Gerakan Temu Lapang Dan Panen Raya Menuju Kesuksesan Ketahanan Pangan

Selasa, 14 Maret 2023 - 12:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com —- Kepala Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Provinsi Jawa Timur (Jatim) menghadiri temu lapang dan panen raya padi Inpari 42 agritani Green Super Rice (GSR)

Diketahui Padi Inpari GSR tersebut milik Kelompok Tani (Poktan) Budi Setia Desa Gapura Barat, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur.

Poktan Budi Setia merupakan kelompok binaan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep.

Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kerjasama dan koordinasi untuk membangun ketahanan pangan berdaya saing.

Ia mengatakan, Temu Lapang ini merupakan metode pemberdayaan petani melalui pertemuan antar petani, peneliti, dan penyuluh untuk saling tukar-menukar informasi tentang teknologi pertanian yang diterapkan.

Sehingga dengan informasi tersebut, petani bisa mendapatkan umpan balik mengenai masalah dan hambatan yang dihadapi di lapangan.

Kepala BSIP Jawa Timur ini menekankan agar Poktan Budi Setia Desa Gapura Barat lebih intensif dalam penggunaan pupuk.

“Dengan adanya temu lapang, bisa memotivasi petani untuk lebih intensif lagi dalam penggunaan pupuk organik, pupuk hayati dan agen hayati, sehingga diharapkan mampu menekan penggunaan pupuk dan pestisida kimia,” terangnya Selasa 14/03/2023.

Pihaknya merasa bangga kepada para petani, khususnya Poktan Budi Setia yang telah berhasil menanam padi dengan kualitas yang sangat baik ini, semoga hasil gabah dan berasnya sesuai keinginan,” Tutupnya.

Baca Juga :  Varietas HMS 700 Jadi Harapan Baru Tingkatkan Produktivitas Padi Sumenep

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep juga meminta petani agar terus melakukan usaha tani secara mandiri dan berkelanjutan.

“Seperti yang dikatakan Dr. Artekan tadi bahwa dengan adanya kegiatan ini, para petani termotivasi untuk lebih giat lagi dalam melakukan usaha tani secara mandiri dan berkelanjutan,” ungkapnya Arif Firmanto saat mendampingi BSIP Jatim.

Ditambahkan, tujuan inti dari kegiatan ini adalah sebagai salah satu rasa syukur kepada Allah SWT atas rezeki yang telah dilimpahkan kepada hamba-hambanya, selain untuk mendongkrak semangat, mensukseskan gerakan temu lapang dan panen raya, juga mempererat tali silaturahim antara pemangku kepentingan dan petani.

Baca Juga :  Ketum Saudagar Madura Akhmad Ma’ruf Maulana Kecam Desakan Penutupan Galian C

Serta antara pelaku utama dan pelaku usaha sebagai tempat pertukaran informasi teknologi pertanian.

“Semoga Gerakan Temu Lapang dan Panen Raya menjadi pendorong untuk meningkatkan motivasi bercocok tanam modern (smart farming), meningkatkan produksi menuju keberhasilan stabilitas ketahanan pangan nasional, ” Paparnya.

Acara tersebut dilanjutkan dengan penyerahan bibit Inpari 48 label putih dari Kepala BSIP Jatim melalui kepala DKPP dan diserahkan langsung kepada Ketua Poktan Budi Setia.

Baca Juga :  Malam Takbiran Tanpa Listrik, Warga Sapeken Protes Kinerja PLN

Di tempat yang sama Ketua Poktan Budi Setia Desa Gapura Barat Asmoni menyatakan, kelompoknya yang beranggota 24 orang tersebut berkomitmen akan memproduksi benih tersebut guna mendukung terwujudnya desa mandiri benih.

“Kami berkomitmen memproduksi benih yang bermutu dan berlabel guna mendukung terwujudnya desa mandiri benih,” tandasnya.

Loading

Berita Terkait

Luka Dunia Pers Belum Sembuh, SMSI Sumenep Pilih Boikot Agenda Kapolresta
Ketua DPRD Sumenep Singgung Kedisiplinan Sekda Baru, Agus Dwi Syahputra Beri Tanggapan Tenang
Kontroversi Pelarangan Liputan, Ratusan Massa Siap Kepung Mapolresta Sumenep
Taretan Sumenep, Inovasi Baru Disdik Sumenep Bangun Kolaborasi Kampus dan Sekolah Hadapi Defisit Guru
PBB-P2 Jadi Instrumen Penguatan PAD, Bapenda Sumenep Gelar Sosialisasi di Giligenting
Madrasah Aliyah di Pamekasan Perkuat Tata Kelola dan Pembelajaran Lewat Rakor KKMA 02
Ucapan Hotman Paris kepada Jurnalis Berbuntut Panjang, PWI Pamekasan Minta Proses Hukum Tetap Berjalan
Kolaborasi UNESA dan Disdik Sumenep Perkuat Pembelajaran Berbasis Budaya Keris dan Literasi Ekologi

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:42 WIB

Luka Dunia Pers Belum Sembuh, SMSI Sumenep Pilih Boikot Agenda Kapolresta

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:39 WIB

Ketua DPRD Sumenep Singgung Kedisiplinan Sekda Baru, Agus Dwi Syahputra Beri Tanggapan Tenang

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:39 WIB

Kontroversi Pelarangan Liputan, Ratusan Massa Siap Kepung Mapolresta Sumenep

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:59 WIB

Taretan Sumenep, Inovasi Baru Disdik Sumenep Bangun Kolaborasi Kampus dan Sekolah Hadapi Defisit Guru

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:42 WIB

PBB-P2 Jadi Instrumen Penguatan PAD, Bapenda Sumenep Gelar Sosialisasi di Giligenting

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:42 WIB

Ucapan Hotman Paris kepada Jurnalis Berbuntut Panjang, PWI Pamekasan Minta Proses Hukum Tetap Berjalan

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:34 WIB

Kolaborasi UNESA dan Disdik Sumenep Perkuat Pembelajaran Berbasis Budaya Keris dan Literasi Ekologi

Senin, 20 Juli 2026 - 12:57 WIB

Retaknya Komando Birokrasi? Publik Pertanyakan Kepemimpinan Sekda Sumenep

Berita Terbaru