SUMENEP, nusainsider.com — Ribuan pengunjung memadati kawasan Pantai Lombang pada malam perayaan Lebaran Ketupat yang berlangsung pada Jumat malam, 27 Maret 2026.
Tradisi tahunan yang selalu dinanti masyarakat ini kembali menghadirkan suasana meriah, sekaligus menjadi magnet hiburan bagi warga lokal maupun wisatawan dari berbagai daerah.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, arus kendaraan sudah mulai terlihat meningkat sejak selepas waktu magrib. Mobil, sepeda motor, hingga kendaraan rombongan tampak terus berdatangan menuju kawasan wisata unggulan di Kabupaten Sumenep tersebut.
Memasuki malam hari, kepadatan semakin tak terelakkan. Antrean kendaraan terlihat mengular di sejumlah akses jalan menuju Pantai Lombang.
Bahkan, beberapa titik mengalami perlambatan arus lalu lintas akibat lonjakan pengunjung yang datang secara bersamaan untuk menikmati suasana Lebaran Ketupat.
Di tengah padatnya pengunjung, gemerlap lampu panggung yang menghiasi area pantai menjadi salah satu daya tarik utama.
Ditambah lagi dentuman musik dari sound system berdaya besar yang diprakarsai oleh kreativitas pemuda setempat, semakin menyemarakkan suasana malam itu.
Alunan musik yang menggema di sepanjang kawasan pantai menciptakan atmosfer hiburan yang hidup dan penuh energi. Pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga keluarga, tampak menikmati hiburan tersebut. Tidak sedikit yang mengabadikan momen dengan berswafoto maupun merekam suasana meriah di sekitar panggung.
Selain area hiburan, kondisi parkir juga menjadi sorotan. Seluruh area parkir yang tersedia terpantau penuh oleh kendaraan pengunjung.
Bahkan, sejumlah kendaraan terlihat terpaksa diparkir di bahu jalan karena keterbatasan lahan parkir yang tidak mampu menampung lonjakan pengunjung yang datang secara bersamaan.
Di sisi lain, geliat ekonomi masyarakat turut terasa signifikan. Lapak pedagang kaki lima yang berjajar di sepanjang kawasan pantai tampak dipadati pembeli.
Berbagai kuliner khas Lebaran Ketupat seperti ketupat, sate, serta aneka jajanan tradisional menjadi incaran pengunjung yang ingin menikmati suasana sambil bersantap.
Aroma makanan yang menggugah selera berpadu dengan suasana pantai di malam hari menciptakan pengalaman tersendiri bagi para pengunjung. Momen ini dimanfaatkan dengan baik oleh para pedagang untuk meraih keuntungan, seiring meningkatnya jumlah pengunjung yang datang.
Untuk memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga, petugas keamanan tampak disiagakan di sejumlah titik strategis. Mereka berjaga untuk mengatur arus lalu lintas, membantu pengunjung, serta mengantisipasi potensi gangguan selama berlangsungnya kegiatan.
Hingga laporan ini diturunkan, situasi di kawasan Pantai Lombang terpantau ramai namun tetap kondusif. Pengunjung dapat menikmati perayaan dengan aman dan nyaman, meskipun berada di tengah kepadatan yang cukup tinggi.
Perayaan malam Lebaran Ketupat di Pantai Lombang tahun ini kembali menunjukkan daya tariknya sebagai pusat hiburan masyarakat.
Tradisi ini tidak hanya menjadi ajang rekreasi tahunan, tetapi juga mempererat kebersamaan antarwarga yang datang untuk merayakan momen pasca-Idulfitri.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar. Kehadiran ribuan pengunjung membuka peluang bagi pelaku usaha kecil untuk meningkatkan pendapatan, mulai dari pedagang makanan hingga penyedia jasa parkir.
Salah seorang pengunjung, Iklil, mengaku senang dapat merayakan malam Lebaran Ketupat di Pantai Lombang bersama keluarga dan teman-temannya. Menurutnya, suasana yang meriah menjadi daya tarik utama untuk kembali datang setiap tahun.
“Suasananya ramai dan meriah, jadi bisa berkumpul sekaligus menikmati hiburan,” ujarnya.
Dengan antusiasme masyarakat yang terus meningkat setiap tahunnya, Pantai Lombang kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi favorit dalam merayakan tradisi Lebaran Ketupat di Kabupaten Sumenep.
![]()
Penulis : Wafa
















