelumnya disepakati bersama dalam Technical Meeting (TM).

Ketua FKPPI Sumenep, Edy, menjelaskan bahwa mekanisme penilaian sudah disampaikan sejak pelaksanaan TM pertama.

Salah satu perubahan yang diterapkan pada gelaran tahun ini adalah hasil penilaian peserta langsung ditampilkan secara live setelah masing-masing peserta menyelesaikan penampilannya.

Menurut Edy, mekanisme tersebut sengaja diterapkan sebagai bagian dari keterbukaan dalam proses penilaian.

“Dari TM pertama sudah panitia jelaskan bahwa hasil penilaian langsung dikeluarkan melalui metode yang baru, yakni ditampilkan secara live usai peserta tampil,” ujar Edy saat ditemui media nusainsider.com, Senin (7/9/2026).

Ia mengatakan, mekanisme tersebut kemudian kembali ditegaskan dalam TM kedua. Bahkan, peserta meminta agar nilai tidak hanya ditampilkan secara keseluruhan, tetapi juga diperlihatkan berdasarkan masing-masing unsur penilaian.

“Di TM kedua ditegaskan bahwa nilai itu harus dimunculkan langsung secara live usai peserta tampil terakhir di start, bahkan meminta nilai itu ditampilkan per item, seperti aransemen, penyaji, dekorasi dan tari,” imbuhnya.

Edy sapaan akrabnya menegaskan, berdasarkan kesepakatan tersebut, panitia hanya menjalankan mekanisme yang telah disampaikan dan disepakati bersama dengan peserta sebelum perlombaan berlangsung.

“Jadi, apa yang dilakukan panitia terkait penilaian itu sudah sesuai dengan kesepakatan yang diajukan serta disampaikan kepada peserta pada TM,” tegasnya.

Terkait adanya dugaan kecurangan penilaian yang belakangan beredar di media sosial, Edy mengaku pihak panitia tidak mengetahui adanya persoalan tersebut.

Baca Juga :  Usai Perawatan, KMP DBS III Optimalkan Layanan Rute Kalianget–Kangean

Ia menyebut, proses penilaian dilakukan oleh dewan juri dan hasilnya langsung ditampilkan melalui layar secara live setelah peserta menyelesaikan penampilan.

“Kami tegaskan, kami tidak tahu soal dugaan kecurangan penilaian sebagaimana yang beredar di media sosial. Sebab, hasil penilaian secara langsung melalui live itu dari dewan juri langsung kami tampilkan ke layar,” katanya.

Edy juga mengungkapkan bahwa panitia telah berupaya menjaga hasil penilaian agar tidak mengalami perubahan setelah diberikan oleh masing-masing juri.

Bahkan, panitia meminta para juri tidak melakukan perubahan atau mencoret angka yang telah ditulis dalam lembar penilaian.

“Dengan kewaspadaan, kami bahkan meminta juri agar tidak mencoret-coret hasil penilaian. Ketika juri sudah menulis angka penilaian, maka itu sudah menjadi keputusan dewan juri dan tidak boleh diganti,” jelasnya.

Selain itu, Edy menyebut identitas grup peserta tidak dicantumkan dalam lembar penilaian yang digunakan oleh juri. Panitia, kata dia, hanya menggunakan nomor urut peserta.

“Di kertas penilaian itu juga tidak kami cantumkan nama grup dan hanya ditampilkan nomor urut saja,” pungkasnya.

Meski demikian, pihak panitia mengaku terbuka apabila terdapat peserta maupun pihak lain yang merasa belum puas atau masih memiliki pertanyaan mengenai mekanisme penilaian.

Baca Juga :  Warga Berburu Lebih Awal, Harga Kambing Sudah Melambung

Edy mempersilakan pihak yang merasa keberatan untuk menyampaikan langsung kepada panitia maupun Disbudporapar Sumenep.

“Kalau ada yang merasa kurang puas, monggo disampaikan kepada kami maupun Dinas. Dengan senang hati, akan kami jelaskan sebagaimana yang sudah disepakati bersama pada saat TM,” ujarnya.

Ia berharap seluruh pihak dapat menghormati hasil perlombaan yang telah diputuskan oleh dewan juri. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan bagian dari proses penilaian yang telah berjalan berdasarkan mekanisme yang sebelumnya disepakati.

“Diharapkan semua pihak juga menghormati hasil keputusan yang menjadi penilaian dewan juri,” harapnya.

Klarifikasi tersebut disampaikan panitia dan Disbudporapar Sumenep sebagai penjelasan atas mekanisme penilaian Festival Musik Tong-Tong se-Madura 2026, khususnya terkait proses pengumuman nilai yang dilakukan secara live dan keputusan akhir dewan juri.

Sementara itu, Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruk Hanafi, meminta seluruh pihak untuk bersama-sama menerima hasil keputusan yang telah ditetapkan oleh dewan juri.

Baca Juga :  Pantai Salam Sapeken Bertransformasi, Destinasi Wisata Berbasis Partisipasi Warga

Menurut Faruk, proses penilaian dalam Festival Musik Tong-Tong menjadi bagian penting dari penyelenggaraan kegiatan. Karena itu, pihaknya meyakini panitia memiliki kehati-hatian dalam menjalankan seluruh tahapan, termasuk menyangkut penilaian peserta.

“InsyaAllah panitia lebih takut dalam bermain-main soal penilaian,” ujar Faruk Hanafi.

Ia menegaskan bahwa hasil akhir perlombaan merupakan kewenangan dewan juri yang telah diberikan tanggung jawab untuk melakukan penilaian terhadap seluruh peserta berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.

Karena itu, Faruk berharap polemik yang muncul tidak berkembang menjadi persoalan yang berkepanjangan. Ia mengajak seluruh pihak untuk menghormati proses dan keputusan yang telah dihasilkan dalam festival tersebut.

“Harapan kami, semua pihak bisa bersama-sama menerima hasil keputusan dewan juri,” ujarnya.

Faruk juga berharap apabila masih terdapat pihak yang merasa belum mendapatkan penjelasan secara utuh mengenai mekanisme penilaian, persoalan tersebut dapat disampaikan melalui jalur komunikasi yang baik kepada panitia maupun Disbudporapar Sumenep.

Dengan demikian, setiap persoalan dapat dijelaskan berdasarkan mekanisme yang telah disampaikan dan disepakati sejak pelaksanaan Technical Meeting.

“Kami berharap semua pihak dapat menghormati keputusan dewan juri dan menjaga suasana tetap kondusif,” harapnya.

Di sisi lain, panitia tetap membuka ruang komunikasi bagi peserta maupun pihak lain yang ingin mempertanyakan mekanisme penilaian.

Hal tersebut dinilai penting agar informasi yang berkembang dapat diklarifikasi berdasarkan fakta dan kesepakatan yang telah dibuat sebelum pelaksanaan festival.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

SKK Migas-KEI Serahkan Handtraktor, Perkuat Pertanian dan Ketahanan Pangan di Kepulauan Sapeken
Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang
Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP
Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026
Jalan Desa Banyak Dikeluhkan, DPRKPP Pamekasan Siapkan Penanganan hingga Desember
100 Kamar, 6 Tipe, Fasilitas Lengkap, Grand Miami Hotel Siap Manjakan Tamu di Malang
Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat
Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:49 WIB

SKK Migas-KEI Serahkan Handtraktor, Perkuat Pertanian dan Ketahanan Pangan di Kepulauan Sapeken

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:25 WIB

100 Kamar, 6 Tipe, Fasilitas Lengkap, Grand Miami Hotel Siap Manjakan Tamu di Malang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Berita Terbaru