SUMENEP, nusainsider.com — Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) setempat menggelar kegiatan penyuluhan dan sosialisasi kepada Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) serta tenaga pendidik (tendik) sebagai langkah memperkuat pemenuhan target peserta didik Program Sekolah Rakyat (SR).
Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya mendorong keberhasilan Program PKH sekaligus memastikan jumlah siswa Sekolah Rakyat di Kabupaten Sumenep dapat terpenuhi sesuai target yang telah ditentukan.
Saat ini, jumlah siswa Sekolah Rakyat di Kabupaten Sumenep tercatat sebanyak 81 siswa. Jumlah itu masih berada di bawah target yang direncanakan, yakni 100 siswa pada masing-masing jenjang pendidikan, baik Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Koordinator Pendamping PKH Kabupaten Sumenep, Khairullah, menjelaskan bahwa proses pencarian dan perekrutan siswa Sekolah Rakyat masih menjadi bagian dari tugas dan fungsi sumber daya manusia (SDM) PKH di lapangan.
“Target Sekolah Rakyat ini menyasar keluarga yang masuk kategori miskin ekstrem atau desil 1 dan desil 2, termasuk siswa yang telah putus sekolah. Program ini menjadi harapan dalam memenuhi hak anak untuk memperoleh pendidikan, khususnya bagi keluarga kurang mampu,” kata Khairullah, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa, pengelola Sekolah Rakyat, serta berbagai pihak terkait lainnya guna mengidentifikasi berbagai hambatan yang menyebabkan target jumlah siswa belum terpenuhi.
Khairullah mengungkapkan, proses perekrutan siswa Sekolah Rakyat tidak dilakukan secara sepihak, melainkan harus mendapatkan persetujuan dari sejumlah pihak, termasuk orang tua dan anak yang bersangkutan.
“Salah satu kendalanya, banyak orang tua yang masih menolak menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat dengan alasan tidak ingin berjauhan dengan anaknya. Karena itu, perlu adanya pemahaman lebih kepada masyarakat, khususnya keluarga sasaran,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan perencanaan pembangunan daerah (Bappeda) kabupaten Sumenep, Dr Ir Arif firmanto yang turut hadir menjelaskan bahwa penyuluhan dan sosialisasi tersebut menjadi bagian penting untuk memperkuat sinergi antara pendamping PKH, tenaga pendidik, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan Program Sekolah Rakyat.
Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu maupun yang putus sekolah agar tetap memperoleh hak pendidikan secara layak.
Arif, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat agar tidak ada lagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan.
Ia berharap, melalui kolaborasi seluruh pihak, target jumlah siswa Sekolah Rakyat di Kabupaten Sumenep dapat segera terpenuhi sehingga program tersebut benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga prasejahtera, “Tutupnya.
![]()
Penulis : Wafa
















