SUMENEP, nusainsider.com — Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Cabang Sumenep menggelar KOPRIFEST sebagai ruang ekspresi sekaligus konsolidasi gerakan keperempuanan.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kader untuk memperkuat barisan, meningkatkan kapasitas intelektual, serta mendorong daya saing di tengah dinamika sosial.
Sekretaris Umum KOPRI Cabang Sumenep, Rahamyanti, yang mewakili ketua cabang, mengajak seluruh kader untuk menjadikan KOPRIFEST sebagai titik awal penguatan peran organisasi di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa kader KOPRI tidak hanya dituntut aktif dalam kegiatan internal, tetapi juga harus mampu hadir memberikan dampak nyata.
“Melalui momentum KOPRIFEST ini, saya mengajak seluruh kader KOPRI Sumenep untuk memperkuat barisan. Mari kita jadikan diskusi dan kegiatan hari ini sebagai bekal untuk turun ke masyarakat, mendampingi, dan mengedukasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rahamyanti menekankan bahwa kader KOPRI memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk bersikap kritis terhadap berbagai kebijakan, khususnya yang berpotensi meminggirkan hak-hak perempuan.
Menurutnya, sensitivitas terhadap isu keadilan gender harus menjadi fondasi utama dalam setiap gerakan.
Sementara itu, Wakil Ketua II PMII Cabang Sumenep, Ahyatul Karim, yang hadir mewakili ketua cabang, mendorong KOPRI agar menjadi lokomotif gerakan keperempuanan di daerah.
Ia menilai, KOPRI memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak sekaligus garda terdepan dalam memperjuangkan isu-isu perempuan.
“KOPRI harus menjadi motor penggerak gerakan keperempuanan di Kabupaten Sumenep. Setiap kader harus memiliki skill individu yang mumpuni serta kekuatan wawasan dan intelektualitas yang tinggi,” ungkapnya.
Di sisi lain, pelaksanaan KOPRIFEST juga menjadi respons atas dinamika internal organisasi.
Ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini diinisiasi oleh aliansi ketua KOPRI se-Sumenep sebagai bentuk komitmen untuk menyediakan ruang kreativitas bagi seluruh kader.
Ia juga menyampaikan kritik terhadap kepemimpinan Ketua KOPRI Cabang Sumenep, Sahabati Yuliana Putri, yang dinilai kurang responsif terhadap aspirasi kader.
“Acara ini adalah wadah kreatif bagi seluruh kader KOPRI se-Sumenep yang diinisiasi oleh aliansi ketua KOPRI sebagai bukti bahwa KOPRI mampu menampung seluruh kreativitas kader. Ini juga menunjukkan bahwa ketua cabang tertutup terhadap karya dan aspirasi kader,” tegasnya.
Melalui KOPRIFEST, diharapkan konsolidasi internal KOPRI Sumenep semakin solid dan mampu melahirkan program-program pendampingan yang progresif, inklusif, serta berpihak pada kepentingan perempuan dan kader PMII di Kabupaten Sumenep.
![]()
Penulis : Wafa
















