Kritisi Lonjakan PBB, Ning Lia Tekankan Pentingnya Keadilan Fiskal

Rabu, 20 Agustus 2025 - 16:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Dr Lia Istifhama, S.Sos.i., M.E.I Senator DPD RI Asal Jawa Timur.

Foto. Dr Lia Istifhama, S.Sos.i., M.E.I Senator DPD RI Asal Jawa Timur.

JAWA TIMUR, nusainsider.com — Kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dalam beberapa hari terakhir menjadi sorotan publik. Sejumlah pemerintah daerah (pemda) ramai-ramai menaikkan tarif dengan alasan untuk memenuhi target anggaran.

Menanggapi hal itu, Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menegaskan kebijakan fiskal, khususnya terkait PBB, harus dijalankan dengan penuh kehati-hatian agar tidak memicu keresahan masyarakat. Ia menekankan pentingnya sosialisasi yang menyeluruh.

“Sosialisasi harus dilakukan secara utuh. Kita bicara soal kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Jangan sampai muncul chaos akibat low trust,” ujar Ning Lia, Kamis (20/8).

Menurutnya, kenaikan PBB bukan sekadar urusan fiskal, tetapi juga berkaitan erat dengan konsep ekonomi daerah yang berkeadilan.

Baca Juga :  PMII STITA Gelar Reuni Akbar dan Buka Puasa: Perkuat Silaturahmi, Sinergi, dan Arah Gerakan

Ia menilai hubungan keuangan pusat dan daerah harus diatur secara seimbang agar tidak merugikan daerah penghasil.

“Jangan sampai ada daerah yang memiliki resources besar, tapi porsinya untuk pusat tinggi sementara untuk daerah rendah. Karena kekurangan PAD, daerah akhirnya mencari jalan lain dengan menaikkan PBB. Hal ini harus disikapi utuh, bijak, dan tidak menimbulkan kesenjangan,” jelasnya.

Ning Lia juga menyinggung prinsip yang diusung Presiden Prabowo Subianto mengenai otonomi daerah yang adil dan berimbang.

Baca Juga :  Lia Istifhama Dorong Kolaborasi Masyarakat dan Pertamina dalam Pengelolaan Pangkalan Elpiji 3 Kg

Menurutnya, Presiden memahami pentingnya pemerataan, sehingga kebijakan fiskal di daerah tidak boleh merugikan masyarakat kecil.

“Disparitas antarwilayah tidak boleh terjadi. Apalagi ada daerah yang menaikkan PBB hingga 1.000 persen, itu jelas ekstrem dan akan memicu pro kontra di masyarakat. Pemimpin daerah harus aspiratif, agar perbedaan pandangan bisa diantisipasi sejak awal,” tegasnya.

Ia menambahkan, komunikasi yang baik antara pemerintah daerah, pusat, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas sekaligus menciptakan keadilan fiskal.

“Kalau pemerintah pusat dan daerah mampu membangun trust dengan kebijakan yang adil, masyarakat akan lebih tenang dan penerimaan pajak bisa berjalan baik,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang
Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP
Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026
Jalan Desa Banyak Dikeluhkan, DPRKPP Pamekasan Siapkan Penanganan hingga Desember
100 Kamar, 6 Tipe, Fasilitas Lengkap, Grand Miami Hotel Siap Manjakan Tamu di Malang
Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat
Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas
Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Jalan Desa Banyak Dikeluhkan, DPRKPP Pamekasan Siapkan Penanganan hingga Desember

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Berita Terbaru