Bukan Sekadar Jalan, Bupati Fauzi Ingin Infrastruktur Jadi Penggerak Ekonomi Warga Kepulauan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Bupati Sumenep saat mengunjungi Stan DPUTR Dalam Gelaran Madura culture Festival 4 2026 di GOR A Yani

Foto. Bupati Sumenep saat mengunjungi Stan DPUTR Dalam Gelaran Madura culture Festival 4 2026 di GOR A Yani

SUMENEP, nusainsider.com Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sumenep tak hanya bicara soal jalan yang mulus. Di balik setiap ruas yang dibangun, ada akses ekonomi, mobilitas warga, distribusi hasil pertanian dan perikanan hingga pelayanan publik yang harus dipastikan tetap terhubung.

Pesan itulah yang kembali terlihat saat Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyambangi stan pembangunan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) dalam gelaran Madura Night Vaganza (MNV) 2026, Rabu (26/8/2026).

Kunjungan Bupati Fauzi bukan sekadar agenda seremonial. Di stan tersebut, ia berdiskusi langsung dengan Kepala Dinas PUTR Sumenep Eri Susanto mengenai berbagai program pembangunan infrastruktur yang telah berjalan maupun yang masih dalam proses pengerjaan.

Beragam capaian pembangunan ditampilkan. Mulai dari rekonstruksi sejumlah ruas jalan hingga pemeliharaan infrastruktur yang menjadi bagian penting dalam menjaga konektivitas antarwilayah.

Perhatian khusus tertuju pada pembangunan infrastruktur di kawasan kepulauan. Maklum, Sumenep memiliki karakter geografis yang berbeda dibandingkan banyak daerah lain karena wilayahnya terdiri atas daratan dan kepulauan.

Kondisi tersebut membuat pemerataan pembangunan membutuhkan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada pusat pemerintahan dan kawasan daratan.

Komitmen itu salah satunya terlihat dari kebijakan anggaran pembangunan dan pemeliharaan jalan tahun 2026.

Dari total anggaran sebesar Rp47,53 miliar, sebanyak Rp27,53 miliar atau sekitar 57,9 persen diarahkan untuk wilayah kepulauan. Sementara wilayah daratan memperoleh sekitar Rp19,99 miliar atau 42,1 persen.

Baca Juga :  Lesbumi Sumenep Gelar Halaqah Budaya: Nye’-Konye’ Gunong, Simbol Moralitas Madura

Besarnya porsi anggaran untuk kepulauan menjadi penegasan bahwa pembangunan infrastruktur di Sumenep diarahkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih merata.

Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan, pembangunan tidak boleh hanya terkonsentrasi di wilayah daratan. Masyarakat kepulauan memiliki hak yang sama untuk memperoleh infrastruktur layak dan akses yang semakin baik.

“Kami ingin memastikan masyarakat di wilayah kepulauan memperoleh perhatian yang sama dalam pembangunan. Karena itu, alokasi anggaran tahun 2026 lebih besar diarahkan ke kepulauan sebagai bentuk keberpihakan terhadap pemerataan pembangunan,” tegas Bupati Fauzi.

Pembangunan jalan tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk memperbaiki kondisi fisik infrastruktur. Lebih jauh, keberadaan jalan diharapkan menjadi pintu masuk bagi peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Di wilayah kepulauan, sejumlah program yang dikerjakan di antaranya rekonstruksi Jalan Pabian–Kangayan di Kecamatan Kangayan, Jalan Laok Jang-Jang–Kolo-Kolo, serta pemeliharaan Jalan Pelabuhan Batu Guluk–Pandeman di Kecamatan Arjasa.

Sementara di wilayah daratan, pembangunan diarahkan antara lain pada rekonstruksi Jalan Elak Daya–Mandala di Kecamatan Lenteng, Jalan Batuan–Matanair di Kecamatan Rubaru, serta pemeliharaan Jalan Pasar Ganding–Batu Ampar di Kecamatan Guluk-Guluk.

Kepala Dinas PUTR Sumenep Eri Susanto menyampaikan, program tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Bupati agar pembangunan infrastruktur menjangkau seluruh wilayah Sumenep.

Baca Juga :  Musik Tong-tong dan Sejarah Juara Sejak 2000, Tahun Ini Milik Siapa?

Tidak hanya kawasan perkotaan dan daratan, pembangunan juga diarahkan untuk menjangkau kawasan kepulauan hingga wilayah yang memiliki tantangan geografis lebih besar.

“Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan infrastruktur benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat di seluruh wilayah Sumenep,” ujarnya.

Infrastruktur jalan juga diposisikan sebagai pengungkit aktivitas ekonomi. Jalan yang semakin baik diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian dan perikanan, perdagangan hingga akses menuju fasilitas pelayanan publik.

Dengan konektivitas yang semakin terbuka, biaya dan waktu mobilitas masyarakat diharapkan dapat ditekan. Pada saat yang sama, potensi ekonomi lokal memiliki ruang yang lebih besar untuk berkembang.

Kehadiran stan PUTR dalam MNV 2026 juga menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkenalkan berbagai program pembangunan kepada masyarakat.

Bagi Bupati Fauzi, pameran pembangunan bukan sekadar tempat memajang hasil pekerjaan pemerintah. Stan tersebut juga menjadi ruang komunikasi untuk menunjukkan apa yang telah dikerjakan sekaligus menyampaikan berbagai agenda pembangunan yang masih membutuhkan perhatian.

MNV 2026 sendiri memadukan pameran pembangunan dengan UMKM, seni, budaya dan fashion batik. Sekitar 200 stan turut meramaikan kegiatan tersebut dengan melibatkan perangkat daerah, instansi vertikal, kecamatan, BUMD, badan usaha, hotel, restoran, perguruan tinggi, developer hingga pelaku UMKM.

Baca Juga :  Festival Musik Tong-tong 2024 Kembali Ditunda Akhir Tahun, Simak Alasannya

Bupati Fauzi berharap kemeriahan MNV 2026 tidak berhenti sebagai sebuah perhelatan tahunan. Event tersebut harus mampu menjadi ruang promosi potensi daerah sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha.

Sebab, pembangunan daerah pada akhirnya harus bermuara pada manfaat nyata bagi masyarakat.

Infrastruktur bukan hanya soal beton, aspal atau panjang ruas jalan yang berhasil dibangun. Di baliknya terdapat harapan agar masyarakat semakin mudah bergerak, produk lokal semakin mudah dipasarkan, pelayanan publik semakin mudah dijangkau dan aktivitas ekonomi semakin tumbuh.

Dengan karakter Sumenep yang membentang dari daratan hingga kepulauan, pemerataan pembangunan menjadi tantangan sekaligus prioritas.

Karena itu, kebijakan yang memberikan porsi lebih besar bagi pembangunan infrastruktur kepulauan menjadi salah satu upaya memastikan masyarakat di pulau-pulau tidak merasa berada di luar jangkauan pembangunan.

Kunjungan Bupati Fauzi ke stan PUTR pun menjadi gambaran bahwa pembangunan infrastruktur terus mendapat perhatian. Berbagai ruas jalan yang sedang dibangun maupun dipelihara diarahkan pada satu tujuan besar: menghubungkan wilayah, membuka akses dan memperkuat pemerataan.

Dari daratan hingga kepulauan, pembangunan diharapkan bergerak dalam satu arah yang sama.

Bukan sekadar membangun jalan, tetapi membuka jalan menuju kesempatan ekonomi yang lebih luas dan kehidupan masyarakat Sumenep yang semakin sejahtera.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Tak Hanya Sukses Gelar Event, Pemkab Sumenep Tunjukkan Komitmen Jaga Kebersihan GOR A Yani
Dugaan Pungli Muncul di Tengah Meriahnya MCF-MNV 2026, Pengunjung Minta Satpol PP Segera Bertindak
Dari Sonar Mosem Nemor hingga Sandoreng, 12 Daerah Ramaikan Panggung MCF #4 Sumenep
Satu Panggung, Tujuh Warna Budaya! MCF 2026 Satukan Seni Jawa Timur di Sumenep
Di Balik Gemerlap MNV-MCF 2026, Tangisan Anak Hilang Nyaris Tak Terdengar dari Panggung Utama
Madura Culture Fest 4, Panggung Kolaborasi Seni dan Budaya dari Berbagai Daerah akan Menyatu Nanti Malam
Dari Olahraga hingga Kolaborasi, Tujuh Organisasi Kesehatan Gelar Fun Run di Sumenep
Tari Mustikaning Kenya Warnai MCF 2026, Tuban Bawa Pesona Budaya ke Sumenep

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 00:34 WIB

Tak Hanya Sukses Gelar Event, Pemkab Sumenep Tunjukkan Komitmen Jaga Kebersihan GOR A Yani

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:58 WIB

Dugaan Pungli Muncul di Tengah Meriahnya MCF-MNV 2026, Pengunjung Minta Satpol PP Segera Bertindak

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:42 WIB

Dari Sonar Mosem Nemor hingga Sandoreng, 12 Daerah Ramaikan Panggung MCF #4 Sumenep

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Satu Panggung, Tujuh Warna Budaya! MCF 2026 Satukan Seni Jawa Timur di Sumenep

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Di Balik Gemerlap MNV-MCF 2026, Tangisan Anak Hilang Nyaris Tak Terdengar dari Panggung Utama

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:31 WIB

Dari Olahraga hingga Kolaborasi, Tujuh Organisasi Kesehatan Gelar Fun Run di Sumenep

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:57 WIB

Tari Mustikaning Kenya Warnai MCF 2026, Tuban Bawa Pesona Budaya ke Sumenep

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:42 WIB

Bedah Buku Alumni PMII di Jombang, Muhaimin Dorong Gerakan Selamatkan NU

Berita Terbaru