SUMENEP, nusainsider.com — Bupati Sumenep secara resmi melantik Hamka sebagai Camat Definitif Kecamatan Sapeken pada Senin (13/7/2026) di Pendopo Agung Keraton Sumenep.
Pelantikan tersebut menandai berakhirnya masa jabatan Hamka sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Camat Sapeken sekaligus dimulainya kepemimpinan definitif di salah satu kecamatan kepulauan terluar Kabupaten Sumenep.
Pelantikan tersebut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat. Namun, sejumlah pihak mengingatkan bahwa perubahan status dari Plt menjadi camat definitif harus diiringi dengan perubahan nyata dalam penyelenggaraan pemerintahan dan peningkatan pelayanan publik di wilayah Kepulauan Sapeken.
Aktivis Himpunan Mahasiswa Kepulauan Sapeken Sumenep (Himpass), Faisal Islami, menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Hamka.
Meski demikian, ia mengaku pesimistis apabila pelantikan tersebut hanya menjadi formalitas birokrasi tanpa disertai langkah konkret dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat kepulauan.
Menurut Faisal, selama Hamka menjabat sebagai Plt Camat Sapeken masih terdapat sejumlah persoalan strategis yang belum memperoleh penyelesaian secara optimal.
Salah satunya adalah ancaman peredaran narkotika yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Letak geografis Sapeken sebagai wilayah kepulauan terluar dengan gugusan pulau yang luas disebut sangat rentan dimanfaatkan sebagai jalur peredaran gelap narkotika.
“Berulangnya pengungkapan kasus sabu oleh aparat kepolisian menjadi indikator bahwa Sapeken sedang menghadapi ancaman serius terhadap masa depan generasi muda,” ujarnya.
Selain persoalan narkotika, Faisal juga menyoroti masih berulangnya kelangkaan BBM bersubsidi serta dugaan penyalahgunaan tata niaga solar dan bensin di wilayah kepulauan.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya menghambat aktivitas para nelayan, tetapi juga berdampak terhadap meningkatnya biaya distribusi barang yang berujung pada naiknya harga kebutuhan pokok masyarakat.
“Kami tidak butuh seremoni pelantikan di pendopo yang mewah. Yang dibutuhkan masyarakat adalah kepemimpinan yang mampu menyelesaikan persoalan nyata di Kepulauan Sapeken,” tegas Faisal.
Ia menilai, setelah resmi menjabat sebagai camat definitif, Hamka harus mampu menunjukkan arah kepemimpinan yang lebih jelas sebagai perpanjangan tangan Bupati Sumenep di wilayah kepulauan.
Faisal menyebut sedikitnya ada dua agenda prioritas yang harus segera dijalankan oleh Camat Sapeken.
Pertama, memperkuat sinergi Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimcam) bersama Polsek Sapeken, Koramil, tokoh masyarakat, serta tokoh agama dalam upaya memberantas peredaran narkotika.
Menurutnya, camat harus mengambil peran koordinatif secara aktif sehingga penanganan narkoba tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum.
Kedua, melakukan pengawasan secara ketat terhadap distribusi BBM bersubsidi. Camat diharapkan turun langsung mengawasi rantai distribusi hingga tingkat agen agar penyaluran BBM benar-benar tepat sasaran dan hak masyarakat, khususnya para nelayan, tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan pribadi.
“Pelantikan camat definitif ini harus menjadi momentum pembenahan tata kelola pemerintahan di Kecamatan Sapeken. Masyarakat kini menunggu langkah-langkah nyata yang mampu menjawab berbagai persoalan mendasar di wilayah kepulauan, bukan sekadar pergantian status jabatan dalam struktur birokrasi,” pungkas Faisal.
![]()
Penulis : Wafa
















