Pelestarian Keris Dimulai dari Bangku Sekolah, Disbudporapar Sumenep Siap Dukung

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Istimewa for nusainsider.com / ADV

Foto. Istimewa for nusainsider.com / ADV

SUMENEP, nusainsider.com Upaya pelestarian budaya lokal di Kabupaten Sumenep kembali mendapat dorongan kuat. Kali ini, gagasan mengenalkan proses pembuatan keris kepada pelajar mendapat dukungan penuh dari Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi.

Menurut Faruk, pembelajaran mengenai keris di lingkungan sekolah merupakan terobosan strategis untuk menanamkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya leluhur sejak usia dini.

Program tersebut dinilai mampu memperkuat identitas budaya daerah sekaligus memastikan keberlangsungan tradisi keris di masa depan.

“Ini ide brilian dan luar biasa. Saya sangat mendukung. Kalau adik-adik siswa dibiasakan belajar bagaimana menjadi empu atau membuat keris, itu menjadi terobosan besar,” ujar Faruk, Rabu (8/7/2026).

Ia mengusulkan agar para siswa tidak hanya dikenalkan pada sejarah keris melalui teori, tetapi juga diberi kesempatan mempelajari proses menjadi empu atau pembuat keris melalui kegiatan pembelajaran maupun praktik budaya di sekolah.

Baca Juga :  Sekolah Ramah Anak, Langkah Nyata Sumenep Lindungi Generasi Emas

Menurutnya, pendidikan budaya yang dimulai sejak dini akan membentuk pemahaman anak terhadap nilai sejarah, filosofi, hingga tahapan lahirnya sebilah keris yang selama ini menjadi salah satu ikon budaya Kabupaten Sumenep.

Faruk sapaan akrabnya menilai, pendekatan pembelajaran berbasis praktik akan membuat pelajar lebih mudah memahami makna di balik sebuah karya budaya, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap warisan leluhur.

Sebagai contoh, ia menyebut keberhasilan Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam mengenalkan kesenian keleningan kepada para pelajar.

Baca Juga :  Program Penguatan Kelompok Nelayan, Sumenep Targetkan Koperasi Mandiri

Program tersebut kini menunjukkan hasil nyata, di mana kesenian tradisional yang dahulu hanya dimainkan kalangan tertentu mulai dikuasai oleh siswa sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama.

“Dulu keleningan hanya dimainkan orang-orang tertentu di wilayah tertentu, seperti Pinggirpapas dan Dasuk. Sekarang siswa SD maupun SMP sudah bisa memainkannya,” katanya.

Ia menambahkan, pengunjung Museum Keraton Sumenep kini juga langsung disambut alunan musik keleningan. Hal itu menjadi bukti bahwa budaya lokal semakin dekat dengan kehidupan masyarakat.

Faruk mengungkapkan, Bupati Sumenep bahkan memiliki harapan agar kemampuan memainkan keleningan dapat dikenalkan sejak anak duduk di bangku kelas satu sekolah dasar.

Baca Juga :  PUTR Sumenep Tancap Gas: 591 Sambungan Air, 741 Tangki Septik Dibangun

Menurutnya, keberhasilan pelestarian keleningan membuktikan bahwa pengenalan budaya kepada generasi muda akan membuahkan hasil apabila dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Budaya tidak boleh dilupakan. Jangan hanya dikenal generasi tua. Anak-anak juga harus memahami bagaimana keris dibuat, sehingga sejak kecil sudah tertanam kecintaan terhadap budaya daerah,” tegasnya.

Karena itu, Faruk berharap gagasan memasukkan pembelajaran pembuatan keris ke dalam kegiatan sekolah dapat segera direalisasikan.

Langkah tersebut dinilai menjadi investasi penting dalam menjaga eksistensi budaya Sumenep di tengah derasnya arus modernisasi, sekaligus melahirkan generasi yang tidak hanya mengenal keris sebagai benda pusaka, tetapi juga memahami nilai, filosofi, dan proses penciptaannya sebagai identitas budaya daerah.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Pesantren Al-Islamiyah Gandeng Yonif TP 931/KJ Bentuk Santri Tangguh Lewat Kemah HIMMAH ke-51
Ribuan Warga Semarakkan Festival Tete Masa 2026, Tradisi Menabur Benih Tembakau Jadi Magnet Wisata
Aktivis Desak Pertamina Tak Tutup Mata, Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Sumenep Harus Diusut
Reses Ketua Komisi III DPRD Sumenep Dibanjiri Keluhan, Jalan Rusak dan Sampah Jadi Sorotan
MADAS Sedarah Didorong Jadi Mitra Strategis Pembangunan Indonesia
Bank Jatim Tuai Pujian Senator DPD RI, Dinilai Berhasil Seimbangkan Profit dan Pelayanan Publik
Klaim BPJS Ketenagakerjaan Diduga Dipungut Biaya, Warga Sumenep Pertanyakan Legalitas Petugas
Efisiensi Anggaran Berlanjut, Dana Pokir Anggota DPRD Sumenep Dipotong Dua Pertiga

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:34 WIB

Pesantren Al-Islamiyah Gandeng Yonif TP 931/KJ Bentuk Santri Tangguh Lewat Kemah HIMMAH ke-51

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:55 WIB

Pelestarian Keris Dimulai dari Bangku Sekolah, Disbudporapar Sumenep Siap Dukung

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:43 WIB

Ribuan Warga Semarakkan Festival Tete Masa 2026, Tradisi Menabur Benih Tembakau Jadi Magnet Wisata

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:43 WIB

Aktivis Desak Pertamina Tak Tutup Mata, Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Sumenep Harus Diusut

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:49 WIB

Reses Ketua Komisi III DPRD Sumenep Dibanjiri Keluhan, Jalan Rusak dan Sampah Jadi Sorotan

Selasa, 7 Juli 2026 - 22:16 WIB

Bank Jatim Tuai Pujian Senator DPD RI, Dinilai Berhasil Seimbangkan Profit dan Pelayanan Publik

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:54 WIB

Klaim BPJS Ketenagakerjaan Diduga Dipungut Biaya, Warga Sumenep Pertanyakan Legalitas Petugas

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:47 WIB

Efisiensi Anggaran Berlanjut, Dana Pokir Anggota DPRD Sumenep Dipotong Dua Pertiga

Berita Terbaru