Kritik Keras Konser Madura Fest, Pengamat Nilai Panitia Harus Berani Putus Kontrak dengan Radhiesta

Selasa, 2 Juni 2026 - 06:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Konser Radhiesta Bersama 3 (Tiga) Artis Nasional Valen DA7, Ajeng Febria, Kiki JKT dan Artis Lokal

Foto. Konser Radhiesta Bersama 3 (Tiga) Artis Nasional Valen DA7, Ajeng Febria, Kiki JKT dan Artis Lokal

SUMENEP, nusainsider.com Rentetan polemik yang mewarnai konser penyanyi dangdut Valen pada 31 Mei 2026 kembali memicu kritik tajam. Tidak hanya soal manajemen acara yang dinilai semrawut, kualitas pendukung pertunjukan juga menjadi sorotan serius.

Pengamat musik asal Jawa Timur, Kurniawan Afriadi, bahkan menilai panitia sudah saatnya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kerja sama dengan Grup Musik Radhiesta, termasuk mempertimbangkan pemutusan kontrak jika terbukti tidak mampu memenuhi standar profesionalisme yang dibutuhkan dalam konser berskala besar dan itupun jika ada kontrak kerjasama.

Menurut Kurniawan, sejumlah persoalan yang terjadi dalam konser tersebut menunjukkan adanya kelemahan dalam perencanaan dan pelaksanaan acara.

Mulai dari blokade akses jalan tanpa sosialisasi yang jelas, dugaan praktik percaloan tiket, hingga kebijakan yang dinilai merugikan kenyamanan penonton.

“Konser besar tidak cukup hanya menghadirkan artis terkenal. Yang paling penting adalah bagaimana penonton mendapatkan pelayanan yang baik, informasi yang jelas, dan kualitas pertunjukan yang profesional. Kalau masalah terus berulang, maka harus ada evaluasi yang serius,” tegasnya.

Sorotan pertama muncul ketika akses pintu masuk sebelah utara diblokade sekitar pukul 17.11 WIB. Banyak pengunjung mengaku kebingungan karena tidak mendapatkan informasi sebelumnya terkait penutupan akses tersebut.

Baca Juga :  Antusias Warga Membludak, Pemeriksaan Mata Gratis Haflatul Imtihan Yayasan Ar-Rahman Diserbu Masyarakat

Menurut Kurniawan, kondisi itu menunjukkan lemahnya komunikasi panitia kepada masyarakat. Ia menilai setiap kebijakan yang berdampak pada mobilitas penonton seharusnya diumumkan secara terbuka melalui media sosial resmi maupun koordinasi dengan instansi terkait.

Tak hanya itu, polemik lain juga muncul terkait harga tiket. Berdasarkan flyer promosi yang beredar, tiket konser dipasarkan dengan harga Rp80 ribu. Namun di lokasi acara ditemukan penjualan tiket seharga Rp85 ribu di area pintu masuk sebelah selatan.

“Kondisi seperti ini sangat merugikan kepercayaan publik. Ketika harga yang dipromosikan berbeda dengan harga yang ditemukan di lapangan, tentu akan menimbulkan pertanyaan dari masyarakat,” katanya.

Kritik berikutnya tertuju pada kebijakan larangan membawa rokok selain merek DRT ke area konser. Menurut Kurniawan, aturan tersebut disebut tidak pernah disosialisasikan sebelumnya kepada calon penonton.

“Kalau ada aturan khusus, harus disampaikan sejak awal. Jangan sampai pengunjung baru mengetahui setelah berada di lokasi. Ini menyangkut kenyamanan dan hak konsumen yang sudah membeli tiket,” ujarnya.

Namun yang paling menjadi perhatian Kurniawan adalah kualitas teknis pertunjukan yang kembali menyeret nama Grup Musik Radhiesta.

Baca Juga :  Dugaan Jual Beli Jabatan PPS di Kecamatan Rubaru Semakin Jelas, Kebobrokan KPU Semakin Ganas

Ia mengingatkan bahwa persoalan serupa pernah terjadi pada konser sebelumnya saat Radhiesta dinilai melakukan kesalahan dalam mengiringi penampilan duet Valen dan Mila DA7 bulan lalu.

Menurutnya, kesalahan teknis dalam dunia musik memang bisa terjadi, tetapi tidak boleh menjadi sesuatu yang dianggap lumrah, apalagi jika terjadi berulang kali.

“Kalau hanya sekali mungkin masih bisa dimaklumi. Tetapi ketika persoalan teknis yang sama terus muncul dan tidak ada perbaikan dan atau evaluasi yang signifikan, maka penyelenggara harus berani mengambil keputusan tegas,” katanya.

Kurniawan menilai panitia tidak boleh mempertahankan kerja sama hanya karena faktor kedekatan atau kebiasaan. Profesionalisme harus menjadi tolok ukur utama dalam menentukan tim pendukung sebuah konser besar.

“Panitia harus objektif. Jika memang hasil evaluasi menunjukkan ada pihak yang tidak mampu memenuhi standar profesional, maka kontrak kerja sama perlu ditinjau ulang. Bahkan jika diperlukan, pemutusan kontrak harus menjadi opsi agar kualitas konser ke depan lebih baik,” tegasnya.

Ia menambahkan, mempertahankan tim yang terus menuai keluhan justru berpotensi merugikan nama baik penyelenggara, artis yang tampil, hingga citra Kabupaten Sumenep sebagai daerah yang mulai aktif menggelar berbagai event hiburan berskala besar.

“Jangan sampai nama Sumenep ikut tercoreng karena persoalan yang sebenarnya bisa dicegah dengan persiapan yang matang dan pemilihan tim yang kompeten. Penonton membeli tiket untuk menikmati hiburan berkualitas, bukan untuk menyaksikan persoalan yang terus berulang,” pungkas Kurniawan.

Kurniawan sapaan akrabnya berharap kritik yang muncul dapat menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi panitia penyelenggara, sehingga konser-konser berikutnya mampu menghadirkan kualitas pertunjukan yang profesional, nyaman, dan layak dinikmati masyarakat.

Baca Juga :  Gerakan Temu Lapang Dan Panen Raya Menuju Kesuksesan Ketahanan Pangan

Hingga berita ini dinaikkan, pihak pewarta belum punya akses guna konfirmasi ke pihak manajemen Radhiesta dan Panitia Madura Fest 2026 terkait berbagai keluhan tersebut

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Sebut Begini ke Pemkab Sumenep
Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah
Jangan Sampai Terlewat! Kiki Asiska Hadir di Malam Puncak Madura Culture Fest #4
Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani
Bertahun-tahun Gelap, Kini Rumah Warga Aeng Pao Kangean Terang Berkat PLN
Bukan Sekadar Rp3.000 – Rp10.000, Karcis Penitipan Motor di MCF #4 Pertanyakan Legalitasnya
Ning Lia Makin Rajin Sambangi Madura, Dari Temui Kiai hingga Bongkar Luka Pascakonflik
Kursi Strategis Polresta Tuban Bergeser, Kapolresta Ungkap Alasan di Baliknya

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 11:22 WIB

Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Sebut Begini ke Pemkab Sumenep

Rabu, 2 September 2026 - 08:32 WIB

Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah

Rabu, 2 September 2026 - 06:46 WIB

Jangan Sampai Terlewat! Kiki Asiska Hadir di Malam Puncak Madura Culture Fest #4

Rabu, 2 September 2026 - 06:39 WIB

Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani

Rabu, 2 September 2026 - 05:49 WIB

Bertahun-tahun Gelap, Kini Rumah Warga Aeng Pao Kangean Terang Berkat PLN

Selasa, 1 September 2026 - 14:45 WIB

Ning Lia Makin Rajin Sambangi Madura, Dari Temui Kiai hingga Bongkar Luka Pascakonflik

Selasa, 1 September 2026 - 13:34 WIB

Kursi Strategis Polresta Tuban Bergeser, Kapolresta Ungkap Alasan di Baliknya

Selasa, 1 September 2026 - 10:09 WIB

Warga Sumenep, Siapkan Hati! Sumenep Bersholawat Digelar Malam Ini di GOR A Yani

Berita Terbaru