Guru Besar UIN Madura Prof. Achmad Mulyadi Tegaskan Ilmu Falak Harus Jadi Solusi Nyata bagi Masyarakat

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, nusainsider.com Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Universitas Islam Negeri (UIN) Madura. Dosen Pascasarjana UIN Madura, Prof. Achmad Mulyadi, resmi menyandang gelar Guru Besar setelah menerima Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang Penetapan Guru Besar Rumpun Ilmu Agama Periode III Tahun 2025 di Jakarta, Senin (13/7/2026).

Pengukuhan tersebut menjadi tonggak penting bagi perjalanan akademik Prof. Achmad Mulyadi sekaligus memperkuat eksistensi UIN Madura sebagai perguruan tinggi Islam yang terus melahirkan akademisi berprestasi di tingkat nasional.

Usai menerima KMA, Prof. Achmad Mulyadi mengungkapkan rasa syukur atas amanah yang diberikan kepadanya. Menurutnya, gelar Guru Besar bukan sekadar capaian akademik tertinggi, melainkan tanggung jawab besar untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, saya merasa bangga dan bersyukur atas amanah ini. Namun yang lebih penting, gelar Guru Besar menjadi tantangan bagi saya untuk terus memperkuat dan memperdalam keilmuan yang selama ini saya tekuni, khususnya Ilmu Falak,” ujarnya.

Pakar Astronomi Islam tersebut juga memohon doa serta dukungan dari masyarakat, sivitas akademika, dan mahasiswa agar dapat menjalankan amanah barunya dengan penuh integritas.

Baca Juga :  Akses Terbatas, Orang Tua ABK di Gresik Tempuh 15 Km Cari Sekolah Inklusi

Ke depan, Prof. Mulyadi menegaskan fokus pengabdiannya akan diarahkan pada penguatan kajian Ilmu Falak yang bersifat aplikatif dan mampu menjawab kebutuhan umat Islam, mulai dari akurasi penentuan arah kiblat, penetapan waktu salat, kalender Hijriah, hingga pengembangan astronomi Islam secara lebih luas.

Dukung Program Indonesia Berkiblat
Sebagai tindak lanjut setelah pengukuhan Guru Besar, Prof. Achmad Mulyadi dijadwalkan langsung terlibat dalam mendukung program strategis Kementerian Agama Republik Indonesia, yakni Program Indonesia Berkiblat.

Baca Juga :  Usai Disambut Jutaan Warga di Pamekasan, Valen Akbar Akan Hibur Masyarakat Sumenep Besok Malam

Program nasional tersebut bertujuan memastikan ketepatan arah kiblat di masjid, musala, dan tempat ibadah di seluruh Indonesia melalui pendekatan ilmiah yang tetap berpedoman pada kaidah syariat Islam.

“Kementerian Agama saat ini sedang melaksanakan Program Indonesia Berkiblat. Ini menjadi tugas sekaligus tantangan bagi kami. Insya Allah pada 15–16 Juli 2026, kami bersama tim akan ikut menyukseskan program tersebut,” jelasnya.

Ia berharap melalui program tersebut, pemahaman masyarakat mengenai pentingnya akurasi arah kiblat berbasis metode ilmiah dapat semakin meningkat sehingga memberikan kepastian dalam pelaksanaan ibadah.

Baca Juga :  Menuju Rumah Sakit Modern, RSUDMA Sumenep Optimalkan Teknologi untuk Pelayanan Publik

Selain mendukung program nasional, Prof. Mulyadi juga berkomitmen terus meningkatkan kualitas riset, memperluas publikasi ilmiah, memperkuat pengabdian kepada masyarakat, serta membina generasi muda yang memiliki minat pada bidang Ilmu Falak.

Komitmen tersebut sejalan dengan visi Kementerian Agama RI untuk mendorong peran aktif para akademisi dalam menghasilkan inovasi dan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Islam serta kemaslahatan umat secara berkelanjutan.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dari Ujung Timur Madura, Mega Remmeng Siap Gebrak KEN 2026 dengan “Gelang Soko”
Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Sebut Begini ke Pemkab Sumenep
Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah
Jangan Sampai Terlewat! Kiki Asiska Hadir di Malam Puncak Madura Culture Fest #4
Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani
Bertahun-tahun Gelap, Kini Rumah Warga Aeng Pao Kangean Terang Berkat PLN
Bukan Sekadar Rp3.000 – Rp10.000, Karcis Penitipan Motor di MCF #4 Pertanyakan Legalitasnya
Ning Lia Makin Rajin Sambangi Madura, Dari Temui Kiai hingga Bongkar Luka Pascakonflik

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 17:49 WIB

Dari Ujung Timur Madura, Mega Remmeng Siap Gebrak KEN 2026 dengan “Gelang Soko”

Rabu, 2 September 2026 - 11:22 WIB

Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Sebut Begini ke Pemkab Sumenep

Rabu, 2 September 2026 - 08:32 WIB

Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah

Rabu, 2 September 2026 - 06:46 WIB

Jangan Sampai Terlewat! Kiki Asiska Hadir di Malam Puncak Madura Culture Fest #4

Rabu, 2 September 2026 - 06:39 WIB

Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani

Selasa, 1 September 2026 - 17:16 WIB

Bukan Sekadar Rp3.000 – Rp10.000, Karcis Penitipan Motor di MCF #4 Pertanyakan Legalitasnya

Selasa, 1 September 2026 - 14:45 WIB

Ning Lia Makin Rajin Sambangi Madura, Dari Temui Kiai hingga Bongkar Luka Pascakonflik

Selasa, 1 September 2026 - 13:34 WIB

Kursi Strategis Polresta Tuban Bergeser, Kapolresta Ungkap Alasan di Baliknya

Berita Terbaru