SUMENEP, nusainsider.com — Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengunjungi stan Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) dalam gelaran Madura Night Vaganza (MNV) dan Madura Culture Festival (MCF) #4 2026.
Kunjungan tersebut bukan sekadar melihat materi promosi wisata yang dipajang. Cak Fauzi turut mencermati berbagai potensi Kabupaten Sumenep, mulai dari kebudayaan, pariwisata, kepemudaan hingga olahraga.
Menurutnya, berbagai potensi tersebut memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan menjadi kekuatan daerah sekaligus memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.
Cak Fauzi mendorong Disbudporapar agar lebih aktif dan ekstra dalam mengenalkan destinasi wisata Sumenep melalui berbagai event. Promosi yang masif dinilai penting untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan setiap tahun.
“Pariwisata itu tidak berdiri sendiri. Di dalamnya ada UMKM, ekonomi kreatif, budaya dan masyarakat. Kita ingin anak-anak muda punya ruang untuk berkarya. Kreativitas mereka harus menjadi bagian dari pembangunan daerah,” ujar Cak Fauzi.
Ia mencontohkan sejumlah destinasi seperti Pantai Lombang dan Pantai Slopeng yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan. Peningkatan kunjungan wisatawan diharapkan turut berdampak terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Selain promosi, menurut Cak Fauzi, pengelolaan destinasi wisata harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Pemerintah tidak hanya dituntut menghadirkan daya tarik, tetapi juga memastikan aspek keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan.
“Pengelolaan destinasi wisata perlu memperhatikan berbagai aspek, mulai dari daya tarik, keamanan, kenyamanan, hingga keterlibatan masyarakat sebagai pelaku utama,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sumenep dengan pemerintah desa dalam mengembangkan potensi wisata yang ada di tingkat desa.
Kolaborasi tersebut dinilai dapat menciptakan ekosistem wisata yang lebih menarik dan nyaman. Masyarakat desa pun diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi terlibat langsung sebagai pelaku utama dalam pengembangan destinasi.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa harus segera dilakukan. Tujuannya menciptakan ekosistem wisata yang menarik dan nyaman, dengan masyarakat menjadi pelaku utama, sehingga pengembangan potensi wisata yang ada di desa dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat,” jelasnya.
Cak Fauzi berharap Disbudporapar terus melahirkan inovasi dalam mengemas potensi daerah agar semakin dikenal masyarakat luas. Event kebudayaan dan pariwisata harus mampu menjadi ruang promosi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Menurutnya, pengembangan sektor pariwisata harus berjalan beriringan dengan penguatan kebudayaan, ekonomi kreatif, UMKM, kepemudaan dan olahraga.
“Jangan sampai potensi yang kita miliki hanya menjadi kebanggaan, tetapi tidak memberikan dampak ekonomi. Karena itu, semua harus dikemas dengan kreatif, dipromosikan dengan baik dan melibatkan masyarakat,” tegasnya.
Momentum kunjungan Bupati Sumenep ke stan Disbudporapar dalam MNV dan MCF #4 2026 menjadi bagian dari upaya memperluas ruang promosi potensi daerah.
Sekaligus membangun kesadaran bahwa kebudayaan, pariwisata, olahraga dan kreativitas generasi muda merupakan bagian penting dari pembangunan Sumenep.
Dengan kolaborasi lintas sektor, pemerintah desa, pelaku UMKM, komunitas, generasi muda dan masyarakat diharapkan dapat bersama-sama mengembangkan potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi baru bagi Kabupaten Sumenep.
![]()
Penulis : Wafa
















