TPAKD dan Mitra Keuangan Bangun Pondasi Ekonomi Nelayan yang Berkelanjutan

Kamis, 16 Oktober 2025 - 09:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) terus memperkuat upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Fokus utama program ini adalah memberikan edukasi dan akses terhadap layanan keuangan bagi para nelayan dan keluarganya.

Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi produk keuangan perbankan dan asuransi yang digelar di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari program strategis TPAKD dalam mendorong literasi keuangan masyarakat di sektor perikanan.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain Bagian Perekonomian dan SDA, Dinas Perikanan, Dinas Kominfo, BPRS Bhakti Sumekar, serta BPJS Ketenagakerjaan sebagai mitra kerja. Kolaborasi lintas instansi ini menandakan keseriusan pemerintah dalam memperluas akses keuangan di wilayah pesisir.

Dalam kegiatan tersebut, para nelayan mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya layanan keuangan formal. Mereka diperkenalkan pada berbagai produk seperti tabungan, asuransi, serta pembiayaan usaha kecil yang dapat menunjang kegiatan ekonomi keluarga.

Baca Juga :  Debat Kedua, Pasangan FAHAM Paparkan Percepatan Sektor Pertanian Berbasis Modern dan Terbarukan di Sumenep

Menurut perwakilan TPAKD Kabupaten Sumenep, peningkatan literasi keuangan bukan hanya untuk nelayan semata, tetapi juga bagi keluarganya.

“Selain bisa dimanfaatkan nelayan itu sendiri, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan ekonomi keluarga,” ujarnya.

Ia menambahkan, istri nelayan dapat memanfaatkan program tersebut untuk memperoleh tambahan modal usaha.

Dengan begitu, mereka bisa mengembangkan kegiatan produktif seperti berdagang, membuka usaha rumahan, atau mengolah hasil laut menjadi produk bernilai jual lebih tinggi.

Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya bersifat satu arah, melainkan juga membuka sesi diskusi interaktif. Dalam sesi tersebut, peserta diberi kesempatan untuk menyampaikan aspirasi dan berbagai persoalan yang mereka hadapi terkait akses keuangan.

Sejumlah catatan penting muncul dari dialog tersebut, terutama terkait kendala administrasi dan keterbatasan informasi yang kerap dialami nelayan dalam mengakses layanan perbankan dan asuransi.

TPAKD bersama mitra kerja berkomitmen menindaklanjuti masukan tersebut agar akses keuangan semakin mudah dijangkau.

Baca Juga :  Hadapi Fenomena Superflu, Dinkes Sumenep Perketat Pemantauan Kesehatan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar TPAKD Sumenep dalam memperkuat inklusi keuangan di daerah pesisir. Tujuannya, agar masyarakat nelayan mampu memanfaatkan fasilitas keuangan secara optimal untuk meningkatkan taraf hidup mereka.

Dengan meningkatnya literasi keuangan, diharapkan nelayan dapat mengelola pendapatannya dengan lebih bijak. Mereka juga diharapkan lebih berani berinovasi dalam usaha, seperti memperluas pasar, memperbaiki alat tangkap, atau mengembangkan hasil tangkapan menjadi produk olahan bernilai tambah.

Selain itu, keterlibatan lembaga keuangan seperti BPRS Bhakti Sumekar dan BPJS Ketenagakerjaan memberikan peluang bagi nelayan untuk mendapatkan perlindungan sosial dan akses pembiayaan yang lebih mudah. Hal ini sekaligus memperkuat ekosistem keuangan di tingkat akar rumput.

Program TPAKD juga diharapkan menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran menabung, membiasakan pengelolaan keuangan keluarga, serta memperkenalkan asuransi sebagai langkah antisipasi terhadap risiko kerja nelayan di laut.

Menurut sejumlah peserta, kegiatan semacam ini sangat bermanfaat karena membuka wawasan baru tentang cara mengelola uang dan peluang memanfaatkan lembaga keuangan formal.

Baca Juga :  Pendidikan Berkualitas di Kampung Sendiri: UNIBA Tambah Tiga Prodi Unggulan

Mereka berharap kegiatan serupa dapat rutin dilakukan di berbagai desa pesisir lainnya.

Pemerintah Kabupaten Sumenep menilai, edukasi keuangan masyarakat pesisir merupakan kunci penting dalam pembangunan ekonomi daerah. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang keuangan, masyarakat akan lebih mandiri dan tangguh menghadapi perubahan ekonomi global.

Langkah kolaboratif antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan masyarakat diharapkan mampu menjadi pondasi ekonomi yang kokoh dan berkelanjutan bagi sektor perikanan.

Sumenep menargetkan peningkatan signifikan dalam tingkat inklusi keuangan di wilayah pesisir dalam beberapa tahun ke depan.

Melalui program berkesinambungan seperti ini, pemerintah ingin memastikan bahwa kemajuan ekonomi daerah tidak hanya dinikmati oleh masyarakat perkotaan, tetapi juga menjangkau lapisan nelayan di pelosok.

Dengan semangat gotong royong dan kemitraan, TPAKD optimistis masyarakat nelayan Sumenep akan semakin sejahtera, mandiri, dan berdaya saing menghadapi tantangan ekonomi masa depan.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Kepala Desa Pinggirpapas Dorong Partisipasi Masyarakat dalam Sensus Ekonomi 2026
Perjuangkan Hak Pendidikan untuk Semua, Ning Lia Dianugerahi Maklumat Partnership Awards 2026
Bungkam Soal Proyek PELRA dan Dugaan Intimidasi Pewarta, Kepala KSOP Kalianget Berpotensi Tersandung Masalah Hukum
Jambore Perhutanan Sosial 2026, Ning Lia Tegaskan Pentingnya Keseimbangan Ekologi dan Ekonomi
Semarak Soekarno Fun Run 2026, Abrari-Hosnan Dukung Sport Tourism dan Kreativitas Pemuda
Dari Tari Topeng hingga Hadrah Klasik, Panggung Budaya Sumenep Siap Memukau Penonton Nanti Malam
Dari Sawit hingga Emas Dapat Perhatian, Mengapa Tembakau Madura Terpinggirkan?
Soekarno Fun Run 2026 Jadi Panggung Sportivitas dan Nasionalisme, Peserta dari Berbagai Daerah Raih Juara

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 11:32 WIB

Kepala Desa Pinggirpapas Dorong Partisipasi Masyarakat dalam Sensus Ekonomi 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 08:56 WIB

Perjuangkan Hak Pendidikan untuk Semua, Ning Lia Dianugerahi Maklumat Partnership Awards 2026

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:43 WIB

Bungkam Soal Proyek PELRA dan Dugaan Intimidasi Pewarta, Kepala KSOP Kalianget Berpotensi Tersandung Masalah Hukum

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:46 WIB

Jambore Perhutanan Sosial 2026, Ning Lia Tegaskan Pentingnya Keseimbangan Ekologi dan Ekonomi

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:32 WIB

Semarak Soekarno Fun Run 2026, Abrari-Hosnan Dukung Sport Tourism dan Kreativitas Pemuda

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:35 WIB

Dari Sawit hingga Emas Dapat Perhatian, Mengapa Tembakau Madura Terpinggirkan?

Minggu, 14 Juni 2026 - 08:54 WIB

Soekarno Fun Run 2026 Jadi Panggung Sportivitas dan Nasionalisme, Peserta dari Berbagai Daerah Raih Juara

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:45 WIB

Ketahanan Pangan dari Desa, Polsek Batang-Batang Monitoring Green House Melon Pertiwi

Berita Terbaru