Gubernur Khofifah Gandeng Produsen Benih Bersertifikat, Petani Tebu Jatim Siap Sambut Era Produktivitas Baru

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MALANG, nusainsider.com Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) resmi meluncurkan aksi Panen dan Tanam Tebu Serentak Program Bongkar Ratoon Tebu di Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Kamis (18/6/2026).

Program tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada gula konsumsi.
Pelaksanaan program dilakukan melalui sinergi antara Pemprov Jatim dan CV Lang Buana, perusahaan agribisnis sekaligus produsen benih bersertifikat asal Blitar.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Direktur Jenderal Perkebunan, serta Bupati Malang HM Sanusi.

Sebagai upaya menghadapi tantangan perubahan iklim ekstrem yang berpotensi mengganggu produktivitas perkebunan tebu, Pemprov Jatim memperkenalkan empat varietas tebu unggul terbaru kepada para petani, yakni NXI-4T, SGN 01, NX 03, dan NX 04.

Baca Juga :  Bertemu Dalam Satu Ruangan, Calon Bupati Sumenep 2024 Tunjukkan Nuansa Kedamaian

Keempat varietas tersebut diproyeksikan memiliki rendemen gula lebih tinggi serta ketahanan yang lebih baik terhadap berbagai anomali cuaca dibandingkan varietas yang selama ini digunakan petani.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa inti dari program tersebut adalah melakukan peremajaan tanaman tebu melalui skema pembongkaran tebu keprasan atau bongkar ratoon.

“Selain bongkar ratoon kita juga melakukan panen. Namun, fokus utamanya ada pada pembongkaran karena kita ingin melakukan reblending dengan kualitas bibit yang jauh lebih bagus,” ujar Khofifah.

Menurutnya, penggunaan benih unggul hasil teknologi laboratorium modern berpotensi meningkatkan produktivitas lahan tebu secara signifikan.

Ia mencontohkan Kecamatan Gondanglegi yang pernah mencatatkan produksi hingga 250 ton per hektare.

“Di Gondanglegi Malang ini pernah mencapai 250 ton per hektare. Hari ini, dengan intervensi teknologi mutakhir, meningkatkan produktivitas ke angka maksimal tersebut bukanlah hal yang mustahil,” katanya.

Meski demikian, Khofifah menegaskan bahwa keberhasilan peningkatan produksi tidak hanya ditentukan oleh kualitas benih. Ia menilai diperlukan pengelolaan yang baik pada seluruh rantai produksi, khususnya saat musim giling.

Baca Juga :  Puskesmas Legung Lakukan Edukasi Penyakit Campak Dengan Cara Ini

Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain akurasi penebangan tebu melalui pengawalan metode dan waktu panen yang tepat guna menjaga kualitas bahan baku, serta efisiensi proses penggilingan di pabrik gula agar mampu menekan kehilangan hasil atau losses selama proses produksi.

Selain fokus pada sektor hulu, Pemprov Jatim juga menaruh perhatian besar terhadap stabilitas pasar gula di tingkat hilir. Khofifah mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap peredaran gula rafinasi agar tidak masuk ke pasar konsumsi rumah tangga.

Baca Juga :  Mahasiswa PGSD Unija Gelar Perpisahan Melalui Pentas Seni, Berikut Kemeriahannya

Menurutnya, rembesan gula rafinasi ke pasar konsumsi dapat menekan daya saing gula yang dihasilkan petani lokal karena perbedaan harga yang cukup signifikan.

“Target utama kita adalah swasembada gula konsumsi. Namun, ini adalah ekosistem hulu-hilir. Jika gula rafinasi merembes ke pasar konsumen, harga gula dari petani lokal dipastikan menjadi tidak kompetitif. Oleh karena itu, seluruh stakeholder harus memperketat pengawasan di pasar,” pungkas Khofifah.

Melalui program bongkar ratoon dan penggunaan varietas unggul baru tersebut, Pemprov Jawa Timur optimistis produktivitas tebu dan produksi gula daerah dapat meningkat secara signifikan, sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu lumbung gula nasional.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Sumenep Bidik Lompatan Ekonomi Maritim, Pulau Pagerungan Kecil Diusulkan Jadi Kampung Industri Perikanan
Setelah Jadi Sorotan, Nakhoda Ungkap Lokasi Kapal Patroli, Kepala KSOP Tetap Diam
Menuju Kota Hijau, Sumenep Hadirkan Infrastruktur Pengisian Kendaraan Listrik Modern
Siapkan Akreditasi Berkualitas, Kemenag Sumenep Bekali Guru RA dengan Penguatan Kompetensi
Di Tengah Tantangan Global, Sumenep Berhasil Dongkrak Ekonomi dan Tekan Kemiskinan
Ketika Prajurit Mengaduk Semen: Di Mana Prioritas Pertahanan Negara?
Belanja Iklan dan Pemotretan Rp18 Juta di Puskesmas Guluk-Guluk Jadi Sorotan
LSM GEMPUR Ungkap Dugaan Penyimpangan Dana Desa di Simalungun, Kejati Sumut Diminta Turun Tangan

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:38 WIB

Sumenep Bidik Lompatan Ekonomi Maritim, Pulau Pagerungan Kecil Diusulkan Jadi Kampung Industri Perikanan

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:52 WIB

Setelah Jadi Sorotan, Nakhoda Ungkap Lokasi Kapal Patroli, Kepala KSOP Tetap Diam

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:39 WIB

Menuju Kota Hijau, Sumenep Hadirkan Infrastruktur Pengisian Kendaraan Listrik Modern

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:19 WIB

Siapkan Akreditasi Berkualitas, Kemenag Sumenep Bekali Guru RA dengan Penguatan Kompetensi

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:55 WIB

Di Tengah Tantangan Global, Sumenep Berhasil Dongkrak Ekonomi dan Tekan Kemiskinan

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:35 WIB

Ketika Prajurit Mengaduk Semen: Di Mana Prioritas Pertahanan Negara?

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

Belanja Iklan dan Pemotretan Rp18 Juta di Puskesmas Guluk-Guluk Jadi Sorotan

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:39 WIB

LSM GEMPUR Ungkap Dugaan Penyimpangan Dana Desa di Simalungun, Kejati Sumut Diminta Turun Tangan

Berita Terbaru