Muktamar NU Kembali ke Jombang, Lia Istifhama: Meneguhkan Warisan Ulama dan Komitmen Kebangsaan

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Anggota DPD/MPR RI, Dr Lia Istifhama, S.Sos.i.,M.E.I (Istimewa for nusainsider.com / Redaksi)

Foto. Anggota DPD/MPR RI, Dr Lia Istifhama, S.Sos.i.,M.E.I (Istimewa for nusainsider.com / Redaksi)

JAKARTA, nusainsider.com Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi menetapkan Pondok Pesantren Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, sebagai lokasi pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang akan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026.

Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Gabungan Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU yang digelar di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Jakarta Pusat, Selasa (7/7).

Penetapan itu disambut positif berbagai kalangan, termasuk Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama.

Senator yang akrab disapa Ning Lia itu menilai dipilihnya Pondok Pesantren Tambakberas sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU bukan sekadar penentuan lokasi, melainkan keputusan yang sarat makna historis dan ideologis bagi perjalanan organisasi Nahdlatul Ulama.

Menurutnya, Kabupaten Jombang, khususnya kawasan Tambakberas, memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan sejarah lahir dan berkembangnya NU. Daerah tersebut menjadi tempat tumbuhnya para ulama besar yang berperan sebagai pendiri sekaligus penggerak organisasi.

“Jombang yang dikenal sebagai Kota Santri merupakan tempat lahir dan tumbuhnya para ulama besar pendiri Nahdlatul Ulama,” ujar Ning Lia dalam keterangannya kepada awak media, Rabu (8/7/2026).

Ia menyebut sejumlah tokoh besar seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Chasbullah, dan KH Bisri Syansuri sebagai figur-figur penting yang meletakkan fondasi perjuangan NU hingga menjadi organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Baca Juga :  Lia Istifhama Tegaskan Peran Strategis Kaukus Nahdliyin untuk Indonesia

Karena itu, Ning Lia menilai pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas harus dimaknai sebagai momentum untuk mengembalikan ruh perjuangan para muassis atau pendiri NU, bukan sekadar agenda organisasi lima tahunan.

“Kita semua mengetahui bagaimana sejarah panjang Pesantren Tambakberas yang menjadi cikal bakal lahirnya pesantren-pesantren besar lainnya di Jombang. Denanyar, Tebuireng hingga Rejoso memiliki hubungan genealogi yang sangat erat dengan Tambakberas,” ungkapnya.

Keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu menambahkan, penetapan Tambakberas sebagai lokasi muktamar juga membawa misi besar untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan para ulama dalam membangun peradaban Islam yang moderat serta memperkuat komitmen kebangsaan.

Baca Juga :  Mega Remmeng Guncang Malam Takbiran, Ribuan Warga Tumpah Ruah di Sepanjang Jalan

Menurutnya, nilai-nilai perjuangan para pendahulu harus terus diwariskan kepada generasi penerus agar Nahdlatul Ulama tetap menjadi kekuatan moral dalam menjaga persatuan bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Jombang adalah rumah besar para ulama dan pesantren. Terpilihnya Tambakberas akan menjadi bagian penting dari sejarah panjang Nahdlatul Ulama dari masa ke masa,” tegasnya.

Ning Lia juga mengingatkan bahwa kembalinya Muktamar NU ke Jombang menjadi pengulangan sejarah setelah Kabupaten Jombang sukses menjadi tuan rumah Muktamar ke-33 NU pada 2015 lalu.

Baca Juga :  Ramadan Fase Akhir, Diskominfo Sumenep Turun ke Jalan Gaungkan Pesan Lebaran

Menjelang pelaksanaan muktamar, ia mengajak seluruh warga nahdliyin dan peserta dari berbagai daerah untuk menjadikan forum tersebut sebagai ruang refleksi sekaligus memperdalam keteladanan para pendiri organisasi, khususnya KH Abdul Wahab Chasbullah yang berasal dari Tambakberas.

Ia berharap seluruh peserta tidak hanya hadir untuk menyukseskan agenda organisasi, tetapi juga menyerap semangat perjuangan, pemikiran, diplomasi, serta keteladanan para ulama yang telah membesarkan Nahdlatul Ulama.

“Mudah-mudahan Muktamar ke-35 NU dapat berlangsung dengan penuh kebersamaan, persatuan, cinta kasih, serta melahirkan keputusan-keputusan strategis yang membawa kemajuan bagi Nahdlatul Ulama dan bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Tak Hanya Sukses Gelar Event, Pemkab Sumenep Tunjukkan Komitmen Jaga Kebersihan GOR A Yani
Dugaan Pungli Muncul di Tengah Meriahnya MCF-MNV 2026, Pengunjung Minta Satpol PP Segera Bertindak
Dari Sonar Mosem Nemor hingga Sandoreng, 12 Daerah Ramaikan Panggung MCF #4 Sumenep
Satu Panggung, Tujuh Warna Budaya! MCF 2026 Satukan Seni Jawa Timur di Sumenep
Di Balik Gemerlap MNV-MCF 2026, Tangisan Anak Hilang Nyaris Tak Terdengar dari Panggung Utama
Madura Culture Fest 4, Panggung Kolaborasi Seni dan Budaya dari Berbagai Daerah akan Menyatu Nanti Malam
Dari Olahraga hingga Kolaborasi, Tujuh Organisasi Kesehatan Gelar Fun Run di Sumenep
Tari Mustikaning Kenya Warnai MCF 2026, Tuban Bawa Pesona Budaya ke Sumenep

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 00:34 WIB

Tak Hanya Sukses Gelar Event, Pemkab Sumenep Tunjukkan Komitmen Jaga Kebersihan GOR A Yani

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:58 WIB

Dugaan Pungli Muncul di Tengah Meriahnya MCF-MNV 2026, Pengunjung Minta Satpol PP Segera Bertindak

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:42 WIB

Dari Sonar Mosem Nemor hingga Sandoreng, 12 Daerah Ramaikan Panggung MCF #4 Sumenep

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Satu Panggung, Tujuh Warna Budaya! MCF 2026 Satukan Seni Jawa Timur di Sumenep

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Di Balik Gemerlap MNV-MCF 2026, Tangisan Anak Hilang Nyaris Tak Terdengar dari Panggung Utama

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:31 WIB

Dari Olahraga hingga Kolaborasi, Tujuh Organisasi Kesehatan Gelar Fun Run di Sumenep

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:57 WIB

Tari Mustikaning Kenya Warnai MCF 2026, Tuban Bawa Pesona Budaya ke Sumenep

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:42 WIB

Bedah Buku Alumni PMII di Jombang, Muhaimin Dorong Gerakan Selamatkan NU

Berita Terbaru