Rakor Pengendalian Inflasi: BPS Sebut Sumenep Catat Inflasi Tertinggi di Jawa Timur

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Rakor Pengendalian Inflasi Daerah kabupaten Sumenep

Foto. Rakor Pengendalian Inflasi Daerah kabupaten Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com Kabupaten Sumenep mencatatkan angka inflasi tertinggi di Jawa Timur pada Mei 2026. Kondisi tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Sumenep yang digelar pada Selasa (2/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep, Handoyo Wijoyo, SST, memaparkan perkembangan inflasi nasional sekaligus kondisi inflasi daerah yang menunjukkan tren cukup tinggi di wilayah ujung timur Pulau Madura tersebut.

Berdasarkan data BPS, inflasi tahunan (year on year/y-on-y) Kabupaten Sumenep pada Mei 2026 mencapai 5,12 persen, tertinggi di Jawa Timur. Angka tersebut jauh melampaui rata-rata inflasi Provinsi Jawa Timur yang berada di level 3,49 persen, serta inflasi nasional sebesar 3,08 persen.

Handoyo merinci, selain inflasi tahunan sebesar 5,12 persen, Kabupaten Sumenep juga mencatat inflasi bulanan (month to month/m-to-m) sebesar 0,16 persen dan inflasi tahun berjalan (year to date/y-to-d) sebesar 2,07 persen, yang juga menempatkan Sumenep sebagai daerah dengan capaian tertinggi di Jawa Timur.

“Inflasi tahunan Kabupaten Sumenep pada Mei 2026 tercatat sebesar 5,12 persen. Untuk inflasi bulanan sebesar 0,16 persen dan inflasi tahun berjalan mencapai 2,07 persen. Capaian ini menempatkan Sumenep pada peringkat pertama inflasi tertinggi di Jawa Timur,” ujar Handoyo.

Ia menjelaskan, tingginya inflasi di Sumenep dipengaruhi oleh kenaikan harga sejumlah komoditas strategis. Dua komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi adalah emas perhiasan dan beras.

Baca Juga :  Dinkes Sumenep Imbau Warga Tingkatkan PSN, Kasus DBD Tembus 70 Kasus per-Januari 2026

Menurutnya, emas perhiasan menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil mencapai 1,45 persen, menunjukkan adanya lonjakan harga emas yang cukup signifikan di pasaran. Sementara itu, beras memberikan andil inflasi sebesar 0,36 persen, menandakan meningkatnya harga salah satu kebutuhan pokok masyarakat.

“Emas perhiasan menjadi penyumbang terbesar inflasi di Sumenep dengan andil 1,45 persen, sedangkan beras menyumbang 0,36 persen. Keduanya menjadi faktor utama yang mendorong tingginya angka inflasi daerah,” terangnya.

Selain kedua komoditas tersebut, kenaikan harga sejumlah bahan kebutuhan dapur juga turut memicu inflasi bulanan. Di antaranya cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan minyak goreng yang masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,08 persen.

“Cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan minyak goreng juga mengalami kenaikan harga sehingga ikut memberikan kontribusi terhadap inflasi bulanan di Kabupaten Sumenep,” tambahnya.

Handoyo menegaskan, capaian tersebut menjadikan Kabupaten Sumenep sebagai daerah dengan tingkat inflasi tahunan tertinggi di Jawa Timur, mengungguli sejumlah daerah besar seperti Surabaya, Malang, maupun Jember.

Baca Juga :  200 Abang Becak di Pamekasan Terima Paket Bantuan Ramadan dari Pemkab dan BIP

Menurutnya, data inflasi tersebut menjadi perhatian penting bagi pemerintah daerah untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

“Data ini menjadi penting sebagai acuan pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan ekonomi agar harga-harga kebutuhan masyarakat dapat kembali stabil dan tetap terjangkau,” pungkasnya.

Ia mengaku pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga berbagai komoditas strategis guna mendukung upaya pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi daerah di Kabupaten Sumenep.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Tak Cukup Penegakan Hukum, HIMAGA Minta Pencegahan Kasus Asusila Anak Diperkuat
Aksi BEM Jabodetabek Memanas, Mahasiswa Minta Presiden Prabowo Akui Kesalahan Pemerintah
Tipikor Jatim Masuki Tahap Penting, Terdakwa Korupsi BSPS Sumenep Akan Diuji di Persidangan
Konsisten Berbagi, 11 Hari Program Detikzone.id Berbagi Buktikan Media Bisa Menjadi Jembatan Kebaikan
Opini Fauzi As ; Penjahat Bernama Prabowo
Dukung Swasembada Pangan, Polisi Cek Pengelolaan Peternakan Ayam Petelur di Babbalan
Meski Diguyur Hujan Deras, Koramil 0827/20 Sapudi Tetap Bantu Warga Gotong Royong
Di Tengah Sorotan Proyek Pelra Rp45,1 Miliar, Kekayaan Kepala KSOP Kalianget Tercatat Rp876 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:52 WIB

Tak Cukup Penegakan Hukum, HIMAGA Minta Pencegahan Kasus Asusila Anak Diperkuat

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:19 WIB

Aksi BEM Jabodetabek Memanas, Mahasiswa Minta Presiden Prabowo Akui Kesalahan Pemerintah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 05:48 WIB

Tipikor Jatim Masuki Tahap Penting, Terdakwa Korupsi BSPS Sumenep Akan Diuji di Persidangan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 03:42 WIB

Konsisten Berbagi, 11 Hari Program Detikzone.id Berbagi Buktikan Media Bisa Menjadi Jembatan Kebaikan

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:09 WIB

Opini Fauzi As ; Penjahat Bernama Prabowo

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:25 WIB

Meski Diguyur Hujan Deras, Koramil 0827/20 Sapudi Tetap Bantu Warga Gotong Royong

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:28 WIB

Di Tengah Sorotan Proyek Pelra Rp45,1 Miliar, Kekayaan Kepala KSOP Kalianget Tercatat Rp876 Juta

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:57 WIB

Nama Anggota DPR Ramai Disebut, LSM Bidik Minta Kejagung Beri Kepastian Hukum

Berita Terbaru

Foto. Fauzi As saat Berada di sebuah Cafe Hotel di Surabaya - Jawa Timur

Berita

Opini Fauzi As ; Penjahat Bernama Prabowo

Jumat, 12 Jun 2026 - 16:09 WIB