Jejak Pangeran Angga Suta Hidup Kembali di Festival Garam Madura 2025

Minggu, 21 September 2025 - 19:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Melalui Festival Garam Madura 2025, Desa Karanganyar, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep berubah menjadi panggung akbar perpaduan sejarah, budaya, dan pesta rakyat, Minggu (21/9/2025).

Bukan sekadar seremoni, festival ini menyerupai pesta panen raya garam sekaligus perayaan identitas Madura sebagai “Pulau Garam” yang sudah dikenal sejak masa kolonial.

Festival ini makin dramatis dengan penampilan teatrikal rakyat yang mengisahkan Pangeran Angga Suta, sosok yang diyakini sebagai petani garam pertama di Madura.

Pertunjukan emosional itu mengingatkan publik bahwa garam bukan sekadar komoditas, melainkan jejak peradaban sekaligus simbol ketekunan leluhur.

“Festival Garam ini adalah cara kita merawat sejarah, mengenang asal-usul, sekaligus menghidupkan budaya dan ekonomi rakyat,” ujar Kepala Disbudporapar Sumenep, Moh. Iksan.

Rangkaian kegiatan berlangsung sejak pagi hingga malam. Dimulai dari jalan sehat, senam massal, pameran foto, hingga launching Kampung Garam yang melibatkan UMKM lokal. Sore harinya, masyarakat disuguhi lomba Tan Pangantanan – tradisi pernikahan khas Madura diiringi musik tong-tong yang membakar semangat peserta dan penonton.

Baca Juga :  Bupati Sumenep Fasilitasi Nobar Pertandingan Indonesia Vs Uzbekistan, Berikut Rencana Kemeriahannya

Malam hari, suasana makin megah sekaligus haru. Penampilan Topeng Dalang dengan lakon Sejarah Nyadhar dan Garam Madura membuat penonton terhanyut. Siswa SD Karanganyar turut menampilkan kesenian khas, sebelum festival ditutup dengan lantunan Macopat Maulid Nabi Muhammad SAW, yang menghadirkan nuansa religius.

Foto. Pertunjukan Teatrikal dalam Gelaran Festival Garam Madura 2025 di desa Karanganyar kecamatan Kalianget Sumenep

Bagi masyarakat Madura, garam bukan hanya hasil tambak, melainkan warisan alam dan budaya. Kondisi alam Madura dataran yang luas, musim kemarau panjang, dan kadar garam laut tinggi membuat pulau ini sejak lama menjadi pusat produksi garam terbesar di Indonesia.

Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (2011–2014) bahkan mencatat seluruh kabupaten di Madura memiliki tambak rakyat dengan produksi signifikan.

“Melalui festival ini, kami ingin mengembalikan kejayaan garam Madura, mengangkat martabat petani, dan menjaga agar sejarah panjang garam tidak hilang ditelan zaman,” tegas Moh. Iksan.

Festival Garam Madura 2025 pun menegaskan bahwa setiap butir garam Madura menyimpan kisah perjuangan, doa, dan kebanggaan.

Baca Juga :  Usung Tema Desa Bangkit Indonesia Maju, Upaya Pemkab Sumenep Tingkatkan Persatuan dan Kesatuan

Dari Pangeran Angga Suta hingga petani garam hari ini, Madura tetap berdiri sebagai pulau asin yang sarat sejarah dan berkilau budaya.

Sinta, warga Kecamatan Kalianget, berharap agar festival mendatang lebih besar dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Kami berharap Festival Garam tahun depan bisa lebih besar lagi. Bukan hanya menjadi pesta budaya, tapi juga momentum kebersamaan yang melibatkan petani garam, perusahaan, BUMN, hingga pemerintah daerah,” ujarnya.

Keinginan masyarakat ini layak menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah. Aspirasi agar Festival Garam berikutnya digelar lebih besar dengan melibatkan petani, perusahaan garam, BUMN, dan Pemkab bukanlah keinginan pribadi, melainkan refleksi kebutuhan riil masyarakat Madura.

Baca Juga :  Video Adi Prayitno Soal Jalan Rusak Meledak di Medsos, Kades Bragung Beri Penjelasan

Festival Garam bukan sekadar panggung seni dan budaya, melainkan wadah strategis untuk menyatukan kepentingan rakyat garam yang selama ini berjalan sendiri-sendiri. Jika aspirasi itu diabaikan, momentum emas ini bisa kehilangan makna besarnya.

Justru dengan kolaborasi lintas elemen—petani sebagai tulang punggung, perusahaan sebagai penggerak industri, BUMN sebagai penopang distribusi, serta Pemkab sebagai pengatur kebijakan Festival Garam dapat melesat menjadi ikon kebanggaan nasional.

Dengan begitu, suara masyarakat bukan sekadar harapan, melainkan alarm bahwa sudah saatnya semua pihak turun tangan. Kejayaan garam Madura harus kembali hidup, bukan hanya dikenang dalam sejarah.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Tak Cukup Penegakan Hukum, HIMAGA Minta Pencegahan Kasus Asusila Anak Diperkuat
Aksi BEM Jabodetabek Memanas, Mahasiswa Minta Presiden Prabowo Akui Kesalahan Pemerintah
Tipikor Jatim Masuki Tahap Penting, Terdakwa Korupsi BSPS Sumenep Akan Diuji di Persidangan
Konsisten Berbagi, 11 Hari Program Detikzone.id Berbagi Buktikan Media Bisa Menjadi Jembatan Kebaikan
Opini Fauzi As ; Penjahat Bernama Prabowo
Dukung Swasembada Pangan, Polisi Cek Pengelolaan Peternakan Ayam Petelur di Babbalan
Meski Diguyur Hujan Deras, Koramil 0827/20 Sapudi Tetap Bantu Warga Gotong Royong
Di Tengah Sorotan Proyek Pelra Rp45,1 Miliar, Kekayaan Kepala KSOP Kalianget Tercatat Rp876 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:52 WIB

Tak Cukup Penegakan Hukum, HIMAGA Minta Pencegahan Kasus Asusila Anak Diperkuat

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:19 WIB

Aksi BEM Jabodetabek Memanas, Mahasiswa Minta Presiden Prabowo Akui Kesalahan Pemerintah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 05:48 WIB

Tipikor Jatim Masuki Tahap Penting, Terdakwa Korupsi BSPS Sumenep Akan Diuji di Persidangan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 03:42 WIB

Konsisten Berbagi, 11 Hari Program Detikzone.id Berbagi Buktikan Media Bisa Menjadi Jembatan Kebaikan

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:09 WIB

Opini Fauzi As ; Penjahat Bernama Prabowo

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:25 WIB

Meski Diguyur Hujan Deras, Koramil 0827/20 Sapudi Tetap Bantu Warga Gotong Royong

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:28 WIB

Di Tengah Sorotan Proyek Pelra Rp45,1 Miliar, Kekayaan Kepala KSOP Kalianget Tercatat Rp876 Juta

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:57 WIB

Nama Anggota DPR Ramai Disebut, LSM Bidik Minta Kejagung Beri Kepastian Hukum

Berita Terbaru

Foto. Fauzi As saat Berada di sebuah Cafe Hotel di Surabaya - Jawa Timur

Berita

Opini Fauzi As ; Penjahat Bernama Prabowo

Jumat, 12 Jun 2026 - 16:09 WIB