SUMENEP, nusainsider.com — Tak peduli fajar, siang maupun malam, petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep terus berjaga di kawasan GOR A. Yani Sumenep.
Mereka menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan selama pelaksanaan Madura Culture Festival (MCF) #4 dan Madura Night Vaganza (MNV) 2026 berlangsung.
Teranyar, pantauan media nusainsider.com, Ahad (30/8/2026) sekitar pukul 08.10 WIB, sejumlah pasukan kuning kembali terlihat melakukan aksi bersih-bersih di kawasan GOR A. Yani.
Mereka menyisir sejumlah titik untuk mengumpulkan sampah plastik yang berserakan setelah kegiatan Go Sumenep Purnama MDR Fun Run 2026 yang diikuti ribuan peserta.
Aktivitas tersebut dilakukan ketika sebagian besar pengunjung belum kembali memadati lokasi kegiatan. Petugas memanfaatkan waktu pagi untuk memastikan kawasan GOR A. Yani kembali bersih dan nyaman digunakan masyarakat.
Pekerjaan itu bukan hanya dilakukan setelah kegiatan selesai. Selama MCF #4 dan MNV 2026 berlangsung, petugas DLH disiagakan setiap hari untuk menangani sampah yang muncul di tengah tingginya aktivitas masyarakat.
Semakin ramai kawasan pameran, semakin besar pula volume sampah yang harus ditangani. Karena itu, petugas kebersihan harus bekerja secara berkelanjutan, termasuk ketika aktivitas masyarakat mulai berkurang.
Kehadiran pasukan kuning tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kenyamanan kawasan GOR A. Yani yang selama beberapa hari terakhir dipadati masyarakat dari berbagai daerah.
Di bawah kepemimpinan Kepala DLH Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, AP., M.Si., upaya menjaga kebersihan tidak hanya dilakukan dengan menyiagakan petugas di lapangan.
DLH Sumenep juga menyediakan sejumlah tempat sampah di berbagai titik kawasan pameran. Tempat sampah berukuran besar ditempatkan di sekitar stan untuk memudahkan pengunjung membuang sampah pada tempatnya.
Bekerja di Tengah Keramaian
Saat suasana pameran semakin ramai, petugas kebersihan tetap menjalankan tugasnya. Mereka bergerak dari satu titik ke titik lainnya untuk memastikan sampah tidak menumpuk.
Ketika pengunjung berjalan menikmati berbagai stan, mencicipi kuliner, membeli produk UMKM maupun menyaksikan pertunjukan seni dan budaya, petugas DLH tetap berada di antara kerumunan.
Sampah plastik, botol minuman, kemasan makanan dan berbagai jenis sampah lainnya menjadi bagian yang harus segera ditangani agar tidak mengganggu kenyamanan pengunjung.
Kondisi tersebut membuat pekerjaan petugas kebersihan menjadi salah satu aktivitas yang berlangsung tanpa mengenal waktu selama gelaran MCF #4 dan MNV 2026.
Anwar Syahroni Yusuf mengatakan, keberadaan petugas kebersihan merupakan bagian dari pelayanan DLH kepada masyarakat, khususnya dalam memastikan kawasan kegiatan tetap bersih dan nyaman.
Namun, menurutnya, kebersihan tidak mungkin hanya mengandalkan petugas. Kesadaran masyarakat, pengunjung, pelaku UMKM dan seluruh peserta kegiatan juga sangat diperlukan.
“Lingkungan yang bersih tidak mungkin tercipta hanya karena petugas kebersihan. Semua harus memiliki kesadaran dan tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Ia menegaskan, menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama. Petugas DLH akan terus berupaya menjalankan tugas di lapangan, namun masyarakat juga diharapkan ikut mengambil peran dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
Menurutnya, kegiatan besar seperti MCF #4 dan MNV 2026 bukan hanya menjadi momentum untuk menikmati seni, budaya dan hiburan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kepedulian bersama terhadap lingkungan.
“Kalau semua ikut menjaga, pekerjaan petugas akan lebih ringan dan kawasan kegiatan akan tetap nyaman bagi masyarakat,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Wafa
















