Terkuak! Dugaan Pungli Parkir dan Kekisruhan Festival Batik Seret Tokoh Penting Negara

Kamis, 18 September 2025 - 08:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Drg Novia Sri Wahyuni, M.Kes Kepala Puskesmas Pamolokan sekaligus EO Festival Batik Sumenep

Foto. Drg Novia Sri Wahyuni, M.Kes Kepala Puskesmas Pamolokan sekaligus EO Festival Batik Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com — Harapan masyarakat untuk menjadikan event budaya sebagai pengungkit ekonomi justru ternodai. Setelah suksesnya Madura Culture Festival (MCF) 2025 dan Festival Kerapan Sapi yang mendongkrak UMKM, kini Festival Batik Sumenep menuai kontroversi serius.

MCF 2025 yang digelar di Lapangan GOR A Yani Sumenep sebelumnya diklaim mampu menggerakkan perputaran ekonomi hingga Rp1,4 miliar.

Dua Pagelaran Event tersebut telah mencapai keberhasilan dengan memberikan dampak positif pada geliat UMKM, selain Festival Batik, Festival Kerapan sapi kemarin juga membantu mendongkrak UMKM baik di Pujasera Pasar Bangkal maupun sekitar lokasi acara.

Namun, semarak itu berubah menjadi sorotan ketika Festival Batik justru meninggalkan dugaan praktik curang.

EO berinisial DN, yang diketahui menjabat sebagai Kepala Puskesmas Pamolokan, diduga melakukan penipuan terhadap sejumlah pengrajin batik lokal.

Seorang pengrajin batik mengungkapkan bahwa DN bersama rekannya berinisial IM datang ke rumahnya pada malam hari. Mereka meminta enam potong kain batik dengan alasan untuk mendukung acara, dijanjikan akan dijahit dan dipamerkan di atas panggung.

“Saya percaya karena niat saya ingin batik lokal dikenal luas. Tapi setelah kain diberikan, tidak pernah ada kabar lagi,” ujarnya, Rabu (17/9/2025) kemarin.

Ia menuturkan, kain batik yang diharapkan kembali atau setidaknya dihargai secara layak, hingga kini raib. Upaya menghubungi IM berkali-kali juga tak mendapat jawaban.

“Ini bukan soal ganti rugi, tapi bohongnya itu yang tidak bisa diterima,” tambahnya dengan nada kecewa.

Tak berhenti di situ, DN juga disorot karena diduga menyalahgunakan wewenang dengan menjadikan lahan Puskesmas Pamolokan sebagai tempat parkir saat festival Kerapan Sapi. Parkir itu dipungut biaya Rp5.000 hingga Rp10.000, sehingga menimbulkan dugaan pungutan liar (pungli).

Baca Juga :  SMSI Kota Keris Sumenep Siap Hadir dan Sukseskan Musprov Jatim 2025

Sejumlah warga menilai tindakan itu mencederai fungsi Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan milik negara.

“Puskesmas itu aset negara untuk rakyat, bukan untuk dipalak,” tegas RD, salah satu korban pungli.

Ia menambahkan, praktik tersebut melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, yang menegaskan Puskesmas tidak boleh dijadikan objek retribusi parkir.

Baca Juga :  Ketua HIMPASS Kecam Intimidasi Warga Terkait Program PTSL

Munculnya dugaan penipuan dan pungli membuat publik mendesak Pemerintah Kabupaten Sumenep, Satpol PP, Dinas Perkimhub, serta Dinas Kesehatan untuk segera turun tangan. Mereka meminta DN dipanggil dan dimintai pertanggungjawaban.

“Pasal 368 KUHP jelas mengancam pelaku dengan hukuman hingga sembilan tahun penjara. Bahkan ini bisa dikategorikan tindak pidana korupsi karena adanya penyalahgunaan kewenangan,” kata RD Lebih lanjut.

Desakan itu juga ditujukan langsung kepada Bupati Sumenep agar tidak membiarkan penyalahgunaan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi. Publik menilai tindakan tegas perlu diambil demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Baca Juga :  Tingkatkan kadar Keimanan Masyarakat, Kiai Musleh Adnan Resmikan Masjid Babul Ihsan Legung Barat

Festival Batik sejatinya diharapkan menjadi ajang memperkenalkan karya pengrajin lokal agar mampu menembus pasar yang lebih luas.

Namun, dengan kasus yang mencuat ini justru berpotensi mencoreng nama baik Sumenep yang tengah berupaya mengangkat warisan budaya, dari kerapan sapi hingga batik khas Kota Keris.

“Kalau begini caranya, bagaimana masyarakat bisa percaya menitipkan produknya untuk dipromosikan? Ini merugikan batik Sumenep secara keseluruhan,” keluh seorang pengrajin lain.

Kini, masyarakat menunggu langkah nyata aparat penegak hukum dan Pemkab Sumenep untuk mengusut tuntas dugaan penyimpangan ini. Transparansi dan ketegasan menjadi kunci agar event budaya ke depan tidak lagi dikotori kepentingan pribadi.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Bersih Lingkungannya, Sehat Warganya, Maju Daerahnya: Sumenep Luncurkan Gerakan Bersih Pagi Hari
Peringati Hari Jadi ke-757, Pemkab Sumenep Gelar Haul Raja-Raja Madura
Pelantikan dan PKD XV PMII STITA, Momentum Menguatkan Loyalitas dan Intelektualitas
Festival Karaoke Dangdut Media Expo 2026 Sumenep Memanas, 25 Peserta Tembus Semifinal
Lestarikan Budaya Leluhur, Pemkab Sumenep Wajibkan ASN Kenakan Baju Adat Keraton Selama Tiga Hari
Menimbang Ulang Eksistensi Hiburan Dunia Malam : Tegas Menertibkan, Adil Menegakkan Aturan
Dari Bazar Murah hingga Deklarasi, Sumenep Youth Movement 2026 Dorong Peran Strategis Pemuda
Semangat Sumpah Pemuda, Kapolres Pamekasan Lepas 150 Perwakilan Mahasiswa dan Santri Menuju Polda Jatim

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 01:50 WIB

Bersih Lingkungannya, Sehat Warganya, Maju Daerahnya: Sumenep Luncurkan Gerakan Bersih Pagi Hari

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Peringati Hari Jadi ke-757, Pemkab Sumenep Gelar Haul Raja-Raja Madura

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Pelantikan dan PKD XV PMII STITA, Momentum Menguatkan Loyalitas dan Intelektualitas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Festival Karaoke Dangdut Media Expo 2026 Sumenep Memanas, 25 Peserta Tembus Semifinal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Lestarikan Budaya Leluhur, Pemkab Sumenep Wajibkan ASN Kenakan Baju Adat Keraton Selama Tiga Hari

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Dari Bazar Murah hingga Deklarasi, Sumenep Youth Movement 2026 Dorong Peran Strategis Pemuda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Semangat Sumpah Pemuda, Kapolres Pamekasan Lepas 150 Perwakilan Mahasiswa dan Santri Menuju Polda Jatim

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:24 WIB

TBIN UIN Madura Gelar Konferensi Internasional Lalonget ke-7, Hadirkan Narasumber Empat Negara

Berita Terbaru