Media Sumenep Kunjungi ITS: Migas Corner Jadi Pusat Edukasi Hulu Migas

Senin, 3 November 2025 - 19:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kunjungan Media Sumenep dan SKK Migas ke Migas Corner di Kampus ITS Surabaya, Senin 3 November 2025.

Foto. Kunjungan Media Sumenep dan SKK Migas ke Migas Corner di Kampus ITS Surabaya, Senin 3 November 2025.

SURABAYA, nusainsider.com Sejumlah media lokal asal Kabupaten Sumenep berkunjung ke Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Senin (3/11/2025).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung keberadaan Migas Corner, sebuah sarana edukasi hulu migas yang diinisiasi oleh SKK Migas dan KKKS bersama ITS.

Migas Corner di ITS berfungsi sebagai pusat pengetahuan serta edukasi hulu minyak dan gas bumi (migas) yang bertujuan mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor energi.

Inisiatif ini sekaligus menjadi bentuk sinergi dunia pendidikan dengan industri migas nasional.

Diketahui, Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu wilayah strategis bagi produksi minyak dan gas di Indonesia dan menjadi penopang penting sektor energi nasional.

Dr. Ir. Machsus, S.T., M.T., selaku perwakilan Rektor ITS, dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberadaan Migas Corner akan membawa manfaat besar, tidak hanya bagi mahasiswa ITS, tetapi juga bagi universitas lain di Jawa Timur.

“Migas Corner akan menjadi pusat edukasi yang bermanfaat bagi mahasiswa ITS dan universitas lain di Jawa Timur, Sebab Jawa Timur merupakan produsen gas terbesar kedua setelah Papua Barat, dan menjadi tulang punggung produksi migas nasional,” ujarnya.

Machsus sapaan akrabnya menegaskan, ITS dalam waktu dekat juga akan membuka program studi baru, yakni Teknologi Pertambangan.

Langkah tersebut diambil sebagai bentuk kesiapan ITS untuk berkontribusi lebih dalam pengembangan potensi sumber daya alam, khususnya di sektor migas dan pertambangan.

“Semangat membuka prodi baru ini muncul karena Jawa Timur, termasuk kawasan Pulau Madura, memiliki potensi tambang yang cukup besar. Sudah saatnya perguruan tinggi di Jawa Timur terlibat langsung dalam pengembangan potensi ini,” tambahnya.

Menurutnya masyarakat Jawa Timur, terutama peran masyarakat di kawasan kepulauan dalam kegiatan eksplorasi, ekspolitasi dan pengelolaan sumber daya alam khususnya migas terus tumbuh.

Baca Juga :  Menakar Sekda Sumenep: Antara Rekam Jejak, Noda Lama, dan “Bismillah Melayani”

Kini bukan lagi sekadar menjadi penonton, tetapi perlahan menjadi bagian penting dari upaya bersama untuk memastikan kegiatan hulu migas membawa manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat sekitar.

Meski keterlibatannya masih perlu harus terus diperkuat, potensi dan semangat masyarakat lokal menjadi modal besar dalam mendukung kegiatan hulu migas di daerahnya.

Ia berharap, 30 tahun mendatang, generasi muda Madura dan Jawa Timur turut menjadi bagian dari ekosistem migas nasional.

“Harapan kami, anak-anak kita ke depan menjadi bagian dari SKK Migas, industri perminyakan, dan sektor energi lainnya, baik di Madura maupun Jawa Timur secara umum,” ungkapnya.

Lebih lanjut Machsus juga menekankan pentingnya sinergi dan kebersamaan dalam membangun bangsa.

Menurutnya, tidak ada kemajuan yang bisa dicapai tanpa kolaborasi antara lembaga pendidikan, industri, dan pemerintah.

“Kita tidak bisa mengantarkan bangsa ini maju secara sendiri-sendiri tanpa kebersamaan. Kita harus bergerak bersama, saling bersinergi, dan saling menguatkan demi mengakselerasi kemajuan bangsa,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa refleksi kebangsaan menuntut setiap individu untuk berkontribusi dalam bidang masing-masing.
Melalui bidang pendidikan, ITS berkomitmen untuk terus melahirkan SDM unggul yang siap berkiprah dalam sektor energi nasional, “Tutupnya.

Baca Juga :  Kanwil Kemenag Jatim Hadirkan Dua Politisi Muda pada Acara JAMARAH

Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Anggono Mahendrawan, menyampaikan apresiasi kepada ITS yang telah memfasilitasi kunjungan Teman-teman Media ke Migas Corner.

Ia menilai langkah ini sebagai bentuk keterbukaan informasi dan edukasi publik di sektor migas.

“Kami berterima kasih kepada ITS yang telah memfasilitasi kunjungan ini.
Teman-teman media perlu mengetahui secara langsung proses kegiatan hulu migas agar bisa menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat,” kata Anggono di sela-sela sambutannya, Senin 3/11/2025.

Menurutnya, keberadaan Migas Corner menjadi penting untuk memberikan pemahaman utuh tentang bagaimana industri migas bekerja, baik di darat (onshore) maupun di laut (offshore). Hal ini diharapkan mampu membentuk literasi energi di kalangan masyarakat.

“Kita ajak media untuk tahu tentang kegiatan onshore dan offshore, juga tentang proses hulu migas, sehingga mereka bisa menjadi corong edukasi kepada publik, Terutama agar masyarakat memahami perbedaan antara eksplorasi dan eksploitasi migas,” jelasnya.

Anggono sapaan akrabnya menegaskan, kegiatan survei seismik dan eksplorasi migas dilakukan semata-mata untuk kepentingan negara, sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.
Sementara kontraktor migas hanya berperan sebagai pihak yang mencari data, bukan pemilik sumber daya.

“Kegiatan seismik dilakukan untuk kepentingan negara. Kontraktor hanya mencari data, dan jika hasilnya tidak ditemukan, maka seluruh biaya menjadi tanggung jawab kontraktor atau investor,” terangnya.

Anggono menambahkan, Migas Corner merupakan hasil kolaborasi antara SKK Migas dan KKKS bersama ITS. Kolaborasi ini dirancang sebagai wadah edukasi dan interaksi antara dunia industri, akademisi, dan masyarakat.

Baca Juga :  Jadi Rujukan Pejabat hingga Jurnalis, Swiss-Belinn Manyar Tunjukkan Hospitality Terbaik

Ke depan, Migas Corner diharapkan menjadi ruang pembelajaran terbuka yang mampu menginspirasi mahasiswa dan masyarakat untuk lebih mengenal dunia migas.

Selain sebagai pusat informasi, fasilitas ini juga menjadi simbol kemandirian energi bangsa melalui literasi dan inovasi.

Kunjungan media dari Sumenep ke Lokasi Migas Corner menutup kegiatan dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif bersama perwakilan SKK Migas dan dosen ITS.

Mereka sepakat bahwa sinergi antara kampus, media, dan industri sangat penting untuk mendorong pemahaman publik tentang sektor energi.

Dengan keberadaan Migas Corner, ITS dan SKK Migas berharap dapat melahirkan generasi baru yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap tantangan energi masa depan. Generasi inilah yang nantinya diharapkan menjadi pelaku utama dalam menjaga kedaulatan energi nasional.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Tak Hanya Menulis, JSI Buktikan Aksi Nyata Bangun Fasilitas Masjid
Saksi Dinilai Tak Sesuai Fakta, Sengketa Tanah di PN Sumenep Kian Memanas
Perempuan Politik Jatim Bersinar, Ning Lia Dorong Demokrasi Inklusif dan Objektif
Aksi Cepat Ungkap Kokain di Pantai Kahuripan, Anggota Polres Sumenep Terima Reward
Dana PKH Diduga Dipotong Sejak 2020, Warga Mantajun Tuntut Keadilan
“Our Power, Our Planet”, Seruan Ketua GEN Jatim untuk Aksi Kolektif Jaga Lingkungan
Kapolres Baru Torehkan “Sejarah Baru” di Sumenep, APJ Soroti Dugaan Kriminalisasi Jurnalis
Skandal MBG Ganding: Dua Kali Temuan Ulat, Aktivis Ancam Laporkan ke BGN

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 10:26 WIB

Tak Hanya Menulis, JSI Buktikan Aksi Nyata Bangun Fasilitas Masjid

Jumat, 24 April 2026 - 06:53 WIB

Saksi Dinilai Tak Sesuai Fakta, Sengketa Tanah di PN Sumenep Kian Memanas

Kamis, 23 April 2026 - 16:42 WIB

Perempuan Politik Jatim Bersinar, Ning Lia Dorong Demokrasi Inklusif dan Objektif

Kamis, 23 April 2026 - 14:21 WIB

Aksi Cepat Ungkap Kokain di Pantai Kahuripan, Anggota Polres Sumenep Terima Reward

Kamis, 23 April 2026 - 13:51 WIB

Dana PKH Diduga Dipotong Sejak 2020, Warga Mantajun Tuntut Keadilan

Rabu, 22 April 2026 - 08:57 WIB

Kapolres Baru Torehkan “Sejarah Baru” di Sumenep, APJ Soroti Dugaan Kriminalisasi Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 08:46 WIB

Skandal MBG Ganding: Dua Kali Temuan Ulat, Aktivis Ancam Laporkan ke BGN

Selasa, 21 April 2026 - 16:50 WIB

Produk Jurnalistik Dilaporkan, Jurnalis Sumenep Akan Gelar Aksi Sebulan Penuh

Berita Terbaru