Jalan Rusak Lima Tahun, Masyarakat Montorna Minta Anggaran MBG Dialihkan untuk Infrastruktur

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ilustrasi

Foto. Ilustrasi

OPINI, nusainsider.com Di tengah gencarnya berbagai program pemerintah yang diklaim berpihak kepada rakyat, masyarakat Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, masih dihadapkan pada persoalan mendasar yang hingga kini belum menemukan solusi, yakni buruknya infrastruktur jalan.

Selama hampir lima tahun terakhir, akses jalan utama yang menjadi urat nadi kehidupan warga berada dalam kondisi rusak parah. Jalan yang semestinya menjadi sarana penghubung aktivitas pendidikan, pertanian, kesehatan, dan perekonomian justru berubah menjadi hambatan yang membatasi ruang gerak masyarakat.

Ironisnya, dalam rentang waktu yang cukup panjang tersebut, belum terlihat langkah nyata yang mampu menjawab kebutuhan warga.

Baik melalui Dana Desa maupun sumber anggaran pemerintah lainnya, masyarakat belum merasakan adanya pembangunan infrastruktur yang signifikan untuk memperbaiki kondisi jalan yang semakin memprihatinkan.

Baca Juga :  Dihadiri Senator Dan Legislator, Pembagian Ratusan Takjil Di Sedati Serunya Tak Kaleng-kaleng

Dampak kerusakan jalan tidak hanya dirasakan dalam aspek mobilitas. Setiap hari, anak-anak sekolah harus berjuang melewati jalan berlumpur, licin, dan berlubang demi memperoleh hak pendidikan yang layak.

Para petani kesulitan mengangkut hasil panen ke pasar sehingga biaya distribusi meningkat dan keuntungan yang diperoleh semakin berkurang.

Lebih dari itu, buruknya akses jalan juga berdampak langsung pada pelayanan kesehatan masyarakat. Ketika ada warga yang sakit dan membutuhkan penanganan medis segera, kendaraan sering kali tidak dapat menjangkau lokasi.

Dalam kondisi tertentu, warga terpaksa memikul pasien secara bergantian menuju fasilitas kesehatan terdekat. Situasi seperti ini tentu menjadi potret nyata ketimpangan pembangunan yang masih dirasakan masyarakat pedesaan.

Baca Juga :  117 Warga Sumenep Terima Bantuan RTLH Rp 30 Juta, Pemerintah Fokus Kualitas Bangunan

Atas dasar itulah, sebagian besar masyarakat Montorna menilai bahwa pembangunan infrastruktur jalan merupakan kebutuhan yang jauh lebih mendesak dibandingkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bukan berarti masyarakat menolak program tersebut. Namun, masyarakat berharap pemerintah mampu membaca kondisi riil di lapangan dan menempatkan kebutuhan dasar sebagai prioritas utama.

Bagi warga Montorna, jalan yang layak memiliki manfaat yang jauh lebih luas dan berkelanjutan. Infrastruktur yang baik akan membuka akses pendidikan, mempercepat pelayanan kesehatan, memperlancar distribusi hasil pertanian, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, serta mendorong pertumbuhan desa secara menyeluruh.

Karena itu, masyarakat meminta pemerintah pusat maupun daerah untuk melakukan evaluasi terhadap skala prioritas penggunaan anggaran.

Baca Juga :  Enam Agenda Strategis Pemkab Sumenep di 2026, Dorong Kemandirian dan Daya Saing Daerah

Jika memungkinkan, sebagian anggaran yang dialokasikan untuk program-program yang belum menjadi kebutuhan mendesak dapat diarahkan terlebih dahulu pada pembangunan infrastruktur jalan yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan masyarakat.

Sebab bagi masyarakat Montorna, jalan yang baik bukan sekadar sarana transportasi. Jalan adalah akses menuju sekolah, jalur menuju pelayanan kesehatan, penghubung roda perekonomian, dan jembatan menuju kesejahteraan yang selama ini mereka harapkan.

Sudah saatnya pemerintah hadir melalui kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat.

Pembangunan tidak cukup hanya diwujudkan melalui program-program populis, tetapi harus mampu memberikan solusi nyata atas persoalan yang setiap hari dirasakan rakyat di lapangan.

Penulis : M. Roqiburrahman (Tokoh Masyarakat Montorna)

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dana Sudah Tersedia, Publikasi Gedung APHT Guluk-Guluk Masih Menunggu Perbup
ALARM Soroti Anggaran Proyek Pelabuhan PELRA Kalianget 45M, Kualitas Konstruksi Jadi Perhatian Utama
Doa Sang Proklamator Serentak di Sumenep, KNPI Ajak Pemuda Rawat Semangat Kebangsaan
Rakor Pengendalian Inflasi: BPS Sebut Sumenep Catat Inflasi Tertinggi di Jawa Timur
DPD KNPI Sumenep Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, Dorong Pemuda Jadi Garda Ideologi Bangsa
Kritik Keras Konser Madura Fest, Pengamat Nilai Panitia Harus Berani Putus Kontrak dengan Radhiesta
Call Center 112 Sumenep Ditingkatkan, Diskominfo Fokus Percepat Penanganan Aduan Darurat
Hari Lahir Pancasila 2026, KNPI Sumenep Ajak Pemuda Jadi Penggerak Kemajuan Bangsa

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:32 WIB

Jalan Rusak Lima Tahun, Masyarakat Montorna Minta Anggaran MBG Dialihkan untuk Infrastruktur

Rabu, 3 Juni 2026 - 09:23 WIB

Dana Sudah Tersedia, Publikasi Gedung APHT Guluk-Guluk Masih Menunggu Perbup

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:55 WIB

ALARM Soroti Anggaran Proyek Pelabuhan PELRA Kalianget 45M, Kualitas Konstruksi Jadi Perhatian Utama

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:47 WIB

Doa Sang Proklamator Serentak di Sumenep, KNPI Ajak Pemuda Rawat Semangat Kebangsaan

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:06 WIB

Rakor Pengendalian Inflasi: BPS Sebut Sumenep Catat Inflasi Tertinggi di Jawa Timur

Selasa, 2 Juni 2026 - 06:52 WIB

Kritik Keras Konser Madura Fest, Pengamat Nilai Panitia Harus Berani Putus Kontrak dengan Radhiesta

Senin, 1 Juni 2026 - 15:06 WIB

Call Center 112 Sumenep Ditingkatkan, Diskominfo Fokus Percepat Penanganan Aduan Darurat

Senin, 1 Juni 2026 - 10:17 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026, KNPI Sumenep Ajak Pemuda Jadi Penggerak Kemajuan Bangsa

Berita Terbaru