SUMENEP, nusainsider.com — Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang berlokasi di Desa Dapenda, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, hingga kini belum rampung sepenuhnya.
Berdasarkan penelusuran media nusainsider.com pada Minggu (5/4/2026), progres pembangunan proyek yang dikerjakan oleh CV Cendana Indah asal Kabupaten Sampang itu masih berada di angka 92,84 persen.
Capaian tersebut menjadi sorotan, mengingat sebelumnya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Inspektorat Jenderal menargetkan penyelesaian proyek mencapai 100 persen pada 15 Maret 2026 lalu, namun hingga kini proyek tersebut belum menunjukkan progres sesuai target.
Padahal, Target itu disampaikan Inspektur Jenderal KKP, Sakti Wahyu Trenggono, saat melakukan kunjungan kerja dalam rangka safari Ramadan ke lokasi KNMP Desa Dapenda pada 2 Maret 2026.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, tepat waktu, serta mampu mendukung penguatan sarana dan prasarana sektor kelautan dan perikanan.
Namun, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa proyek tersebut belum sepenuhnya tuntas. Dengan progres yang masih berada di kisaran 92 persen, kuat dugaan terjadi perpanjangan kontrak antara pihak kementerian dengan pelaksana proyek, yakni CV Cendana Indah.
Situasi ini pun memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Publik mempertanyakan langkah konkret KKP maupun Pemerintah Kabupaten Sumenep, khususnya Dinas Kelautan dan Perikanan, dalam memastikan keberlanjutan program tersebut.
Terlebih, KNMP Desa Dapenda disebut-sebut telah mulai beroperasi selama kurang lebih empat bulan. Namun, efektivitasnya sebagai sentra ekonomi nelayan masih dipertanyakan.
“Program ini kan tujuannya besar, supaya nelayan lebih mandiri dan inovatif. Tidak hanya menangkap ikan, tapi juga bisa mengembangkan usaha pengolahan hasil laut dan ekonomi kreatif berbasis kelautan. Tapi sampai sekarang, apakah sudah ada perencanaan jelas atau masih sebatas wacana?” ujar salah satu warga setempat yang meminta namanya dirasakan kepada nusainsider.com.
Warga tersebut juga menyoroti besarnya anggaran yang digelontorkan dalam proyek ini. Ia berharap pembangunan KNMP tidak bernasib sama seperti sejumlah proyek lain di Sumenep yang hanya meninggalkan bangunan fisik tanpa aktivitas berkelanjutan.
“Jangan sampai proyek puluhan miliar ini hanya jadi bangunan kosong tanpa manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menilai Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumenep harus bertanggung jawab terhadap keberlanjutan program yang telah diamanahkan oleh pemerintah pusat.
“Dinas terkait harus serius. Jangan hanya fokus pada pembangunan fisik, tapi juga memastikan program ini benar-benar berjalan dan memberi dampak ekonomi bagi nelayan. Kalau tidak, ini hanya akan jadi proyek simbolik saja,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai keterlambatan penyelesaian proyek maupun rencana pengembangan lanjutan KNMP Desa Dapenda.
![]()
Penulis : Wafa
















