Luka Dunia Pers Belum Sembuh, SMSI Sumenep Pilih Boikot Agenda Kapolresta

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com — Polemik dugaan pengusiran sejumlah jurnalis saat prosesi peresmian peningkatan status Polres Sumenep menjadi Polresta Sumenep terus bergulir. Insiden yang diduga dilakukan oleh oknum anggota kepolisian itu kini berbuntut aksi boikot dari kalangan insan pers di Kabupaten Sumenep.

Peristiwa tersebut dinilai tidak hanya melukai martabat profesi wartawan, tetapi juga dianggap mencederai kebebasan pers yang dijamin Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta bertentangan dengan semangat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Sebagai bentuk protes atas insiden tersebut, sejumlah jurnalis di Kabupaten Sumenep memutuskan tidak menghadiri undangan silaturahmi yang dilayangkan Polresta Sumenep kepada organisasi profesi wartawan.

Baca Juga :  Bom Waktu Demografis dan Serdadu Politik

Langkah itu diambil sebagai bentuk solidaritas sekaligus penegasan sikap terhadap dugaan tindakan yang dinilai tidak menghormati kerja jurnalistik.

Salah satu organisasi yang menyatakan sikap tegas adalah Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sumenep. Organisasi tersebut memastikan tidak akan menghadiri agenda silaturahmi yang diinisiasi oleh Kapolresta Sumenep.

Ketua SMSI Kabupaten Sumenep, Wahyudi, menilai sejak awal Polresta Sumenep belum menunjukkan itikad yang baik dalam membangun hubungan kemitraan dengan insan pers.

Menurutnya, dugaan pengusiran wartawan saat acara peresmian justru bertolak belakang dengan semangat sinergi yang selama ini dibangun antara kepolisian dan media.

“Kalau memang ingin menjalin kerja sama yang baik dengan wartawan, seharusnya tidak terjadi tindakan pengusiran seperti itu. Hubungan harmonis yang selama ini terbangun justru tercoreng oleh tindakan tersebut,” ujar Wahyudi.

Ia menegaskan, keputusan untuk tidak menghadiri undangan silaturahmi merupakan sikap resmi organisasi sebagai bentuk protes terhadap dugaan tindakan arogan yang dialami para jurnalis saat menjalankan tugas peliputan.

Baca Juga :  Dari Perjuangan ke Pembangunan, Pesan Bupati Fauzi di Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI

Menurut Wahyudi, kebebasan pers merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, setiap jurnalis yang menjalankan tugas jurnalistik seharusnya mendapatkan perlindungan dan penghormatan, bukan justru mengalami perlakuan yang menghambat kerja-kerja jurnalistik.

Meski memboikot agenda silaturahmi tersebut, Wahyudi menegaskan SMSI Kabupaten Sumenep tetap membuka ruang komunikasi dengan Kapolresta Sumenep apabila ingin membangun hubungan yang lebih baik dengan insan pers.

Baca Juga :  Gerbang Generasi Baru UNIBA Madura Dibuka, Mahasiswa Baru Diajak Menyalakan Api Perubahan

Namun demikian, khusus terhadap undangan resmi yang telah disebarkan, SMSI memilih untuk tidak menghadirinya sebagai bentuk sikap organisasi sekaligus harapan agar peristiwa serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Aksi boikot ini menjadi sinyal kuat bahwa kalangan jurnalis di Kabupaten Sumenep menginginkan adanya penghormatan terhadap profesi wartawan serta komitmen seluruh pihak dalam menjaga kemerdekaan pers sebagai salah satu pilar demokrasi di Indonesia.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dua Pengusaha Lokal Terima Apresiasi PWI Sumenep atas Kiprah di Dunia UMKM
Kapolres Pamekasan Bersama Personel Atur Lalu Lintas, Warga Beraktivitas Lebih Nyaman
Sambut Hari Jadi ke-757 dan Hari Santri 2026, Pemkab Sumenep Gelar Gerakan Baca Al-Waqi’ah 111.111 Kali
Peringati Hari Santri Nasional, ASN Sumenep Diminta Teladani Nilai Pesantren
Gerakan “Nongtong Bareng” Jadi Strategi Diskominfo Sumenep Promosikan Budaya Lokal
Kementerian Pariwisata Apresiasi Sumenep, Festival Tong-Tong Didorong Dongkrak UMKM dan Kunjungan wisatawan
Pelantikan Arya Wiraraja Warnai Festival Tong-Tong 2026, Bupati Sumenep Terima Penghargaan Kemenpar RI
KOKAR Bali Bawa Nuansa Pulau Dewata ke Panggung Festival Musik Tong-Tong Sumenep 2026

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Dua Pengusaha Lokal Terima Apresiasi PWI Sumenep atas Kiprah di Dunia UMKM

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Kapolres Pamekasan Bersama Personel Atur Lalu Lintas, Warga Beraktivitas Lebih Nyaman

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:46 WIB

Sambut Hari Jadi ke-757 dan Hari Santri 2026, Pemkab Sumenep Gelar Gerakan Baca Al-Waqi’ah 111.111 Kali

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Peringati Hari Santri Nasional, ASN Sumenep Diminta Teladani Nilai Pesantren

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:16 WIB

Gerakan “Nongtong Bareng” Jadi Strategi Diskominfo Sumenep Promosikan Budaya Lokal

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:59 WIB

Pelantikan Arya Wiraraja Warnai Festival Tong-Tong 2026, Bupati Sumenep Terima Penghargaan Kemenpar RI

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:36 WIB

KOKAR Bali Bawa Nuansa Pulau Dewata ke Panggung Festival Musik Tong-Tong Sumenep 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK

Berita Terbaru