Hasan Al Hakiki Soroti Penyaluran Bapang: “Jangan Sampai Hak Rakyat Hilang”

Jumat, 1 Agustus 2025 - 14:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ketua IKA PMII Kepulauan Sapudi, Hasan Al-Hakiki

Foto. Ketua IKA PMII Kepulauan Sapudi, Hasan Al-Hakiki

SUMENEP, nusainsider.com Ketua Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Pulau Sapudi, Hasan Al Hakiki, menyerukan masyarakat agar aktif mengawasi distribusi Bantuan Pangan (Bapang) dari pemerintah yang disalurkan melalui Bulog.

Hasan meminta agar penyaluran bantuan dilakukan sesuai data penerima berdasarkan by name by address dalam Berita Acara Serah Terima (BAST) Bantuan Pangan Tahun 2025.

“Bantuan ini harus sampai ke tangan yang benar. Data penerima sudah jelas dan terdaftar lengkap dengan NIK di DTSEN (Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional),” ujarnya, Jumat, 1 Agustus 2025.

Untuk Kabupaten Sumenep, penerima bantuan tercatat sebanyak 117.236 keluarga. Mereka masing-masing mendapatkan 20 kilogram beras premium jenis Bulog untuk dua bulan, yaitu Juni dan Juli 2025.

“Per bulan 10 kilogram, karena ini bantuan untuk dua bulan, maka totalnya 20 kilogram,” jelas pria yang akrab disapa Kiki tersebut.

Ia mengungkapkan, proses distribusi beras Bulog sudah dimulai di beberapa desa. Namun di wilayah kepulauan, seperti Pulau Sapudi dan Raas, distribusinya masih terkendala keterbatasan transportasi laut.

“Distribusi belum merata di kepulauan. Kendalanya kapal hanya mampu mengangkut 20–35 ton, sehingga prosesnya berlangsung bertahap,” katanya.

Kiki menegaskan, masyarakat harus ikut mengawasi penyaluran bantuan, terutama jika ditemukan ketidaksesuaian data penerima. Menurutnya, masyarakat bisa melapor karena data penerima sudah tersedia dan dapat diakses.

“Kalau ada penyimpangan, segera laporkan. Bantuan ini menyangkut hak warga yang telah didata secara resmi,” tegasnya.

Kiki juga menyatakan siap menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan penyelewengan bantuan pangan. Ia menyebut bantuan pangan ini adalah program mulia dan harus dijaga agar tidak dinodai oleh ulah oknum.

Baca Juga :  Tegaskan Komitmen Pembangunan Berkelanjutan, Bappeda Sumenep Bahas Ranwal RPJMD Bersama Bappeda Jatim

Ia juga meminta agar Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) turut aktif dalam pengawasan di lapangan, terutama saat proses distribusi berlangsung.

“Pendamping PKH harus memberi atensi kepada pemerintah desa dan User yang bertugas memvalidasi data serta mengambil foto penerima saat penyaluran,” ujarnya.

Menurutnya, peran User sangat krusial karena bertanggung jawab dalam mencocokkan data penerima dengan identitas yang dibawa.

“Kalau ada yang tidak sesuai, User harus cek langsung KTP saat pengambilan beras Bapang,” imbuhnya.

Kiki mengkritik lemahnya pengawasan, terutama di wilayah kepulauan, karena pihak Bulog tidak terjun langsung. Tugas pengawasan sepenuhnya diserahkan kepada User dan pendamping PKH.

“Untuk di kepulauan, Bulog tidak turun langsung. Pengawasan diserahkan ke User dan pendamping PKH,” ujarnya.

Ia mengungkapkan adanya laporan dari masyarakat bahwa dalam beberapa kasus, penerima bantuan diminta uang tebusan untuk mendapatkan beras. Bahkan ada juga kasus lansia sebatang kara yang haknya dialihkan ke orang lain.

“Namanya terdaftar, tapi berasnya diambil orang lain. Ini tidak boleh terjadi lagi,” tegasnya.

Kiki berharap pengawasan ditingkatkan agar bantuan benar-benar sampai ke tangan warga yang berhak menerimanya.

“Jangan sampai karena lemahnya pengawasan, hak masyarakat terampas. Negara sudah hadir lewat bantuan ini. Tugas kita menjaganya,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Tak Hanya Sukses Gelar Event, Pemkab Sumenep Tunjukkan Komitmen Jaga Kebersihan GOR A Yani
Dugaan Pungli Muncul di Tengah Meriahnya MCF-MNV 2026, Pengunjung Minta Satpol PP Segera Bertindak
Dari Sonar Mosem Nemor hingga Sandoreng, 12 Daerah Ramaikan Panggung MCF #4 Sumenep
Satu Panggung, Tujuh Warna Budaya! MCF 2026 Satukan Seni Jawa Timur di Sumenep
Di Balik Gemerlap MNV-MCF 2026, Tangisan Anak Hilang Nyaris Tak Terdengar dari Panggung Utama
Madura Culture Fest 4, Panggung Kolaborasi Seni dan Budaya dari Berbagai Daerah akan Menyatu Nanti Malam
Dari Olahraga hingga Kolaborasi, Tujuh Organisasi Kesehatan Gelar Fun Run di Sumenep
Tari Mustikaning Kenya Warnai MCF 2026, Tuban Bawa Pesona Budaya ke Sumenep

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 00:34 WIB

Tak Hanya Sukses Gelar Event, Pemkab Sumenep Tunjukkan Komitmen Jaga Kebersihan GOR A Yani

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:58 WIB

Dugaan Pungli Muncul di Tengah Meriahnya MCF-MNV 2026, Pengunjung Minta Satpol PP Segera Bertindak

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:42 WIB

Dari Sonar Mosem Nemor hingga Sandoreng, 12 Daerah Ramaikan Panggung MCF #4 Sumenep

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Satu Panggung, Tujuh Warna Budaya! MCF 2026 Satukan Seni Jawa Timur di Sumenep

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Di Balik Gemerlap MNV-MCF 2026, Tangisan Anak Hilang Nyaris Tak Terdengar dari Panggung Utama

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:31 WIB

Dari Olahraga hingga Kolaborasi, Tujuh Organisasi Kesehatan Gelar Fun Run di Sumenep

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:57 WIB

Tari Mustikaning Kenya Warnai MCF 2026, Tuban Bawa Pesona Budaya ke Sumenep

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:42 WIB

Bedah Buku Alumni PMII di Jombang, Muhaimin Dorong Gerakan Selamatkan NU

Berita Terbaru