2.802 Kali Meletus Sepanjang 2025, Semeru Jadi Gunung Api Paling Aktif di Indonesia

Rabu, 19 November 2025 - 23:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Tampak Erupsi Semeru dari Kejauhan, Sumber Foto : Okezone.com

Foto. Tampak Erupsi Semeru dari Kejauhan, Sumber Foto : Okezone.com

LUMAJANG, nusainsider.com Gunung Semeru kembali mengalami erupsi dahsyat pada Rabu sore (19/11/2025) sekitar pukul 16.00 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, tinggi kolom letusan mencapai 2.000 meter di atas puncak atau 5.676 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu terpantau berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke utara dan barat laut. Saat laporan dibuat, aktivitas erupsi masih terus berlangsung.

Petugas Pos Pantau Gunung Semeru, Mukdas Sofian, mengimbau warga dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 8 km dari puncak karena wilayah tersebut merupakan jalur awan panas.

Di luar radius tersebut, masyarakat juga diminta menjauhi area 500 meter dari sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan guna menghindari potensi perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat meluncur hingga 13 km dari puncak.

Baca Juga :  Inovasi KKN Abmas ITS, Solusi Pengusiran Hama Otomatis dengan Smart Farming

Selain itu, warga diminta tidak beraktivitas dalam radius 2,5 km dari kawah karena kawasan itu rawan lontaran batu pijar. Mukdas menegaskan, potensi bahaya masih tinggi, terutama awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sungai-sungai berhulu Semeru, termasuk Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Sepanjang 2025, Gunung Semeru menjadi gunung api paling aktif di Indonesia dengan jumlah erupsi mencapai 2.802 kali. Hingga Rabu (19/11/2025), Semeru masih berstatus Waspada atau Level II.

Aktivitas Seismik Semeru Meningkat

Dari laporan pemantauan PVMBG Selasa (18/11/2025) pukul 00.00–24.00 WIB, Semeru mencatat 156 kali gempa letusan dengan amplitudo 10–22 mm dan durasi 45–180 detik. Selain itu, tercatat 26 kali gempa guguran, 9 kali gempa hembusan, 2 kali gempa harmonik, 4 kali gempa tektonik jauh, serta 1 gempa getaran banjir berdurasi 3.860 detik.

Baca Juga :  Senator Lia Istifhama: “Kejahatan Bisa Salah, Tapi Kemanusiaan Tak Boleh Mati”

Aktivitas itu menunjukkan peningkatan energi dari dalam tubuh gunung api sehingga perlu diikuti dengan kewaspadaan masyarakat.

Awan Panas Meluncur Hingga 7 Kilometer

Mukdas Sofian menyebut, awan panas guguran masih terjadi saat laporan disusun. Jarak luncur tercatat sudah mencapai 7 km dari puncak.

Erupsi yang terjadi pada pukul 16.00 WIB tersebut terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sekitar 16 menit 40 detik.

Baca Juga :  DPD RI Soroti Premanisme Keuangan: Oknum Ormas Dituding Bekingi Nasabah Leasing

Ia kembali menegaskan rekomendasi agar masyarakat tidak beraktivitas dalam radius yang telah ditetapkan untuk menghindari potensi bahaya yang sewaktu-waktu dapat meningkat.

Pemkab Lumajang: Tetap Tenang dan Ikuti Informasi Resmi

Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang sekaligus Ex Officio BPBD Lumajang, Agus Triyono, menekankan bahwa kenaikan aktivitas gunung bukan bertujuan menakut-nakuti, melainkan bentuk kesiapsiagaan.

Menurutnya, masyarakat dapat tetap aman dengan mengikuti arahan resmi serta memahami langkah-langkah mitigasi dasar.

BPBD Lumajang memastikan informasi terbaru akan terus disampaikan melalui kanal resmi dan media lokal. Warga diingatkan untuk tidak mudah percaya pada rumor yang tidak terverifikasi.

Sumber Foto. Pemprov Jatim – Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jawa Timur.

“Pengetahuan dan kesiapsiagaan adalah kunci menjaga keselamatan dan ketenangan masyarakat,” ujar Agus.

Loading

Penulis : Wafa

Sumber Berita : Liputan6.com

Berita Terkait

DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
PT ESM Siap Luncurkan King Djava Reguler, Bidik Filipina hingga Australia
Komitmen Bangun SDM Kepulauan, Medco Energi Gelar Pelatihan Deep Learning untuk Guru Sumenep
Yuddy Chrisnandi Apresiasi Diplomasi Prabowo: Jakarta Tak Lagi Sekadar Tamu, Kini Jadi Tuan Rumah Dunia
FGD “NgomBe” Bahas Masa Depan MBG di Sumenep, Pemkab Dorong Evaluasi Menyeluruh
Yang Paling Sakit Bukan Kepergian, Melainkan Kebenaran yang Tak Pernah Terucapkan
Pelestarian Keris Dimulai dari Bangku Sekolah, Disbudporapar Sumenep Siap Dukung
Ribuan Warga Semarakkan Festival Tete Masa 2026, Tradisi Menabur Benih Tembakau Jadi Magnet Wisata

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:23 WIB

DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:32 WIB

PT ESM Siap Luncurkan King Djava Reguler, Bidik Filipina hingga Australia

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:32 WIB

Komitmen Bangun SDM Kepulauan, Medco Energi Gelar Pelatihan Deep Learning untuk Guru Sumenep

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:59 WIB

FGD “NgomBe” Bahas Masa Depan MBG di Sumenep, Pemkab Dorong Evaluasi Menyeluruh

Rabu, 8 Juli 2026 - 22:55 WIB

Yang Paling Sakit Bukan Kepergian, Melainkan Kebenaran yang Tak Pernah Terucapkan

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:55 WIB

Pelestarian Keris Dimulai dari Bangku Sekolah, Disbudporapar Sumenep Siap Dukung

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:43 WIB

Ribuan Warga Semarakkan Festival Tete Masa 2026, Tradisi Menabur Benih Tembakau Jadi Magnet Wisata

Rabu, 8 Juli 2026 - 12:15 WIB

Ketika Cinta Kalah oleh Prinsip: Patah Hati yang Menyelamatkan Diri

Berita Terbaru