Dinkes Pamekasan Panggil Direksi RS Larasati, Ungkap Fakta Baru Penanganan Pasien Salamah

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Dr Saifuddin, Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan.

Foto. Dr Saifuddin, Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan.

PAMEKASAN, nusainsider.com — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan memanggil jajaran direksi RS Larasati beserta dokter yang menangani pasien Salamah (30), warga Desa Rekkerrek, Kecamatan Proppo, untuk meminta klarifikasi terkait dugaan malapraktik yang saat ini tengah ditangani Satreskrim Polres Pamekasan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari pembinaan sekaligus untuk memperoleh penjelasan menyeluruh mengenai kronologi penanganan medis terhadap pasien.

Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan, dr. Saifuddin, mengatakan pihaknya telah meminta keterangan langsung dari manajemen rumah sakit dan dokter yang menangani pasien guna memastikan seluruh prosedur pelayanan kesehatan telah dijalankan sesuai ketentuan.

“Kami sudah memanggil direksi RS Larasati beserta dokter yang menangani pasien untuk menjelaskan kronologi penanganan yang dilakukan,” ujarnya.

Dari hasil klarifikasi, diketahui bahwa sebelum menjalani operasi di RS Larasati, Salamah lebih dahulu menjalani pemeriksaan di RSUD Smart Pamekasan.

Baca Juga :  Di duga Suruhan PT MSM Anggota Brimob Polda Sulut Aniaya pekerja Tambang di Tatelu

Saat itu, pasien disarankan melanjutkan penanganan medis ke rumah sakit di Surabaya melalui mekanisme rujukan.
Namun, sebelum keberangkatan ke Surabaya, pasien memutuskan berkonsultasi dengan dokter lain di Pamekasan.

Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, pasien kemudian menjalani tindakan operasi di RS Larasati.

Berdasarkan penjelasan yang diterima Dinkes, tindakan operasi tersebut dilakukan setelah adanya persetujuan dari pasien maupun keluarganya.

Baca Juga :  Sumenep Kembali Tandatangani Proyek Percontohan kementerian Pertanian, Begini kata Bupati

Saifuddin menegaskan, setiap tindakan operasi di rumah sakit pada prinsipnya tidak dapat dilakukan tanpa adanya informed consent atau persetujuan dari pasien maupun keluarga.

“Ketika pasien atau keluarga setuju dilakukan tindakan, maka pihak RS Larasati melakukan tindakan. Itu merupakan solusi yang diberikan dokter karena pasien saat itu mengeluhkan kesakitan,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam praktik kedokteran setiap dokter memiliki clinical judgment atau pertimbangan profesional yang dapat berbeda dalam menentukan metode penanganan terhadap pasien sesuai kondisi medis yang dihadapi.

Meski demikian, Dinkes Pamekasan tetap melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut sembari menghormati proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian.
Saat ini, pasien diketahui telah kembali dirujuk ke rumah sakit di Surabaya untuk menjalani penanganan lanjutan.

Baca Juga :  Komitmen Puskesmas Batang-batang Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Berdasarkan informasi yang diterima Dinkes, kondisi pasien terus menunjukkan perkembangan yang membaik.

“Pasien juga sudah dirujuk ke rumah sakit di Surabaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dan saat ini kondisinya dalam proses perbaikan,” tandas Saifuddin.

Sementara itu, dugaan malapraktik yang dilaporkan pihak keluarga masih dalam tahap penyelidikan oleh Satreskrim Polres Pamekasan.

Hasil pemeriksaan dari aparat penegak hukum nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan ada atau tidaknya unsur pelanggaran dalam penanganan medis terhadap pasien tersebut.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Pelantikan dan PKD XV PMII STITA, Momentum Menguatkan Loyalitas dan Intelektualitas
Festival Karaoke Dangdut Media Expo 2026 Sumenep Memanas, 25 Peserta Tembus Semifinal
Menimbang Ulang Eksistensi Hiburan Dunia Malam : Tegas Menertibkan, Adil Menegakkan Aturan
Dari Bazar Murah hingga Deklarasi, Sumenep Youth Movement 2026 Dorong Peran Strategis Pemuda
Semangat Sumpah Pemuda, Kapolres Pamekasan Lepas 150 Perwakilan Mahasiswa dan Santri Menuju Polda Jatim
TBIN UIN Madura Gelar Konferensi Internasional Lalonget ke-7, Hadirkan Narasumber Empat Negara
Ning Lia Hadiri Media Expo 2026, Budaya Madura Dinilai Punya Potensi Ekonomi Kreatif
Media Expo Perdana di Jatim Dibuka di Sumenep, Pemprov Jatim Dorong Pelestarian Budaya dan Kesenian

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Pelantikan dan PKD XV PMII STITA, Momentum Menguatkan Loyalitas dan Intelektualitas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Festival Karaoke Dangdut Media Expo 2026 Sumenep Memanas, 25 Peserta Tembus Semifinal

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Menimbang Ulang Eksistensi Hiburan Dunia Malam : Tegas Menertibkan, Adil Menegakkan Aturan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Dari Bazar Murah hingga Deklarasi, Sumenep Youth Movement 2026 Dorong Peran Strategis Pemuda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Semangat Sumpah Pemuda, Kapolres Pamekasan Lepas 150 Perwakilan Mahasiswa dan Santri Menuju Polda Jatim

Rabu, 28 Oktober 2026 - 01:28 WIB

Ning Lia Hadiri Media Expo 2026, Budaya Madura Dinilai Punya Potensi Ekonomi Kreatif

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:11 WIB

Media Expo Perdana di Jatim Dibuka di Sumenep, Pemprov Jatim Dorong Pelestarian Budaya dan Kesenian

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:53 WIB

Membanggakan! Awan Dania Dwi Putri Raih Juara 1 Seni Tunggal Remaja Putri di Trunodjoyo National Championship III 2026

Berita Terbaru