SUMENEP, nusainsider.com — Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep mencatat sebanyak 70 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga 19 Januari 2026.
Data tersebut dihimpun secara berkala dari 30 puskesmas dan empat rumah sakit yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sumenep.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep, Samsuri, menjelaskan bahwa hingga pertengahan Januari, sebaran kasus DBD paling tinggi tercatat di tiga wilayah kerja puskesmas.
“Anggap di pertengahan bulan, dari total 70 kasus tersebut terdapat tiga puskesmas dengan angka tertinggi, yakni Puskesmas Kalianget, Pamolokan, dan Ambunten, masing-masing melaporkan enam kasus,” ujar Samsuri saat menjadi narasumber dalam program Sumenep Menyapa RRI, Selasa (20/1/2026).
Ia menegaskan, jumlah tersebut merupakan akumulasi seluruh laporan kasus yang telah tervalidasi dan masuk ke dalam sistem pendataan Dinkes P2KB hingga sehari sebelumnya.
“Jadi total sampai dengan tanggal 19 Januari kemarin sudah ada 70 kasus DBD yang tercatat secara resmi,” jelasnya.
Seiring meningkatnya kasus DBD, Dinkes P2KB Sumenep mengimbau masyarakat agar tidak lengah dan terus menjaga kebersihan lingkungan.
Upaya pencegahan melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat tetap menjadi strategi utama untuk menekan angka penularan.
Selain itu, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami demam selama tiga hari berturut-turut.
Deteksi dan penanganan dini dinilai sangat penting guna mencegah risiko kondisi fatal akibat keterlambatan penanganan medis pada pasien DBD.
![]()
Penulis : Wafa
















