Lia Istifhama Soroti Penurunan Tarif AS: Bukan Kompromi, Tapi Kemenangan Strategis

Sabtu, 21 Maret 2026 - 15:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Anggota DPD RI, Dr Lia Istifhama, S.Sos.i., M.E.I

Foto. Anggota DPD RI, Dr Lia Istifhama, S.Sos.i., M.E.I

JAKARTA, nusainsider.com Kebijakan penurunan tarif resiprokal Amerika Serikat terhadap Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen menuai respons positif dari berbagai kalangan.

Langkah ini dinilai sebagai hasil negosiasi strategis pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan nasional dan peluang ekspansi ekonomi global.

Anggota DPD RI, Lia Istifhama, menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari ketegasan Presiden Prabowo Subianto dalam menempatkan kepentingan nasional sebagai prioritas utama di tengah dinamika perdagangan internasional.

Menurutnya, sikap tegas Presiden bukan sekadar retorika politik, melainkan fondasi penting dalam membangun kedaulatan ekonomi Indonesia di era perdagangan bebas yang semakin kompetitif.

“Langkah Presiden Prabowo menunjukkan bahwa Indonesia tidak lagi berada dalam posisi defensif, tetapi mulai memainkan peran sebagai equal partner dalam perjanjian internasional. Ini penting untuk membangun kepercayaan pasar sekaligus menjaga martabat ekonomi nasional,” ujar Lia, yang akrab disapa Ning Lia.

Keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu menegaskan bahwa penurunan tarif tersebut harus dipahami sebagai hasil negosiasi realistis, bukan bentuk kompromi yang merugikan.

Baca Juga :  Lawan Tuan Rumah, Tim Voli Pantai Putri Sumenep Curi Perunggu

Ia menilai, adanya akses tarif nol persen bagi lebih dari 1.800 komoditas strategis menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk memperluas pasar ekspor, khususnya ke Amerika Serikat.

“Ini momentum besar bagi pelaku usaha nasional, terutama UMKM dan industri berbasis komoditas seperti kopi dan sawit, untuk naik kelas dan meningkatkan penetrasi global,” jelasnya.

Lebih lanjut, Lia menyoroti pentingnya klausul penyesuaian dalam perjanjian perdagangan tersebut.

Menurutnya, fleksibilitas berupa ruang renegosiasi menjadi instrumen penting dalam menghadapi dinamika global yang terus berubah.

“Adanya ruang renegosiasi menunjukkan pemerintah mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam diplomasi ekonomi. Ini jarang dimiliki negara lain dan patut diapresiasi,” tegasnya.

Dalam konteks investasi dan pengelolaan sumber daya alam, Lia juga mendukung kebijakan pemerintah yang menempatkan hilirisasi sebagai syarat utama.

Baca Juga :  Police Goes To School di SMAN 2 Sumenep, Satlantas Bagikan Edukasi dan Helm Keselamatan

Ia menilai langkah ini sejalan dengan agenda transformasi ekonomi nasional untuk menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi di dalam negeri.

“Dorongan hilirisasi dan penerapan harga berbasis pasar internasional menunjukkan arah kebijakan yang pro-bisnis sekaligus pro-nasional. Investor diberi kepastian, tetapi negara tetap memegang kendali,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterbukaan terhadap investasi asing tetap penting selama berada dalam koridor aturan domestik. Menurutnya, pendekatan tersebut mencerminkan keseimbangan antara pragmatisme ekonomi dan nasionalisme strategis.

“Bukan proteksionisme, melainkan smart protectionism, yaitu melindungi kepentingan nasional tanpa menutup diri dari kolaborasi global,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Lia mendorong pemerintah untuk memastikan implementasi perjanjian berjalan optimal melalui kebijakan turunan yang berpihak pada pelaku usaha nasional.

Baca Juga :  Pertalite dan Solar Diburu, BPH Migas Tambah Pasokan BBM ke SPBU Terdampak di Jatim

Ia menekankan pentingnya penguatan regulasi, pemberian insentif industri, serta perlindungan terhadap sektor strategis.

“Ke depan, yang dibutuhkan bukan hanya perjanjian yang baik, tetapi juga eksekusi kebijakan yang konsisten. Semua pihak harus memastikan setiap kesepakatan benar-benar bermuara pada kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kepentingan nasional tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan, termasuk dalam perjanjian dagang Indonesia–Amerika Serikat melalui skema Agreement on Reciprocal Trade (ART).

Ia menyebut penurunan tarif tersebut telah melalui pertimbangan matang, dengan tetap membuka ruang evaluasi apabila perjanjian dinilai merugikan Indonesia.

Selain itu, pemerintah memastikan keterbukaan terhadap investasi asing tetap berjalan, namun harus tunduk pada aturan nasional. Dalam pengelolaan mineral kritis, pemerintah juga mewajibkan penerapan harga pasar internasional serta menegaskan larangan ekspor bahan mentah tanpa proses hilirisasi di dalam negeri.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Petani Pulau Sapeken Keluhkan Pupuk Telat Datang, DPRD Minta Jalur Distribusi Dibenahi
Ucapan Harkopnas Bupati Sumenep Diduga Sarat Sinyal Politik, GPPD Bocorkan Hal Ini
Diduga Langgar Perda, Stand UMKM di depan MAN Sumenep Diminta Segera Ditertibkan
Proyek Rp374 Juta Disorot, Jalan Tamidung–Gapura Tengah Mulai Mengelupas Sebelum Selesai
Fatayat NU Masalembu Konsisten Berbagi, Santunan Anak Yatim Jadi Ikhtiar Raih Keberkahan
Saat Rekam Jejak Bertemu Integritas: Mengapa EMILIA Mencuri Perhatian dan Perbincangan Publik?
Muktamar NU Kembali ke Jombang, Lia Istifhama: Meneguhkan Warisan Ulama dan Komitmen Kebangsaan
Dua Kali Demo ke PLN, Warga Kini Dukung Polsek Batang-Batang Usut Tuntas Kasus Penebangan Pohon

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:18 WIB

Petani Pulau Sapeken Keluhkan Pupuk Telat Datang, DPRD Minta Jalur Distribusi Dibenahi

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:34 WIB

Ucapan Harkopnas Bupati Sumenep Diduga Sarat Sinyal Politik, GPPD Bocorkan Hal Ini

Minggu, 12 Juli 2026 - 06:02 WIB

Diduga Langgar Perda, Stand UMKM di depan MAN Sumenep Diminta Segera Ditertibkan

Minggu, 12 Juli 2026 - 05:39 WIB

Proyek Rp374 Juta Disorot, Jalan Tamidung–Gapura Tengah Mulai Mengelupas Sebelum Selesai

Minggu, 12 Juli 2026 - 03:25 WIB

Fatayat NU Masalembu Konsisten Berbagi, Santunan Anak Yatim Jadi Ikhtiar Raih Keberkahan

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:43 WIB

Muktamar NU Kembali ke Jombang, Lia Istifhama: Meneguhkan Warisan Ulama dan Komitmen Kebangsaan

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:53 WIB

Dua Kali Demo ke PLN, Warga Kini Dukung Polsek Batang-Batang Usut Tuntas Kasus Penebangan Pohon

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:58 WIB

Reses DPRD Sumenep: Gerindra-PKS Tuntut Pemerataan Pembangunan hingga Pulau Terluar

Berita Terbaru