Senator Lia Dorong Reformasi Pajak Iklan Media, PPN dan PPh Diminta Hapus

Minggu, 5 Oktober 2025 - 01:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Anggota DPD/MPR RI Dr Lia Istifhama, S.Sos.i., M.E.I (Istimewa/nusainsider.com)

Foto. Anggota DPD/MPR RI Dr Lia Istifhama, S.Sos.i., M.E.I (Istimewa/nusainsider.com)

JAKARTA, nusainsider.com — Industri media lokal tengah menghadapi krisis serius. Banyak biro media daerah mulai gulung tikar, sementara media arus utama terpaksa mengurangi jumlah karyawan akibat pendapatan iklan yang terus merosot.

Ironisnya, pangsa iklan digital nasional justru lebih banyak tersedot ke platform asing yang minim kontribusi terhadap ekosistem jurnalisme lokal. Kondisi ini mendapat perhatian Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia.

Senator muda ini menyerukan langkah strategis agar media lokal tetap bertahan. Salah satu usulan utama yang ia dorong adalah penghapusan Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas iklan yang ditayangkan di media lokal.

“Media lokal tidak hanya kehilangan pendapatan, tapi juga daya saing akibat beban fiskal yang tidak adil. Kalau pendapatan mereka terus dipotong PPh dan PPN, bagaimana bisa bertahan? Pemerintah harus hadir, bukan malah menekan,” tegas Ning Lia, Jumat (26/9).

Menurutnya, anggapan bahwa penghapusan PPh dan PPN akan mengurangi pendapatan negara adalah keliru. Justru, langkah tersebut dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat demokrasi dan menjaga keberagaman informasi di akar rumput.

“Media lokal adalah pilar demokrasi. Mereka merekam realitas sosial di daerah yang sering tak terjangkau media nasional, apalagi platform global. Menguatkan media lokal berarti memperkuat suara rakyat,” lanjut putri KH Maskur Hasyim itu.

Ia menegaskan pemerintah masih memiliki banyak opsi menjaga pemasukan negara dari sektor lain yang lebih potensial, tanpa harus membebani industri informasi yang kini sedang terpuruk.

Baca Juga :  Mahasiswa Unitomo dan BUMDes Jatiurip Bangun “Kolam Harapan” untuk Kemandirian Ekonomi Desa

Dalam kesempatan yang sama, Ning Lia mengapresiasi langkah jaringan Promedia yang aktif berkolaborasi dengan media lokal melalui pelatihan, kerja sama konten, hingga monetisasi bersama.

“Keberlanjutan media tidak bisa hanya dibebankan pada media itu sendiri. Harus ada kolaborasi aktif. Negara pun perlu berpikir lebih strategis, bukan sekadar mengandalkan pajak aktif, tapi juga mengembangkan strategi pasif yang membangun ekosistem,” papar Wakil Rakyat Terpopuler se-Jatim versi ARCI itu.

Ning Lia juga menyoroti tantangan baru di era kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, AI global semakin banyak menyerap konten dari media tanpa perlindungan yang jelas terhadap hak cipta maupun kontribusi media lokal.

Baca Juga :  DPRD Pamekasan Angkat Jempol! Satreskrim Bekuk Buron Investasi Bodong Rp7,8 Miliar

Karena itu, ia mendorong pemerintah bersama komunitas media untuk menyusun kerangka kerja perlindungan data dan konten lokal yang bisa dijadikan rujukan global.

Tujuannya, agar konten media lokal tidak hanya dikonsumsi, tetapi juga diakui serta dilindungi secara etis oleh pengembang teknologi AI.

“Kalau AI belajar dari media kita tapi tak ada perlindungan, itu berbahaya. Media lokal harus membangun identitas digital yang kuat, punya tagline khas, dan aktif membentuk positioning. Dengan begitu, mereka tidak hanya jadi objek, tapi juga subjek dalam ekosistem digital global,” tandasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP
Jalan Desa Banyak Dikeluhkan, DPRKPP Pamekasan Siapkan Penanganan hingga Desember
100 Kamar, 6 Tipe, Fasilitas Lengkap, Grand Miami Hotel Siap Manjakan Tamu di Malang
Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat
Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas
Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut
Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur
Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Jalan Desa Banyak Dikeluhkan, DPRKPP Pamekasan Siapkan Penanganan hingga Desember

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:25 WIB

100 Kamar, 6 Tipe, Fasilitas Lengkap, Grand Miami Hotel Siap Manjakan Tamu di Malang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:59 WIB

Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih

Berita Terbaru