SUMENEP, nusainsider.com — Di tengah riuhnya Pameran Pembangunan Madura Culture Festival (MCF) #4 2026, perhatian Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo tertuju pada satu hal yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat: pelayanan sosial.
Bupati Fauzi menyempatkan diri menyambangi stan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep di Lapangan GOR A. Yani Pangligur, Sumenep.
Kunjungan itu bukan sekadar agenda meninjau stan. Di hadapan jajaran Dinsos P3A, Bupati melihat langsung berbagai informasi mengenai program dan pelayanan yang diberikan pemerintah daerah kepada masyarakat.
Bupati juga berinteraksi dengan petugas stan dan mendapatkan penjelasan mengenai sejumlah program yang dijalankan Dinsos P3A.
Momentum tersebut menjadi ruang untuk melihat bagaimana informasi pelayanan sosial dikemas dan diperkenalkan kepada masyarakat.
Pesan yang dibawa Bupati cukup jelas. Pelayanan sosial harus terus didekatkan kepada masyarakat agar warga yang membutuhkan tidak kesulitan mendapatkan informasi maupun akses terhadap layanan pemerintah.
Terlebih, urusan sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak merupakan sektor yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Karena itu, keberadaan informasi yang mudah dijangkau menjadi bagian penting dalam memastikan program pemerintah benar-benar diketahui dan dimanfaatkan warga.
Saat ini, Dinsos P3A Kabupaten Sumenep dipimpin Dr. R. Abd. Rahman Riadi, SE, MM. Perangkat daerah tersebut memiliki cakupan tugas yang berkaitan dengan pelayanan sosial, pemberdayaan perempuan serta perlindungan anak.
Bagi Bupati Fauzi, pelayanan publik tidak cukup hanya tersedia di balik meja pemerintahan. Masyarakat harus mengetahui program yang tersedia dan memahami ke mana harus mendapatkan bantuan ketika menghadapi persoalan sosial.
Karena itu, ruang interaksi seperti Pameran Pembangunan memiliki arti penting. Masyarakat tidak hanya datang untuk melihat berbagai tampilan pembangunan, tetapi juga dapat berkomunikasi langsung dengan petugas dari perangkat daerah.
Stan Dinsos P3A menjadi salah satu ruang tersebut. Berbagai materi informasi yang ditampilkan memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mengenal lebih dekat program pemerintah di bidang sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Pengunjung juga dapat berkomunikasi dengan petugas untuk memperoleh informasi sesuai kebutuhan. Pola komunikasi secara langsung seperti ini dinilai dapat membantu mempersempit jarak antara pemerintah dengan masyarakat.
Bupati berharap kualitas pelayanan terus diperkuat. Tidak hanya dari sisi program, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat mengakses informasi dan memperoleh pelayanan secara lebih mudah.
Menurutnya, pelayanan yang responsif membutuhkan komunikasi yang baik. Pemerintah perlu mendengar kebutuhan masyarakat secara langsung agar pelayanan yang diberikan semakin tepat sasaran.
Kehadiran Dinsos P3A dalam Pameran Pembangunan MCF #4 2026 menjadi bagian dari upaya memperkenalkan berbagai program kepada masyarakat secara lebih terbuka.
Pameran menjadi ruang pertemuan antara pemerintah dan masyarakat. Berbagai informasi yang biasanya hanya diketahui melalui kanal pemerintahan kini dapat diperkenalkan secara langsung kepada pengunjung.
Bagi masyarakat, kesempatan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mengetahui berbagai bentuk pelayanan yang berkaitan dengan persoalan sosial, pemberdayaan perempuan maupun perlindungan anak.
Di sisi lain, interaksi langsung memungkinkan perangkat daerah mendapatkan gambaran mengenai kebutuhan masyarakat. Masukan dari warga dapat menjadi bagian dari evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan ke depan.
Pameran Pembangunan merupakan bagian dari rangkaian Madura Culture Festival (MCF) #4 2026 yang berlangsung mulai 26 Agustus hingga 4 September 2026 di Sumenep.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai perangkat daerah, instansi vertikal, kecamatan, BUMN, BUMD, perguruan tinggi, pelaku usaha, UMKM serta berbagai unsur lainnya.
Masing-masing peserta menghadirkan program, pelayanan, inovasi maupun potensi yang dimiliki. Kehadiran mereka membuat Pameran Pembangunan menjadi ruang untuk memperkenalkan berbagai aktivitas pembangunan kepada masyarakat.
Di tengah keramaian tersebut, kunjungan Bupati Fauzi ke stan Dinsos P3A menjadi bagian dari agenda peninjauan sekaligus interaksi dengan jajaran peserta pameran.
Melalui momentum itu, pesan mengenai pentingnya pelayanan yang dekat dengan masyarakat kembali ditegaskan. Program pemerintah dinilai akan semakin bermakna ketika masyarakat mengetahui, memahami dan mudah mengakses layanan yang memang disediakan untuk mereka.
Keberadaan stan Dinsos P3A pun diharapkan tidak hanya menjadi etalase informasi selama pameran berlangsung. Lebih jauh, stan tersebut menjadi ruang komunikasi untuk memperkuat hubungan pemerintah dan masyarakat dalam membangun pelayanan sosial yang semakin responsif dan mudah dijangkau.
![]()
Penulis : Wafa
















