Idul Adha 2026 : Tidak Semua Pertemuan Ditakdirkan Untuk Menetap

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ilustrasi

Foto. Ilustrasi

OPINI, nusainsider.com Jika Idul Fitri identik dengan momen saling memaafkan, maka Idul Adha seharusnya menjadi ruang untuk belajar merelakan. Sebab tidak semua luka selesai hanya dengan kata maaf, dan tidak semua kenangan bisa hilang hanya karena waktu berjalan.

Ada hal-hal yang memang harus dilepas agar hidup kembali lapang.

Idul Adha mengajarkan tentang keikhlasan. Tentang bagaimana seseorang harus mampu menyerahkan sesuatu yang dicintainya demi kebaikan yang lebih besar.

Dalam sejarahnya, pengorbanan bukan hanya soal hewan kurban, melainkan tentang ketundukan hati dan kesediaan untuk melepaskan apa yang paling berharga.

Di titik itulah, Idul Adha terasa begitu dekat dengan kehidupan manusia hari ini.

Sebab banyak orang hidup sambil membawa masa lalu yang belum benar-benar selesai. Ada perasaan yang masih disimpan diam-diam. Ada cinta yang sudah lama pergi tetapi bayangannya tetap tinggal.

Baca Juga :  Momentum Idul Fitri, DPD RI Lia Istifhama Kuatkan Sinergi dengan Muslimat NU

Ada kasih sayang yang dulu tumbuh begitu besar, namun akhirnya harus kandas oleh keadaan. Dan sering kali, yang paling sulit bukan kehilangan seseorang. Melainkan merelakan kenangan yang pernah tercipta bersamanya.

Kita mungkin mampu memaafkan seseorang yang pernah melukai. Namun belum tentu mampu mengikhlaskan harapan yang pernah dibangun bersama. Di sinilah Idul Adha memberi pelajaran sederhana: tidak semua yang dicintai harus dimiliki selamanya.

Kadang hidup meminta kita untuk belajar menerima bahwa beberapa orang hanya hadir sebagai cerita, bukan sebagai akhir perjalanan.

Merelakan bukan berarti membenci. Bukan pula tanda menyerah. Merelakan adalah bentuk kedewasaan hati untuk memahami bahwa hidup harus terus berjalan, meski ada bagian yang tidak bisa dipaksakan untuk tetap tinggal. Karena pada akhirnya, hati juga membutuhkan kurban.

Mengorbankan ego yang terlalu berharap. Mengikhlaskan rasa yang terus dipertahankan sendirian. Melepaskan luka yang diam-diam masih disimpan hanya karena takut melupakan.

Baca Juga :  Tumpukan Sampah dan Pedagang Semrawut, ALARM Soroti Kinerja DLH dan DKUPP Sumenep

Idul Adha mengingatkan bahwa sesuatu yang dilepas dengan ikhlas tidak selalu menjadi kehilangan. Bisa jadi justru menjadi jalan agar seseorang menemukan ketenangan baru dalam hidupnya.

Maka di hari raya pengorbanan ini, mungkin bukan hanya hewan kurban yang perlu disembelih. Tetapi juga kesedihan yang terlalu lama dipelihara, kenangan yang terus mengikat, dan perasaan yang seharusnya sudah direlakan sejak lama.

Baca Juga :  Idul Fitri di Sumenep Tak Sekadar Hari Raya, Bupati Fauzi: Sampai Ketupat Baru Selesai

Sebab tidak semua yang pernah hadir ditakdirkan untuk menetap.
Dan tidak semua yang pergi harus terus dikejar.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Tak Hanya Sukses Gelar Event, Pemkab Sumenep Tunjukkan Komitmen Jaga Kebersihan GOR A Yani
Dari Sonar Mosem Nemor hingga Sandoreng, 12 Daerah Ramaikan Panggung MCF #4 Sumenep
Satu Panggung, Tujuh Warna Budaya! MCF 2026 Satukan Seni Jawa Timur di Sumenep
Di Balik Gemerlap MNV-MCF 2026, Tangisan Anak Hilang Nyaris Tak Terdengar dari Panggung Utama
Madura Culture Fest 4, Panggung Kolaborasi Seni dan Budaya dari Berbagai Daerah akan Menyatu Nanti Malam
Dari Olahraga hingga Kolaborasi, Tujuh Organisasi Kesehatan Gelar Fun Run di Sumenep
Tari Mustikaning Kenya Warnai MCF 2026, Tuban Bawa Pesona Budaya ke Sumenep
Bedah Buku Alumni PMII di Jombang, Muhaimin Dorong Gerakan Selamatkan NU

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 00:34 WIB

Tak Hanya Sukses Gelar Event, Pemkab Sumenep Tunjukkan Komitmen Jaga Kebersihan GOR A Yani

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:42 WIB

Dari Sonar Mosem Nemor hingga Sandoreng, 12 Daerah Ramaikan Panggung MCF #4 Sumenep

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Satu Panggung, Tujuh Warna Budaya! MCF 2026 Satukan Seni Jawa Timur di Sumenep

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Di Balik Gemerlap MNV-MCF 2026, Tangisan Anak Hilang Nyaris Tak Terdengar dari Panggung Utama

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:31 WIB

Dari Olahraga hingga Kolaborasi, Tujuh Organisasi Kesehatan Gelar Fun Run di Sumenep

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:57 WIB

Tari Mustikaning Kenya Warnai MCF 2026, Tuban Bawa Pesona Budaya ke Sumenep

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:42 WIB

Bedah Buku Alumni PMII di Jombang, Muhaimin Dorong Gerakan Selamatkan NU

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:27 WIB

Pokja News Room Jaga Desa SMSI Dikukuhkan, Ahmad Riyadh Bicara Masa Depan Media

Berita Terbaru